Ronaldo cedera, mungkin menepi satu-dua pekan

Jakarta (ANTARA) – Megabintang sepak bola Cristiano Ronaldo mengalami cedera saat membela tim nasional Portugal dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2020 menjamu Serbia pada Selasa dini hari WIB.

Ronaldo ditarik ke luar dari lapangan pada pertengahan babak pertama dengan cedera hamstring, namun pilar klub Italia Juventus itu dengan yakin bakal kembali dalam satu-dua pekan mendatang.

Baca juga: Perancis hancurkan Islandia 4-0 saat Serbia imbangi Portugal 1-1

“Saya akan lebih yakin dalam 24 atau 48 jam ke depan,” katanya selepas pertandingan sebagaimana dilansir Reuters.

“Itu terjadi, inilah sepak bola. Sama seperti anda basah karena ke luar di kala hujan…saya akan tetap tenang, dan kembali dalam satu atau dua pekan,” ujarnya menambahkan.

Cederanya Ronaldo bisa jadi pukulan telak bagi Juventus yang akan melawat ke markas Ajax dalam laga pertama perempat final Liga Champions pada 10 April mendatang dan menjamu lawannya itu sepekan berselang.

Pasalnya, Ronaldo seperti sendirian mengantarkan Juventus lolos dari putaran 16 besar ketika ia mencetak trigol dalam kemenangan 3-0 atas Atletico Madrid di Stadion Allianz, Torino, Italia, demi melunasi ketertinggalan 0-2 di laga pertama.

Baca juga: Kembali diperkuat Ronaldo, Portugal ditahan imbang 0-0 oleh Ukraina
Baca juga: Ronaldo trigol, Juventus lunasi defisit dan singkirkan Atletico

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dimas Drajad-Rafi cetak gol. Indonesia taklukkan Brunei 2-1

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Gol dari Muhammad Dimas Drajad dan Muhamad Rafi Syarahil membawa tim nasional U-23 Indonesia menaklukkan Brunei Darussalam dengan skor 2-1 di laga lanjutan Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Selasa.

Gol Muhammad Dimas Drajad diciptakan di menit ke-31, sementara gol Rafi hadir di menit ke-78.

Dimas bahkan menjadi pahlawan setelah dirinya menepis tendangan penalti pemain Brunei di menit ke-90+4 ketika berperan sebagai kiper pengganti.

Gol balasan Brunei ditorehkan melalui titik penalti pada menit ke-85.

Pertandingan itu sendiri tidak berpengaruh bagi kedua tim yang sudah dipastikan tidak lolos ke Piala Asia U-23 AFC 2020 di Thailand.

Dalam laga tersebut, pelatih timnas U-23 Indonesia Indra Sjafri mengistirahatkan sembilan pemain ‘starting eleven’ pada laga sebelumnya kontra Vietnam, Minggu (24/3) termasuk Egy Maulana Vikri, Muhammad Luthfi dan Osvaldo Haay.

Sebagai gantinya, Indra memainkan beberapa nama yang di laga sebelumnya dicadangkan seperti Witan Sulaeman, Saddil Ramdani dan Hanif Sjahbandi.

Hasilnya, Indonesia mendominasi Brunei Darussalam sejak menit pertama.

Dimotori Witan dan Saddil, timnas U-23 Indonesia menggempur pertahanan Brunei Darussalam yang dikawal sang kapten Muhammad Hanif Hamir.

Beberapa kali mendapatkan kesempatan mencetak gol, Indonesia akhirnya benar-benar berhasil menghadirkan gol di menit ke-31 melalui kaki Muhamad Dimas Drajad.

Gol berawal dari kesalahan kiper Brunei Haimie Anak Nyaring dalam mengirimkan bola. Bola direbut oleh Witan Sulaeman yang langsung memberikan umpan ke Dimas Drajad untuk dituntaskan menjadi gol.

Witan Sulaeman bisa saja membuat skor menjadi 2-0 di akhir babak pertama. Namun, sepakannya dari jarak dekat ditepis dengan baik oleh Haimie.

Tak ada gol lain tercipta setelahnya. Skor tetap 1-0 sampai laga memasuki masa jeda.

Di babak kedua, Indonesia tetap sulit membongkar pertahanan Brunei Darussalam.

Meski demikian, skuat Garuda Muda sukses menggandakan kedudukan melalui tendangan kaki kiri Muhamad Rafi Syarahil di menit ke-78.

Petaka datang menghampiri Indonesia sekitar lima menit menjelang pertandingan usai.

Kiper Muhamad Riyandi melakukan pelanggaran terhadap penyerang Ak Md Azreen Eskander di dalam kotak penalti. Wasit lalu memberikan kartu kuning kepada Riyandi dan sepakan 12 pas kepada Brunei yang dieksekusi oleh Azim Izamuddin.

Namun, ketika Riyandi berhasil menghentikan tendangan Azim, wasit menganggap dia melakukan pelanggaran dengan bergerak lebih dahulu sebelum Azim menendang. Wasit kembali memberikan kartu kuning kedua kepada Riyandi.

Karena pergantian sudah habis, pelatih Indra Sjafri terpaksa menugaskan penyerang Dimas Drajad menjadi penjaga gawang.

Hasilnya, tepat di menit ke-85, Azim mengeksekusi dengan baik sepakan penalti keduanya.

Skor 2-1 membuat Brunei berani menekan. Mereka sempat mendapatkan penalti kedua setelah Egy melakukan pelanggaran di kotak penalti.

Namun, Dimas Drajad menjadi pahlawan dengan menepis tendangan penalti tersebut.

Skor 2-1 tidak berubah hingga laga usai.

Berikut susunan pemain kedua tim.

Timnas U-23 Indonesia: Muhamad Riyandi-pg, Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho (kapten), Samuel Christianson (32′, Andy Setyo), Fredyan Wahyu, Hanif Sjahbandi (71′, Osvaldo Haay), Muhamad Rafi Syarahil, Witan Sulaeman, Saddil Ramdani, Gian Zola (60′, Egy Maulana Vikri), Muhamad Dimas Drajad.

Timnas U-23 Brunei Darussalam: Haimie Anak Nyaring-pg, Syakir bin Hj Basri, Muhammad Wafi Aminuddin, Muhammad Nur Asyaraffahmi, Naziruddin Haji Ismail, Muhammad Hanif Farhan, Md. Haziq Kasyful (46′, Ak Md Azreen Eskander), Md. Martin Haddy (63′, Azim Izamuddin), Rahimin Abdul Ghani, Mohammad Amin Sisa, Muhammad Hanif Hamir.

Baca juga: Tak ada riuh suporter Indonesia saat timnas U-23 hadapi Brunei

Baca juga: Indra Sjafri rombak 90 persen komposisi tim kontra Brunei

Baca juga: Pratinjau – Indonesia versus Brunei, saatnya Garuda Muda menang
 

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Manchester City akan bertanding pra-musim di China

Jakarta (ANTARA) – Manchester City akan bermain pada pertandingan pra-musim di kota-kota di China, yaitu di Nanjing dan Shanghai, pada Juli mendatang untuk ambil bagian dalam turnamen Premier League Asia Trophy.

Klub juara Inggris itu akan ikut serta dalam turnamen yang diikuti empat tim tangguh, bersama Newcastle United, West Ham United and Wolverhampton Wanderers.

Pertandingan pertama City adalah pertandingan semifinal di Olympic Sports Centre di Nanjing pada 17 Juli, yang akan menentukan apakah mereka akan tampil dalam pertandingan perebutan tempat ketiga atau pertandingan final, yang akan digelar di Hongkou Stadium, Shanghai pada 20 Juli.

“Kami senang kembali ke China dan ambil bagian dalam Premier League Asia Trophy,” kata CEO City, Omar Berrada, dalam sebuah pernyataan klub seperti dilansir oleh Reuters, Selasa.

“China merupakan tempat yang istimewa bagi City. Ini tempat (manajer) Pep Guardiola memulai masa tugasnya di City pada 2016 dan kami memiliki banyak pengikut yang bersemangat di seluruh negeri ini.”

Bulan lalu, City Football Group (CFG) mengumumkan pembelian bersama klub liga dua China, Sichuan Jiuniu FC.

CFG adalah perusahaan induk yang 87 persen sahamnya dimiliki Abu Dhabi United Group, dan sisa 13 persen dimiliki China Media Capital Consortium (CMC).

