Pengusaha Sebut Gudang Pabrik Pakan Ternak Tak Cukup Tampung Produksi Jagung

Liputan6.com, Jakarta Pengusaha membantah jika gudang pabrik pakan ternak (feedmill) menyimpan banyak pasokan jagung pakan sehingga menjadi salah satu penyebab kenaikan harga di pasar. Kenaikan harga jagung pakan saat ini murni dinilai akibat kurangnya pasokan di tingkat peternak.

Ini diungkapkan Ketua Bidang Peternakan dan Perikanan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J Supit saat dikonfirmasi Liputan6.com, Kamis (15/11/2018).

“Pertanyaan kami di mana (disimpan jagung). Jadi jangan mengalihkan masalah jika (harga naik) karena logistik dan juga dialihkan jagung langka karena disimpan pengusaha besar,” tutur dia.

Dia mengakui jika pabrik harus memiliki jaminan stok sejak kapanpun. Ini karena pabrik memerlukan stok untuk produksi. Namun stok yang disimpan sulit dalam jumlah besar.

Menurut dia, saat ini ada dua permasalahan yang tengah dihadapi peternak di Indonesia. Yakni perihal kenaikan harga pakan yang tinggi dan pasokan yang kurang. 

Selama ini peternak membutuhkan sekitar 800 ribu ton jagung pakan per bulan atau sekitar 8 juta per tahun.

Hal ini dikatakan sesuai hukum pasar. “Kalau lihat pasar tidak bisa dibohongi. Kalau jagung makin naik artinya suplai jagung kurang dan pasti naik seperti yang terjadi di Banten mencapai Rp 6.000 per kg,” jelas dia. 

Dia turut mempertanyakan terkait dengan adanya surplus pasokan jagung sebesar 12,9 juta ton. Angka ini dinilai terlampau besar dan membutuhkan gudang yang sangat besar untuk menampungnya. Jagung juga tidak dapat disimpan terlalu lama dalam satu gudang jika mengacu pada kondisi kualitasnya.

Dia pun meminta Kementerian Pertanian (Kementan) segera mengambil langkah sebagai solusi menghadapi kelangkaan pakan ternak. Ini agar tak mempengaruhi produk lanjutan dari ternak seperti telur dan lainnya.

“Risikonya pakan mahal adalah ayam dan telur naik. Padahal harga sulit dinaikkan karena menyangkut daya beli masyarakat,” tegas dia.

Ketua Presidium Peternak Layer Nasional Ki Musbar Mesdi membenarkan jika saat ini harga jagung sudah melonjak hingga Rp 5.700—Rp 5.800 per kg, rata-rata secara nasional. Padahal, harga yang direkomendasikan untuk jagung pakan hanyalah Rp 4.000-an per kilogram.