City mengumumkan pada bulan lalu bahwa mereka akan bermain pada pertandingan pra-musim di Jepang untuk pertama kalinya sebagai bagian dari Tur Asia.

Mereka rencananya akan menghadapi klub Liga Jepang, Yokohama F. Marinos, yang mana CFG memiliki saham minoritas, pada 27 Juli mendatang.

Manchester City saat ini berada di posisi kedua klasemen Premier League, terpaut dua poin di bawah Liverpool, yang sudah memainkan satu pertandingan lebih banyak.

Pewarta: Irwan Suhirwandi
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia ungguli Brunei Darussalam 1-0 babak pertama

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Tim nasional U-23 Indonesia mengungguli Brunei Darussalam dengan skor 1-0 di babak pertama laga lanjutan Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Selasa (26/3).

Satu-satunya gol di paruh perdana tersebut dicetak oleh penyerang Muhammad Dimas Drajad di menit ke-31.

Dalam pertandingan itu, pelatih timnas U-23 Indonesia Indra Sjafri mengistirahatkan sembilan pemain ‘starting eleven’ pada laga sebelumnya kontra Vietnam, Minggu (24/3) termasuk Egy Maulana Vikri, Muhammad Luthfi dan Osvaldo Haay.

Sebagai gantinya, Indra memainkan beberapa nama yang di laga sebelumnya dicadangkan seperti Witan Sulaeman, Saddil Ramdani dan Hanif Sjahbandi.

Hasilnya, Indonesia mendominasi Brunei Darussalam sejak menit pertama.

Dimotori Witan dan Saddil, timnas U-23 Indonesia menggempur pertahanan Brunei Darussalam yang dikawal sang kapten Muhammad Hanif Hamir.

Beberapa kali mendapatkan kesempatan mencetak gol, Indonesia akhirnya benar-benar berhasil menghadirkan gol di menit ke-31 melalui kaki Muhamad Dimas Drajad.

Gol berawal dari kesalahan kiper Brunei Haimie Anak Nyaring dalam mengirimkan bola. Bola direbut oleh Witan Sulaeman yang langsung memberikan umpan ke Dimas Drajad untuk dituntaskan menjadi gol.

Witan Sulaeman bisa saja membuat skor menjadi 2-0 di akhir babak pertama. Namun, sepakannya dari jarak dekat pada menit ke-45+2 ditepis dengan baik oleh Haimie.

Tak ada gol lain tercipta setelahnya. Skor tetap 1-0 sampai laga memasuki masa jeda.

Berikut susunan pemain kedua tim.

Timnas U-23 Indonesia: Muhamad Riyandi-pg, Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho (kapten), Samuel Christianson (32′, Andy Setyo), Fredyan Wahyu, Hanif Sjahbandi, Muhamad Rafi Syarahil, Witan Sulaeman, Saddil Ramdani, Gian Zola, Muhamad Dimas Drajad.

Timnas U-23 Brunei Darussalam: Haimie Anak Nyaring-pg, Syakir bin Hj Basri, Muhammad Wafi Aminuddin, Muhammad Nur Asyaraffahmi, Naziruddin Haji Ismail, Muhammad Hanif Farhan, Md. Haziq Kasyful, Md. Martin Haddy, Rahimin Abdul Ghani, Mohammad Amin Sisa, Muhammad Hanif Hamir. ***3***

Baca juga: Indra Sjafri rombak 90 persen komposisi tim kontra Brunei
Baca juga: Pratinjau – Indonesia versus Brunei, saatnya Garuda Muda menang
Baca juga: Gagal ke Piala Asia tak surutkan semangat Garuda Muda

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Timnas U-23 Indonesia lawan Brunei Darussalam

Tim nasional U-23 Indonesia berfoto bersama menjelang pertandingan sepak bola Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 melawan tim nasional U-23 Brunei Darussalam, di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Selasa (26/3/2019). ANTARA FOTO/R. Rekotomo/aww.

Tak ada riuh suporter Indonesia saat timnas U-23 hadapi Brunei

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Tidak ada riuh dukungan dari suporter Indonesia saat tim nasional U-23 asuhan pelatih Indra Sjafri berlaga menghadapi Brunei Darussalam di laga terakhir Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020, di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Selasa.

Suporter Indonesia juga hampir tidak tampak di sekitar Stadion Nasional My Dinh. Di dua laga Grup K sebelumnya, menghadapi Thailand dan Vietnam, para pendukung skuat berjuluk Garuda Muda lengkap dengan pernak-perniknya sudah bersiap di sekitar stadion setidak-tidaknya dua jam sebelum laga dimulai.

Saat itu, suporter Indonesia yang sebagian besar berasal dari luar Vietnam, termasuk dari Tanah Air, datang berbondong-bondong lengkap dengan bass drum, pengeras suara dan Bendera Merah Putih berukuran 10×15 meter.

Namun, situasi berbeda di laga ketiga. Akibat stadion lengang, laga timnas U-23 Indonesia menghadapi Brunei Darussalam berjalan dengan relatif hening.

Hanya terdengar teriakan-teriakan pemain serta staf kepelatihan masing-masing kesebelasan yang bertanding di lapangan.

“Mungkin ini karena pertandingan Indonesia versus Brunei Darussalam tidak lagi menentukan karena kedua tim dipastikan tidak lolos ke Piala Asia U-23 2020. Lagipula, suporter Indonesia yang ke Vietnam rata-rata datang dengan menggunakan biaya sendiri,” ujar salah satu pewarta asal Indonesia Sandy Firdaus.

Pertandingan ini memang tidak berdampak apa-apa bagi kedua tim yang sudah dipastikan tidak lolos ke Piala Asia U-23 AFC 2020.

Sebelum laga itu, Indonesia kalah dua kali dan kemasukan lima gol. Sementara Brunei juga takluk dua kali dengan kebobolan 14 gol.

Baca juga: Indonesia ungguli Brunei Darussalam 1-0 babak pertama

Baca juga: Indra Sjafri rombak 90 persen komposisi tim kontra Brunei

Baca juga: Pratinjau – Indonesia versus Brunei, saatnya Garuda Muda menang

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indra Sjafri rombak 90 persen komposisi tim kontra Brunei

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pelatih tim nasional U-23 Indra Sjafri merombak lebih dari 90 persen susunan pemainnya pada starting eleven ketika bersua Brunei Darussalam dalam laga terakhir Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Selasa.

Dalam pertandingan yang berlangsung di di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, hanya ada dua nama yang dipertahankan Indra Sjafri di 11 terbaik saat menghadapi Vietnam yaitu duet bek tengah Nurhidayat Haji Haris dan kapten Bagas Adi Nugroho.

Sisanya, pelatih asal Sumatera Barat itu menurunkan para pemain yang dicadangkan ketika timnas U-23 Indonesia berhadapan melawan Thailand dan Vietnam di dua laga Grup K sebelumnya.

Muhamad Riyandi mengisi posisi kiper, lalu ada Samuel Christianson dan Fredyan Wahyu sebagai bek kiri-kanan.

Di sektor gelandang, tak ada lagi nama Egy Maulana Vikri, Muhammad Luthfi Kamal dan Osvaldo Haay. Sebagai gantinya, Indra memainkan Saddil Ramdani, Gian Zola, Witan Sulaeman, Muhamad Rafi Syaharil dan Hanif Sjahbandi.

Lalu di depan, Muhamad Dimas Drajad dipercaya menjadi penyerang tunggal menggantikan Marinus Wanewar yang tidak boleh bermain karena mendapatkan kartu merah saat berhadapan dengan Vietnam.

Pertandingan ini sendiri tidak berdampak apa-apa bagi kedua tim yang sudah dipastikan tidak lolos ke Piala Asia U-23 AFC 2020.

Berikut susunan pemain kedua tim.

Timnas U-23 Indonesia: Muhamad Riyandi-pg, Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho (kapten), Samuel Christianson, Fredyan Wahyu, Hanif Sjahbandi, Muhamad Rafi Syarahil, Witan Sulaeman, Saddil Ramdani, Gian Zola, Muhamad Dimas Drajad.

Timnas U-23 Brunei Darussalam: Haimie Anak Nyaring-pg, Syakir bin Hj Basri, Muhammad Wafi Aminuddin, Muhammad Nur Asyaraffahmi, Naziruddin Haji Ismail, Muhammad Hanif Farhan, Md. Haziq Kasyful, Md. Martin Haddy, Rahimin Abdul Ghani, Mohammad Amin Sisa, Muhammad Hanif Hamir (kapten).

Baca juga: Pratinjau – Indonesia versus Brunei, saatnya Garuda Muda menang

Baca juga: Timnas U-23 bertekad menangi laga terakhir kualifikasi Piala Asia

Baca juga: Klasemen Kualifikasi Piala Asia U-23, Indonesia gagal cetak sejarah

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Piala Eropa: Inggris Menang telak atas Montenegro

Kapten kesebelasan nasional Inggris Harry Kane (kiri) melakukan selebrasi bersama rekan-rekannya usai membuat gol keempat saat melawan Montenegro dalam pertandingan babak kualifikasi Piala Eropa 2020, di Stadion Podgorica City, Podgorica, Montenegro, Senin (25/3/2019). Inggris menang telak 5-1 atas Montenegro. ANTARA FOTO/Reuters-Stevo Vasiljevic/hp.

Piala Eropa: Prancis hancurkan Islandia 4-0

Pelatih tim nasional Prancis Didier Deschamps  (kiri) melakukan selebrasi bersama penjaga gawang Hugo Lloris usai pertandingan melawan Islandia dalam babak kualifikasi Piala Eropa 2020, di Stadion Stade de France, Saint-Denis, Prancis, Senin (25/3/2019). Prancis menang atas Islandia 4-0. ANTARA FOTO/Reuters-Charles Platiau/hp.

Uruguay juarai China Cup setelah gunduli Thailand 4-0

Beijing (ANTARA) – Para pemain dan ofisial tim nasional Uruguay akhirnya mengangkat trofi China Cup setelah berhasil menggunduli Thailand dengan skor 4-0.

Tim berjuluk La Celeste yang diasuh Oscar Tabarez itu memang difavoritkan menjuarai turnamen yang digelar di Ibu Kota Daerah Otonomi Guangxi di Nanning tersebut.

Saat babak pertama partai final pada Senin (25/3) malam baru berlangsung enam menit, sundulan Matias Vecino di tiang dekat memaksa kiper Thailand Siwarak Tedsungnoen memungut bola dari jala gawangnya sendiri.

Tim berkostum kebesaran biru muda itu terus menekan, bahkan kapten Diego Godin beberapa kali menciptakan peluang pada awal babak pertama.

Meskipun pengatur serangan Thailand Chanathip Songkrasin bersusah payah mengembalikan kepercayaan timnya, perbedaan kasta kedua kesebelasan telah membawa Uruguay unggul dua gol hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, lagi-lagi gawang Sirawak kebobolan untuk ketiga kalinya oleh Christian Stuani pada menit ke-58.

Thailand kemudian memasukkan Chatchai Budprom untuk menggantikan Sirawak berdiri di bawah mistar gawang tim berjuluk Gajah Putih itu.

Sayang, keberuntungan belum juga berpihak kepada kiper pengganti itu setelah Maxi Gomex menggenapkan keunggulan Uruguay menjadi 4-0 pada dua menit menjelang berakhirnya waktu normal.

Meskipun kalah segalanya dari salah satu tim terkuat di daratan Amerika Selatan itu, pelatih timnas Thailand Sirisak Yodyardthai memuji penampilan anak asuhnya.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada para pemain yang berjuang keras dan terima kasih pula kepada Uruguay yang memberikan pengalaman berharga kepada kami melawan tim yang sangat kuat. Saya juga berterima kasih kepada China yang telah mengundang kami untuk berpartisipasi dalam China Cup,” katanya seperti dikutip media resmi setempat.

Ia juga merasakan bahwa perlakuan tuan rumah terhadap timnya sangat bagus sehingga dia berharap mendapatkan undangan lagi dalam turnamen serupa tahun depan.

Baca juga: Cedera, Cavani absen perkuat Uruguay di Piala China

Sementara itu, pelatih Tabarez mengakui adanya perbedaan kelas antara timnya dan tim lawan di babak final itu.

“Uruguay memiliki sejarah dan pengalaman yang lebih panjang daripada Thailand. Tidak mungkin membuat perbandingan kedua tim ini. Saya merasa tidak mampu memberikan saran kepada tim seperti Thailand ini karena semua orang pasti memiliki cara tersendiri dalam sepak bola,” kata pelatih berusia 72 tahun yang pernah mendampingi timnya hingga babak perempat final Piala Dunia 2018 di Rusia itu.

Selain Uruguay dan Thailand, China Cup yang digelar di Nanning pada 21-25 Maret 2019 itu juga diikuti tim tuan ruman dan Uzbekistan. (T.M038)

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Neymar diskusikan perpanjangan kontrak dengan PSG

Jakarta (ANTARA) – Neymar sedang berdiskusi untuk perpanjangan kontraknya bersama klub juara Liga Prancis (Ligue 1) Paris Saint-Germain, kata ayahnya, Neymar Sr, sebagaimana dikutip dari skysports pada Selasa.

Pemain Brasil ini rutin dikaitkan dengan perpindahan ke raksasa Spanyol Real Madrid sejak ia pindah ke Paris dari Barcelona pada musim panas 2017 dengan biaya rekor dunia 198 juta pound.

Namun, Neymar Sr berupaya mengakhiri spekulasi yang sedang berkembang dengan mengungkapkan bahwa pemain berusia 27 tahun itu saat ini sedang dalam diskusi dengan PSG untuk memperpanjang masa tinggalnya di klub.

“Ada banyak spekulasi tentang namanya sejak dia berusia 17 tahun, sejak dia melakukan debut profesionalnya,” kata Neymar Sr. Neymar telah melakukan dua transfer dalam hidupnya, tetapi spekulasi tentang kami berputar selama 10 tahun. Kemungkinan dia tidak akan hengkang sangat tinggi.

Baca juga: Neymar, mencintai PSG menyayangi Real Madrid

“Dia berada di tahun kedua kontraknya. Jadi, dia masih memiliki lebih dari tiga tahun tersisa di kontrak ini dan kita sudah berbicara tentang pembaruan dengan Paris Saint-Germain.

“Orang mengatakan bahwa Neymar selalu dikabarkan akan pergi ke beberapa klub besar di bursa transfer. Berarti itu adalah manajemen karir yang baik. Dia selalu ada di antara nama-nama itu.”

“Jika ada penandatanganan kontrak penting, Neymar akan terlibat. Tapi ini tidak berarti dia akan pindah ke satu klub atau yang lain.”

Presiden Real Florentino Perez baru-baru ini mengatakan dirinya akan “membawa mereka berdua” ketika ditanya tentang Neymar dan Kylian Mbappe setelah mengangkat kembali Zinedine Zidane.

Namun, bulan lalu rekan PSG-nya Nasser Al-Khelaifi mengatakan bahwa Real Madrid sangat sadar bahwa Neymar tidak akan dijual.

“Baik Real Madrid maupun klub lain di dunia, tidak perlu menghubungi kami tentang Neymar atau pemain lain,” katanya kepada Marca.

“Real Madrid tahu betul bahwa Neymar tidak untuk dijual dan pemain itu tidak akan meninggalkan PSG musim panas ini. Kami memiliki hubungan yang fantastis dengan Neymar dan ayahnya dan itu dibangun untuk bertahan lama,” kata Nasser.
 

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Southgate pastikan Inggris laporkan pelecehan rasis fans Montenegro

Jakarta (ANTARA) – Manajer timnas Inggris Gareth Southgate menyatakan pihaknya akan melaporkan ejekan bernuansa rasis yang dia dengar ditujukan kepada Danny Rose saat Inggris memetik kemenangan 5-1 atas Montenegro saat pertandingan kualifikasi Euro 2020 di Podgorica, Montenegro, Senin.

Inggris melanjutkan langkah mereka di kualifikasi Euro 2020 dengan kemenangan cemerlang lainnya, tiga hari setelah mencetak lima gol tanpa balas melawan Republik Ceko, tetapi kemenangan itu dinodai oleh perilaku buruk pendukung tuan rumah, seperti pelecehan bernuansa rasis dan berbagai benda dilemparkan ke lapangan.

Dikutip dari Skysports, Selasa, Southgate mengaku mendengar Rose mendapat pelecehan, tetapi belum mendengar apakah Raheem Sterling juga mendapat ejekan serupa sebagaimana didapat Rose, setelah pemain depan Manchester City itu merayakan gol kelima Inggris dengan menutup telinganya kepada para pendukung Montenegro.

Callum Hudson-Odoi, yang tampil mengesankan pada debut penuhnya, juga mengonfirmasi bahwa korek api dilemparkan ke arah para pemain Inggris ketika mereka merayakan gol Sterling.

Baca juga: Southgate: pemain muda siap hadapi suasana bermusuhan di Montenegro

“Ketika Danny Rose diturunkan pada akhir pertandingan, saya mendengar ejekan rasis diteriakkan di belakang saya,” kata Southgate.

“Ini benar-benar tidak dapat diterima. Yang terpenting adalah pemain merasa didukung oleh kami dan kami akan memastikan itu dilaporkan. Kami ada untuk mereka dan apa pun yang mereka inginkan akan kami dukung.”

Southgate mengatakan, Rose mendapat dukungan staf Inggris ketika masih belum memahami mengapa perilaku seperti itu masih lazim dalam pertandingan.

“Bukan bagi saya untuk membahas bagaimana dia, tetapi dia tahu bahwa kita di sini untuk mendukungnya dan dia tahu bahwa saya telah berbicara dengannya tentang situasi seperti ini sebelumnya,” tambahnya.

“Kami hanya berharap persoalan ini ditangani dengan cara yang benar. Kami akan memastikan melakukan tugas kami, tetapi laporan perlu ditindaklanjuti dengan benar juga.”

Baca juga: Southgate ingin tiru Ferguson dalam membimbing pemain muda Inggris

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

FIFA akan gelar sidang banding Chelsea terkait larangan transfer

Jakarta (ANTARA) – Komite banding Fedeasi Sepak Bola Dunia (FIFA) akan menggelar sidang pada 11 April mendatang terkait keberatan klub Inggris Chelsea atas sanksi larangan melakukan transfer pemain selama satu tahun, demikian pernyataana FIFA, Senin (Selasa WIB).

Chelsea dihukum larangan transfer dan denda senilai delapan miliar rupiah setelah klub Liga Inggris itu ditemukan bersalah melanggar peraturan perekrutan pemain asing berusia di bawah 18 tahun.

Baca juga: FIFA larang Chelsea daftarkan nama baru dalam bursa transfer

FIFA bulan ini menolak permintaan Chelsea untuk membekukan larangan itu saat proses banding.

Chelsea kemungkinan akan membawa kasus ini ke pengadilan arbitrase olahraga, seperti yang pernah dilakukan klub-klub lain dalam kasus serupa.

Baca juga: FIFA tolak permintaan Chelsea bekukan larangan transfer setahun

Pewarta: Teguh Handoko
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pratinjau – Indonesia versus Brunei, saatnya Garuda Muda menang

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Sudah dipastikan tidak lolos ke Piala Asia U-23 AFC 2020, tim nasional U-23 Indonesia akan menjalani laga terakhirnya di Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 menghadapi Brunei Darussalam di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Selasa, mulai pukul 17.00 WIB.

Kemenangan dianggap menjadi harga mutlak bagi skuat berjuluk Garuda Muda tersebut setelah mereka belum mencatatkan satu poin pun dari dua laga Grup K.

Di atas kertas, kekuatan Indonesia lebih baik dari Brunei Darussalam. Sebagai perbandingan, Brunei Darussalam sudah kebobolan total 14 gol dari dua pertandingan Grup K, sementara Indonesia kemasukan lima kali.

Dalam sejarah pertemuan kedua negara di seluruh kelompok umur tim nasional, Indonesia hampir selalu tampil dominan dan mencatatkan keunggulan setidak-tidaknya dua gol.

Namun, hal itu bukan berarti Brunei tidak pernah menang atas Indonesia. Pada tahun 2012, timnas U-21 Indonesia yang diperkuat Andik Vermansah, Yosua Pahabol, Syaiful Indra Cahya dan rekan-rekan takluk dari Brunei Darussalam dengan skor 0-2 di babak final turnamen Trofi Hassanal Bolkiah yang berlangsung di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Di kejuaraan serupa, tahun 2014, Indonesia yang diperkuat para pemain juara Piala U-19 AFF tahun 2013 seperti Evan Dimas, Paulo Sitanggang, Muchlis Hadi Ning, Maldini Pali dan Ilham Udin Armaiyn, dikalahkan Brunei dengan skor 1-3 di fase grup. Pelatih Indonesia di edisi ini adalah Indra Sjafri, pelatih yang sekarang menangani timnas U-23 Indonesia.

Indra tentu tidak ingin sejarah pahitnya terulang. Pelatih asal Sumatera Barat itu pun dipastikan akan memberikan kemampuan terbaik demi membawa anak-anak asuhnya meraih tiga poin di partai pamungkas kualifikasi Piala Asia U-23.

Pria yang membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 tahun 2013 dan Piala AFF U-22 tahun 2019 sudah menyiapkan strategi untuk membongkar taktik bertahan Brunei Darussalam.

Meski demikian, Indra tidak ingin memaksakan para pemain andalannya yang tampil di laga kontra Thailand dan Vietnam kembali bermain saat menghadapi Brunei. Dia berencana melakukan rotasi pemain.

Indra tidak memberikan informasi tentang siapa atau posisi mana yang akan diganti. Yang pasti, timnas U-23 Indonesia tidak akan diperkuat oleh penyerang Marinus Wanewar yang dikartu merah oleh wasit di laga kontra Vietnam pada Minggu (24/3).

Sebagai pengganti Marinus, Indra kemungkinan akan menugaskan Muhammad Dimas Drajad, pemain yang juga menjadi bagian dari tim ketika Indonesia dikandaskan Brunei tahun 2014.

Dari segi mentalitas, para pemain Garuda Muda juga sudah siap tempur kontra Brunei Darussalam. Gelandang timnas U-23 Indonesia Sani Rizki Fauzi menegaskan bahwa mental pemain dalam kondisi bagus dan sudah bisa menerima kegagalan melaju ke Piala Asia U-23 2020.

“Kami akan memberikan yang terbaik walau harapan lolos ke Piala Asia U-23 sudah tidak ada. Insya Allah kami memperjuangkan tiga poin,” tutur Sani.

***3***

Baca juga: Timnas U-23 bertekad menangi laga terakhir kualifikasi Piala Asia
Baca juga: Indra Sjafri: Lionel Messi saja pernah gagal

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Perancis hancurkan Islandia 4-0 saat Serbia imbangi Portugal 1-1

Jakarta (ANTARA) – Olivier Giroud kembali membuktikan diri sebagai aset berharga Perancis setelah mencetak gol internasionalnya yang ke-35 tatkala tim juara dunia itu menghancurkan Islandia 4-0 di kandang dalam pertandingan lanjutan kualifikasi Euro 2020, Senin waktu setempat.

Sementara itu di tempat terpisah, Portugal kembali bermain imbang dengan skor 1-1 atas Serbia di kualifikasi grup B Euro 2020. Serbia unggul lebih dahulu melalui eksekusi penalti oleh Dusan Tadic di menit ke-7 dan Portugal membalas lewat Pereira di menit 42.

Giroud, kini bercokol di tempat ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak Perancis, mencetak gol kedua setelah sebelumnya Samuel Umtiti mencetak keunggulan awal di babak kedua. Gol-gol selanjutnya diciptakan oleh Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann yang memastikan Prancis mengemas enam poin di Grup H.

Turki menjadi rival utama Perancis di grup itu ketika mereka juga sukses mengalahkan Moldova dengan skor 4-0 berkat dua gol Cenk Tosun setelah sebelumnya melumat Albania 2-0 pada Jumat lalu.

Albania mengemas tiga poin sama dengan Islandia, setelah meraih kemenangan tandang 2-0 melawan Andorra.

Pertandingan Portugal dengan Serbia diwarnai dengan pemain depan Portugal Cristiano Ronaldo yang terpaksa ke luar lapangan karena mengalami masalah di otot paha.

Pemain berusia 34 tahun itu berhenti setelah berlari mengejar bola dan ia digantikan oleh gelandang Pizzi pada 30 menit pertandingan berlangsung dengan kedudukan Serbia memimpin 1-0.

Ronaldo terlihat menunjuk ke arah hamstring kanannya saat ia mendapatkan perawatan di dekat bendera sudut.

Ronaldo, yang bersama klubnya Juventus akan bertandang ke Ajax Amsterdam untuk leg pertama perempat final Liga Champions pada 10 April, membuat penampilan keduanya untuk Portugal sejak Piala Dunia tahun lalu.

Juara Eropa itu mulai mempertahankan gelar mereka dengan hasil imbang 0-0 di kandang atas Ukraina pada Jumat lalu.

Baca juga: Inggris lumat Montenegro 5-1
Baca juga: Prancis mulai kualifikasi Euro dengan menggulung Moldova 4-1

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Inggris lumat Montenegro 5-1

Jakarta (ANTARA) – Inggris bangkit dari kecemasan di awal pertandingan lanjutan kualifikasi Euro 2020 di Montenegro, Senin, tatkala Ross Barkley menyarangkan dua gol dalam kemenangan telak 5-1 sekaligus melanjutkan langkah yang kuat di kompetisi antar-negara Eropa tersebut.

Marko Vesovic menaikkan level tekanan di stadion ketika ia menempatkan tuan rumah unggul awal di menit ke-17, tetapi Inggris tidak terpengaruh dan berbalik unggul pada babak pertama berkat gol Michael Keane dan Barkley.

Montenegro masih menjadi ancaman di awal babak kedua dan Fatos Beciraj berpotensi menyamakan kedudukan, tetapi Barkley justru menceploskan gol keduanya.

Kapten Harry Kane mencetak gol keempat dan pertandingan ditutup dengan gol terakhir Raheem Sterling pada menit ke-81 hasil serangan balik yang cepat.

Inggris, yang tidak terkalahkan di sepanjang 32 pertandingan kualifikasi Piala Dunia dan Eropa, telah mencetak 10 gol dalam dua pertandingan di Grup A setelah sebelumnya sukses mengalahkan Republik Ceko 5-0 dengan trigol Sterling pada Jumat.

Baca juga: Sterling cetak trigol, Inggris cukur Republik Ceko 5-0

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indra Sjafri: Lionel Messi saja pernah gagal

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri mengatakan, semua pemain sepak bola di seluruh dunia pernah merasakan kegagalan, termasuk megabintang Barcelona asal Argentina Lionel Messi.

“Pemain-pemain dunia yang pernah merasakan juara pasti pernah gagal, termasuk Messi. Sama seperti anak-anak di timnas U-23 saat ini. Mereka gagal lolos ke Piala Asia U-23 setelah juara di Piala AFF U-22. Ini tentu menjadi pengalaman berharga untuk mereka,” kata Indra Sjafri di Hanoi, Vietnam, Senin.

Pelatih asal Sumatera Barat itu mengakui pemainnya kecewa dengan hasil negatif kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Vietnam.

Namun, Indra Sjafri yakin Marinus Wanewar dan kawan-kawan tidak larut dalam kesedihan dan kekecewaan.

“Mereka adalah pemain-pemain tangguh. Terlihat dari hasil psikotesnya. Namun saya sebagai pelatih tetap harus memerhatikan dan mendampingi mereka agar jangan sampai putus asa,” tutur dia.

Pria berusia 56 tahun itu mengingatkan kepada anak-anak asuhnya untuk tetap menegakkan kepala karena masa depan mereka masih panjang.

Turnamen-turnamen internasional lain terbentang di depan mata, salah satunya yang terdekat adalah SEA Games 2019 di Filipina.

“Jadikan kegagalan itu sebagai bagian dari penempaan diri. Karier pemain muda ini masih panjang,” kata pelatih yang membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 tahun 2013 dan Piala AFF U-22 tahun 2019 tersebut.

Apa yang disampaikan Indra Sjafri diamini oleh salah satu pemainnya di timnas U-23 Sani Rizki Fauzi.

Sani menegaskan dia dan rekan-rekannya sudah menerima keadaan dimana mereka tak dapat lolos ke Piala Asia U-23 2020.

“Saat ini kami fokus ke SEA Games 2019. Kami harus optimistis bisa mendapatkan medali emas di sana,” kata gelandang yang juga anggota Brimob Polri itu.

Baca juga: Indra Sjafri: kami sengaja tidak membawa Todd Ferre ke Vietnam

Timnas U-23 Indonesia dipastikan gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020 setelah kalah dengan skor 0-1 dari Vietnam di laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu (24/3) malam.

Hasil dari pertandingan yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, itu membuat Indonesia belum mengoleksi satu poin pun dari dua laga Grup K.

Indonesia masih menyisakan satu laga terakhir di kualifikasi yakni menghadapi Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, mulai pukul 17.00 WIB.

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Timnas U-23 bertekad menangi laga terakhir kualifikasi Piala Asia

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Tim nasional U-23 Indonesia bertekad memenangi laga terakhirnya di Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 menghadapi Brunei Darussalam, Selasa (26/3), meski sudah dipastikan tidak lolos ke putaran final yang digelar di Thailand pada tahun 2020.

“Kami akan memberikan yang terbaik walau harapan lolos ke Piala Asia U-23 sudah tidak ada. Insya Allah kami memperjuangkan tiga poin,” ujar gelandang timnas U-23 Sani Rizki Fauzi usai berlatih di Kompleks Lapangan VFF di Hanoi, Vietnam, Selasa.

Menurut pemain yang juga anggota Brimob Polri itu, semua pemain skuat berjuluk Garuda Muda dalam kondisi siap tempur. Mental pemain dinilainya bagus dan sudah bisa menerima kegagalan melaju ke Piala Asia U-23 2020.

“Situasi mental kami bagus. Untuk hasil di kualifikasi, kami sebagai pemain sudah berusaha maksimal. Namun hasilnya kami tak lolos, apa boleh buat,” tutur pesepak bola berusia 21 tahun itu.

Apa yang disampaikan Sani diperkuat oleh pernyataan pelatihnya Indra Sjafri.  Indra menegaskan, Indonesia akan turun ke lapangan Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, dengan semangat untuk menang.

“Kami memang selalu ingin menang di setiap pertandingan,” kata Indra.

Timnas U-23 Indonesia sendiri dipastikan gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020 setelah kalah dengan skor 0-1 dari Vietnam di laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu (24/3) malam.

Hasil dari pertandingan yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, itu membuat Indonesia belum mengoleksi satu poin pun dari dua laga Grup K.

Pertandingan terakhir Indonesia kontra Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) di Stadion My Dinh, Hanoi, mulai pukul 17.00 WIB tidak akan berpengaruh karena Thailand dan Vietnam di posisi pertama-kedua Grup K telah mendapatkan enam poin dari dua pertandingan.

Baca juga: Indra Sjafri akui skuatnya bermasalah antisipasi ‘set piece’

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Naturalisasi Pemain Timnas Senior

Naturalisasi Pemain Timnas Senior

Sejak tahun 1950, Indonesia sudah melakukan naturalisasi pemain sepak bola. Enam dekade selanjutnya, naturalisasi pemain terulang kembali di tahun 2010 di tubuh timnas senior.

Debut McMenemy di skuat Garuda berujung kemenangan 2-0 atas Myanmar

Jakarta (ANTARA) – Pelatih timnas senior Indonesia Simon McMenemy mengantongi kemenangan di laga debutnya bersama skuat Garuda usai melibas Myanmar 2-0 pada laga persahabatan FIFA di Stadion Mandalar Thiri Stadium, Mandalay, Myanmar, Senin.

Greg Nwokolo membuat gol pertama bagi Indonesia memanfaatkan bola dari umpan back heel Stefano Lilipaly yang mengecoh barisan pertahanan Myanmar lima menit menjelang turun minum, demikian seperti dipantau lewat laman resmi PSSI.
Baca juga: Indonesia sementara unggul 1-0 atas Myanmar di babak pertama

Indonesia yang memainkan skema 3-4-3 memiliki sejumlah peluang emas mencetak gol di babak pertama.

Pada menit ke 20, Stefano Lilipaly, yang menerima umpan lambung jauh, mengontrol bola dengan baik di depan gawang Myanmar, namun bola hasil sontekannya ditahan sundulan kepala bek Myanmar yang berdiri di belakang kiper.

Skuat asuhan Simon McMenemy kembali membuat peluang pada menit 26 ketika Greg meneruskan bola kepada Rico Simanjuntak yang mampu mengecoh dua bek Myanmar. Rico melesakkan bola melewati kiper Myanmar namun masih melebar ke sisi kanan .

Kemudian pada menit ke-28, Lilipaly yang beradu sprint dan badan dengan be Myanmar Hlaing Bo Bo, menyambut bola umpan terobos dengan sepakan keras, namun bola belum juga mampu menjebol gawang kiper Phyo, yang menahan bola dengan kakinya.

Gol Greg terpaksa dianulir ketika Lilipaly terjebak offside pada menit ke-35 ketika menerima umpan terobos Rico pada menit ke-35.

Myanmar mendapat hadiah penalti di menit ke-43 setelah Manahati Lestusen mejegal keras pemain Myanmar di dalam kotak.

Nyein Chang Aung, yang menjadi algojo tendangan penalti, harus menghela nafas panjang setelah Andritany menahan bola sepakan kerasnya yang mengarah ke sisi kanan gawang.

Lewat serangan balik di menit-menit terakhir, Rico meneruskan bola ke sisi kanan kepada Stefano yang mengeksekusi bola lewat tendangan chip namun berhasil ditahan kiper Myanmar.

McMenemy memanfaatkan paruh kedua untuk merotasi sejumlah pemain. M.Syamsuddin Rachmat menggantikan Stefano Lilipaly, kemudian Novri Setiawan menggantikan Ruben Karel Sanadi, Ricky Fajrin menggantikan Hansamu Yama Pranata.

Greg juga harus ditarik keluar lapangan karena mengalami masalah hamstring di awal paruh kedua dan digantikan oleh Ilija Spasojevic.

Dengan ditariknya Stefano dan Greg, serangan lini depan Indonesia sedikit berbeda dan tidak setajam di paruh pertama karena kehilangan pasokan bola dari sisi sayap. Justru giliran Myanmar yang lebih menguasai bola, walaupun belum menemukan peluang emas untuk menyamakan kedudukan.

Lima belas menit menjelang peluit panjang, belum ada gol tambahan bagi Indonesia walaupun sempat ada peluang lewat Novri Setiawan dan Spasojevic di awal paruh kedua.

Myanmar memiliki peluang pada menit ke-81 ketika Mg Mg Lwin dari sayap kiri menyepak bola ke arah gawang Andritany. Kiper Persija itu mampu menjaga gawangnya kebobolan dengan menepis bola ke atas gawang.

Tak lama berselang, Spasojevic mengamankan gol kedua bagi Indonesia lewat tendangan penalti di menit ke-84 usai pelanggaran keras pemain Myanmar kepada Novri Setiawan di dalam kotak penalti.

Sebelum berangkat ke Myanmar, Indonesia telah menjalani tiga kali uji coba saat TC. Dengan hasil menang 3-1 atas Perth Glory, menang 5-1 dengan State League All Stars, dan bermain imbang 1-1 melawan Bali United. Laga uji coba melawan Myanmar menjadi debut laga pertama pelatih Simon McMenemy usai resmi melatih Timnas Indonesia sejak bulan Januari lalu.

Pelatih asal Skotlandia itu menggantikan Bima Sakti yang gagal total menukangi skuat Garuda di Piala AFF 2018.

Timnas Indonesia di Myanmar berkekuatan 22 pemain termasuk pemain yang baru bergabung latihan di Myanmar, Yanto Basna. Setelah menjalani uji coba melawan Myanmar, skuat Garuda akan kembali ke klub masing-masing. Direncanakan pada bulan Juni mendatang akan kembali menjalani uji coba internasional.
Baca juga: Timnas Garuda tak ingin terpeleset di Myanmar
Baca juga: Simon akan buat tradisi timnas menang di laga tandang
Baca juga: Evan Dimas ingatkan timnas tak remehkan kekuatan Myanmar

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PSSI : roda organisasi tetap berjalan pasca penahanan Joko Driyono

Jakarta (ANTARA) – Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan roda organisasi induk organisasi sepak bola Indonesia itu tetap berjalan pasca penahanan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono oleh Penyidik Satuan Tugas Antimafia Bola Polri, Senin.

“Berkaitan dengan status terbaru Joko Driyono (JD), PSSI menghormati dan menyerahkan penuh proses hukum kepada kepolisian, PSSI sebagai sebuah organisasi selalu menghormati putusan hukum,” kata Anggota Komite Eksekutif PSSI, Gusti Randa di Jakarta dalam keterangan resminya.

Gusti yang juga Ketua Komite Hukum PSSI menambahkan bahwa PSSI berkomitmen terkait penyelesaikan masalah penyuapan, pengaturan skor, match fixing dan lain-lain demi terciptanya sepak bola Indonesia yang sehat.

“Kami tetap bekerja seperti biasanya demi menjaga laju roda organisasi yang kini telah banyak menciptakan banyak inovasi, terutama dalam pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia dalam sepak bola Indonesia,” tambahnya.

Mengenai status Joko Driyono di PSSI, Gusti menegaskan bahwa statusnya masih Plt Ketua Umum PSSI.

“Tugasnya akan dibantu anggota komite eksekutif PSSI lainnya. Pak Joko sendiri sebelumnya juga sudah memberi saya tugas dengan agenda khusus yakni membantu PLT Ketum menjalankan tugas keseharian di organisasi dan mempersiapkan Kongres Luar Biasa,” kata Gusti menambahkan.

Sebelumnya, Penyidik Satuan Tugas Antimafia Bola Polri menahan Plt Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono usai Joko diperiksa di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

“Saudara JD diperiksa tadi pukul 10.00 WIB, lalu kami gelar perkara sekitar pukul 14.00 WIB, setelah itu kami lakukan penahanan terhadap yang bersangkutan,” kata Kepala Satgas Antimafia Bola Polri Brigadir Jenderal Pol Hendro Pandowo di Mabes Polri.

Hendro mengatakan Joko Driyono akan ditahan terhitung hari ini hingga 20 hari ke depan.

Sebelumnya Joko telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang garis polisi oleh penguasaan umum di Kantor Komisi Disiplin PSSI, sejak 14 Februari 2019 silam.

Dalam kasusnya, Joko diduga sengaja merusak sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus dugaan pengaturan skor sepak bola yang sedang ditelisik oleh Satgas Antimafia Bola Polri.

Joko Driyono dikenakan Pasal 363 KUHP terkait pencurian dan pemberatan, kemudian Pasal 232 KUHP tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan. Lalu Pasal 233 KUHP tentang perusakan barang bukti dan yang terakhir adalah Pasal 235 KUHP terkait perintah palsu untuk melakukan tindak pidana yang disebutkan di Pasal 232 KUHP dan 233 KUHP.

Baca juga: Joko Driyono ditahan

Baca juga: Jokdri kembali diperiksa soal barang bukti hingga aliran dana

Baca juga: Polisi pegang janji Jokdri hadiri pemeriksaan Senin

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indra Sjafri rotasi pemain kontra Brunei Darussalam

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri mengatakan ia akan merotasi pemain untuk laga kontra Brunei Darussalam dalam pertandingan terakhir mereka Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Selasa (26/3).

“Pasti banyak rotasi untuk pertandingan besok,” ujar Indra usai memimpin latihan timnya di Kompleks Lapangan VFF, Hanoi, Vietnam, Senin.

Meski demikian, pelatih asal Sumatera Barat itu enggan memberitahukan siapa atau posisi apa saja yang akan diganti.

Yang jelas, Indra yakin semua pemainnya siap untuk menjalani laga yang digelar di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, mulai pukul 20.00 WIB tersebut.

“Mereka yang menjadi cadangan atau pemain pengganti saat melawan Thailand dan Vietnam, dua pertandingan pertama kualifikasi bukan berarti tidak bagus. Hanya saja, saya tidak bisa menurunkan mereka semua dalam satu laga,” tutur dia.

Terkait Brunei Darussalam, Indra Sjafri menilai lawannya itu kerap melakukan taktik pertahanan dalam (deep defending).

Dia pun menyusun rencana untuk membongkar strategi tersebut.

“Mudah-mudahan pertandingan besok berjalan sesuai rencana,” ujar Indra.

Baca juga: Satu gol Vietnam pupuskan harapan Indonesia ke Piala Asia U-23 2020

Timnas U-23 Indonesia dipastikan gagal ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020 setelah kalah dengan skor 0-1 dari Vietnam di laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu (24/3) malam.

Hasil dari pertandingan yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, itu membuat Indonesia belum mengoleksi satu poin pun dari dua laga Grup K.

Pertandingan terakhir Indonesia kontra Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) tidak akan berpengaruh, karena Thailand dan Vietnam di posisi pertama-kedua Grup K telah mendapatkan enam poin dan lolos ke Piala Asia U-23 tahun 2020.

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Southgate: pemain muda siap hadapi suasana bermusuhan di Montenegro

Jakarta (ANTARA) – Setelah mendapat sambutan meriah usai menghantam Republik Ceko 5-0 di Stadion Wembley, pelatih tim nasional Inggris Gareth Southgate berharap para pemain muda siap menghadapi suasana bermusuhan selama 90 menit saat menghadapi tuan rumah Montenegro di penyisihan Piala Eropa 2020, Senin (Selasa WIB).

Aroma permusuhan memang sudah tercium di negara kecil dari Balkan tersebut beberapa hari menjelang pertandingan penyisihan Grup A yang akan berlangsung di Podgorica itu.

Southgate menegaskan bahwa ia percaya bahwa pasukan mudanya bisa mengatasi suasana tersebut dan pertandingan tersebut sangat penting untuk proses pembelajaran.

“Tidak ada keraguan,”  tegas Southgate seperti dikutif Reuters saat jumpa pers ketika ditanya apakah ia yakin untuk menurunkan pemain muda, seperti Jadon Sancho, pemain berusia 18 tahun yang bermain sebagai cadangan saat menghadapi Ceko, serta Declan Rice dan Callum Hudson-Odoi.

“Ini adalah bagian dari edukasi dan untuk menjadi tim papan atas kami harus mampu beradaptasi di setiap keadaan. Pertandingan di Wembley, Jumat menjadi pengalaman berbeda dibanding pertandingan tandang yang selalu lebih sulit,” katanya.

Cedera yang dialami Eric Dier membuat Declan Rice asal West Ham, akan merasakan bermain sebagai starter bersama tim nasional Inggris setelah sebelumnya memiliki kewargaan Irlandia.

“Declan akan mendapat pengalaman sangat bagus di ajang kompetisi internasional. Saya tidak ragu akan kemampuannya sebagai pemain inti,” kata Southgate.

Montenegro sebelumnya pernah menghadapi Inggris pada 2010 dan 2013, dan kali ini pelatih Ljubisa Tumbakovic mengakui bahwa ia tidak mememukan titik lemah dari tim asuhan Southgate itu.

“Saya benar-benar sudah mencoba tapi tidak bisa. Kami dari tim pelatih yang bekerjasama dengan pemain harus realistis,” kata Tumbakovic.

“Hal-hal yang terjadi pada masa lalu memberikan hasil menyenangkan buat Montenegro, besok kami akan bermain dengan pemain yang benar-benar berbeda, pelatih berbeda, kapabilitas berbeda serta ide yang berbeda pula,” katanya.

Hasil statistik memperlihatkan hasil yang menggembirakan bagi tuan rumah Montenegro karena mereka unggul 4-1 dan satu-satunya kekalahan Montenegro terjadi pada 2013 di Wembley dengan skor 1-4.

Baca juga: Henderson, Sancho dan Alli diragukan tampil lawan Montenegro
Baca juga: Southgate ingin tiru Ferguson dalam membimbing pemain muda Inggris
Baca juga: Prediksi Gary Lineker, timnas Inggris bakal berjaya

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia sementara unggul 1-0 atas Myanmar di babak pertama

Jakarta (ANTARA) – Timnas senior Indonesia sementara unggul 1-0 atas tim tuan rumah Myanmar pada babak pertamaBaca juga: Timnas Garuda tak ingin terpeleset di Myanmar laga persahabatan di Stadion Mandalar Thiri Stadium, Mandalay, Myanmar, Senin.

Greg Nwokolo membuat gol pertama bagi Indonesia memanfaatkan bola dari umpan back heel Stefano Lilipaly yang mengecoh barisan pertahanan Myanmar lima menit menjelang turun minum, demikian seperti dipantau lewat laman resmi PSSI pada Senin.

Indonesia yang memainkan skema 3-4-3 memiliki sejumlah peluang emas mencetak gol.

Pada menit ke 20, Stefano Lilipaly, yang menerima umpan lambung jauh, mengontrol bola dengan baik di depan gawang Myanmar, namun bola hasil sontekannya ditahan sundulan kepala bek Myanmar yang berdiri di belakang kiper.

Skuat asuhan Simon McMenemy kembali membuat peluang pada menit 26 ketika Greg meneruskan bola kepada Rico Simanjuntak yang mampu mengecoh dua bek Myanmar. Rico melesakkan bola melewati kiper Myanmar namun masih melebar ke sisi kanan .

Kemudian pada menit ke-28, Lilipaly yang beradu sprint dan badan dengan be Myanmar Hlaing Bo Bo, menyambut bola umpan terobos dengan sepakan keras, namun bola belum juga mampu menjebol gawang kiper Phyo, yang menahan bola dengan kakinya.

Gol Greg terpaksa dianulir ketika Lilipaly terjebak offside pada menit ke-35 ketika menerima umpan terobos Rico pada menit ke-35.

Myanmar mendapat hadiah penalti di menit ke-43 setelah Manahati Lestusen mejegal keras pemain Myanmar di dalam kotak.

Nyein Chang Aung, yang menjadi algojo tendangan penalti, harus menghela nafas panjang setelah Andritany menahan bola sepakan kerasnya yang mengarah ke sisi kanan gawang.

Lewat serangan balik di menit-menit terakhir, Rico meneruskan bola ke sisi kanan kepada Stefano yang mengeksekusi bola lewat tendangan chip namun berhasil ditahan kiper Myanmar.

Skor 1-0 untuk keunggulan sementara Indonesia di paruh pertama.
Baca juga: Timnas Garuda tak ingin terpeleset di Myanmar
Baca juga: Simon akan buat tradisi timnas menang di laga tandang
Baca juga: Evan Dimas ingatkan timnas tak remehkan kekuatan Myanmar

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Latihan timnas U-23 jelang lawan Brunei

Pemain tim nasional U-23 Indonesia Ezra Walian (kedua kiri) menendang bola pada sesi latihan di lapangan Vietnam Footbal Federation (WFF), My Dinh, Hanoi, Vietnam, Senin (25/3/2019). Tim nasional U-23 Indonesia akan menghadapi tim nasional U-23 Brunei pada pertandingan Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Selasa (25/3/2019). ANTARA FOTO/R. Rekotomo/pras.

Indra Sjafri: kami sengaja tidak membawa Todd Ferre ke Vietnam

“Todd itu pemain penting di taktik saya. Saya kehilangan dia khususnya saat kami buntu di babak kedua. Namun, saya tidak bisa memaksakan kehendak pribadi. Dia masih muda dan kami harus mempertimbangkan itu…”

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri mengatakan, pihaknya sengaja tidak membawa pemain sayap Todd Rivaldo Ferre ke Hanoi, Vietnam untuk mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 karena yang bersangkutan didera cedera lutut.

“Itu semua untuk kebaikan Todd,” ujar Indra kepada pewarta di Hanoi, Vietnam, Senin.

Todd, menurut pelatih asal Sumatera Barat itu, menderita cedera yang cukup serius di lututnya sekitar seminggu sebelum penentuan skuat ke Vietnam.

Setelah menjalani pemeriksaan mendalam, tim dokter timnas yang dipimpin Syarief Alwi memutuskan untuk tidak memberikan rekomendasi keberangkatan Todd ke Vietnam.

“Todd itu pemain penting di taktik saya. Saya kehilangan dia khususnya saat kami buntu di babak kedua. Namun, saya tidak bisa memaksakan kehendak pribadi. Dia masih muda dan kami harus mempertimbangkan itu,” tutur Indra.

Baca juga: Dokter timnas U-23 pantau cedera Todd Rivaldo Ferre

Terkait cedera Todd, Syarief Alwi mengatakan bahwa lutut kiri pemain kelahiran Papua, Jayapura, itu mengalami ketegangan (strain) dan memiliki cairan usai berbenturan dengan rekannya dalam sesi pertandingan internal pada Sabtu, 9 Maret 2019 di Jakarta. Kondisi tersebut, lanjut dokter yang kerap disapa Papi itu, butuh waktu penyembuhan selama dua sampai tiga minggu.

“Pelatih Indra Sjafri tidak mau mengambil risiko. Pemain yang berangkat ke Vietnam harus fit 100 persen,” tutur dia.

Kalau dipaksakan, ada kekhawatiran dari tim medis timnas bahwa Todd bisa mengalami hal yang tidak diinginkan seperti putusnya ligamen ACL. Jika demikian, pengobatan harus dilakukan dengan operasi dan penyembuhannya bisa memakan waktu sekitar enam bulan.

Todd Rivaldo Ferre sendiri sudah menjadi bagian dari skuat Indra Sjafri sejak dari timnas U-19 dan pemain berusia 20 tahun itu turut membantu timnas meraih gelar juara Piala AFF U-22 tahun 2019.

Indonesia sendiri sudah dipastikan tidak lolos kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020. ***3***

Baca juga: Todd Rivaldo nyaman jadi “supersub” andalan Indra Sjafri

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Henderson, Sancho dan Alli diragukan tampil lawan Montenegro

Jakarta (ANTARA) – Jordan Henderson, Jadon Sancho dan Dele Alli akan menjalani tes kebugaran pada Senin waktu setempat, yang membuat timnas Inggris diragukan menurunkan ketiganya dalam lanjutan lawatan Kualifikasi Piala Eropa mereka melawan Montenegro.

Ketiganya bermain mengesankan saat tim Tiga Singa menang 5-0 atas Republik Ceko, tetapi diragukan tampil untuk pertandingan Grup A di Stadion Gradski. Penyebab cedera mereka masih belum jelas pada tahap ini.

Laporan Sky Sports News mengetahui bahwa Inggris juga meragukan kondisi kebugaran satu atau dua pemain lainnya menjelang pertandingan pada Selasa dini hari WIB di Stadion Kota Podgorica.

Pelatih Inggris Gareth Southgate belum mengungkapkan susunan pemainnya saat ia masih menunggu untuk mengetahui siapa saja pemain yang bisa diturunkannya.

Southgate memilih untuk tidak memasukkan pemain dari skuat Inggris U-21 ke grup senior, meski banyak pemain utama mengalami cedera usai pertandingan melawan Republik Ceko, pelatih Inggris itu hanya memiliki 17 outfield (selain kiper) yang bisa bertanding.

Kapten Liverpool Henderson akan menjadi pemain Inggris ke-59 yang mencatatkan 50 penampilan internasional bila ia tampil melawan Montenegro.

Baca juga: Menang 2-0 atas Latvia, Polandia puncaki Grup G

Baca juga: Jerman tekuk Belanda 3-2 di kualifikasi Piala Eropa 2020

Baca juga: Hudson-Odoi kaget dipercaya perkuat tim senior Inggris

Baca juga: Prediksi Gary Lineker, timnas Inggris bakal berjaya

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menang 2-0 atas Latvia, Polandia puncaki Grup G

Jakarta (ANTARA) – Polandia mencatatkan dua kemenangan dari dua pertandingan awal kualifikasi Piala Eropa 2020 mereka setelah gol babak kedua oleh Robert Lewandowski dan Kamil Glik memberi mereka kemenangan kandang 2-0 atas Latvia di Grup G pada Senin (25/3) dini hari WIB.

Polandia, yang mengalahkan Austria 1-0 dalam pertandingan pembukaan mereka, memimpin dengan raihan enam poin dari dua pertandingan. Israel dan Makedonia Utara masing-masing mengumpulkan empat dan Slovenia dua sedangkan Austria dan Latvia masih nol.

Upaya Lewandowski masih membentur tiang gawang di babak pertama dan gagal memanfaatkan tiga peluang lainnya ketika kiper Latvia Pavels Steinbors melakukan serangkaian penyelamatan luar biasa sebelum ia akhirnya kebobolan oleh dua gol sundulan.

Bek kiri Polandia Arkadiusz Reca berhasil mengirimkan umpan silang kepada Lewandowski sebelum penyerang Bayern Munchen itu memecah kebuntuan dengan sundulan keras di menit ke-76.

Gol yang hampir serupa dicetak Glik pada menit ke-84, Kamil Grosicki dua kali hampir menambahkan keunggulan bagi tuan rumah yang bermain di National Stadium Warsaw.

Sedangkan Vladislavs Gutkovskis juga memiliki dua peluang bagi tim tamu, tetapi masih gagal untuk membobol gawang Polandia yang dikawal oleh Szczesny.

Baca juga: Rangkuman kualifikasi Euro 2020, Jerman melambung, Rusia menang besar

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kualifikasi Grup G, Polandia gulung Latvia dan Israel tekuk Austria

Jakarta (ANTARA) – Polandia meraih dua kemenangan dari dua laga awal Kualifikasi Euro 2020 mereka setelah gol babak kedua oleh Robert Lewandowski dan Kamil Glik memberi mereka kemenangan kandang 2-0 atas Latvia di Grup G, Minggu.

Di tempat lain dalam pertandingan grup yang sama, hattrick Eran Zahavi memastikan Israel meraih kemenangan kandang 4-2 atas Austria, sementara Slovenia ditahan imbang 1-1 oleh rekannya sesama mantan Yugoslavia, Makedonia Utara.

Polandia, yang mengalahkan Austria 1-0 dalam pertandingan pembukaan mereka, saat ini memimpin Grup G dengan enam poin dari dua pertandingan. Sementara Israel dan Makedonia Utara masing-masing mengemas empat poin, Slovenia memiliki dua poin dan Austria serta Latvia belum mendapat poin.

Sepakan bola Lewandowski masih membentur tiang gawang dengan tembakan terarah di babak pertama dan melewatkan tiga peluang emas lainnya ketika kiper Latvia Pavels Steinbors melakukan serangkaian penyelamatan luar biasa sebelum ia akhirnya takluk dengan sepasang sundulan.

Bek kiri Arkadiusz Reca bergerak cepat dan memberikan umpan silang yang cantik kepada Lewandowski untuk memecah kebuntuan dengan sundulan keras dari jarak enam meter di menit ke-76 sebelum Glik mencetak golnya dengan cara yang serupa di menit ke-84.

Kamil Grosicki dua kali memberikan ancaman kepada lini pertahanan Belgia, sementara Vladislavs Gutkovskis juga memiliki dua peluang empas untuk Latvia, namun semuanya gagal memanfaatkan peluang langka tersebut.

Di tempat terpisah, Israel sempat tertinggal dengan gol Marko Arnautovic di menit kedelapan, tetapi Zahavi lewat sundulan kepalanya mampu membalikkan keadaan dengan tiga gol dan Munas Dabur menjadikannya keunggulan 4-1 sebelum Arnautovic mencetak gol hiburan akhir bagi tim tamu. Pertandingan itu berakhir dengan skor 4-2 untuk keunggulan Israel.

Sementara itu Miha Zajc memberi Slovenia keunggulan pada menit ke-34 di Ljubljana sebelum Enis Bardhi menyamakan kedudukan untuk Makedonia Utara, Makedonia sebelumnya membuat langkah awal yang apik untuk perjalanan mereka di Euro 2020 saat mereka mengalahkan Latvia 3-1 di kandang dalam pertandingan pembuka pada Kamis.

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Klasemen Kualifikasi Piala Asia U-23, Indonesia gagal cetak sejarah

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Indonesia gagal mencetak sejarah untuk pertama kalinya tampil di Piala Asia U-23 karena tidak mampu lolos dari Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020.

Kepastian tersebut didapatkan setelah tim nasional Indonesia dikalahkan oleh Vietnam pada laga kedua mereka di Grup K, Minggu (24/3) malam, dengan skor 1-0.

Satu-satunya gol dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, tersebut dicetak oleh gelandang Trieu Viet Hung di menit ke-90+4.

Hasil itu membuat Indonesia belum mengoleksi satu poin pun dari dua laga Grup K.

Pertandingan terakhir Indonesia kontra Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) tidak akan berpengaruh bagi skuat berjuluk Garuda Muda karena Thailand dan Vietnam sudah mengunci posisi pertama-kedua Grup K.

Vietnam pun lolos ke Piala Asia U-23 tahun 2020 mengikuti Thailand yang berhak langsung tampil di turnamen tersebut sebagai tuan rumah.

Thailand sendiri menaklukkan Brunei Darussalam dengan skor 8-0 di partai Grup B keduanya, Minggu (24/3).

Gol-gol itu dicetak oleh Supachai Chaided (49′, 67′, 72′), Supachok Sarachart (21′), Suphanat Mueanta (58′), Anon Amornlertsak (63′), Saringkan Promsupa (76′), Haime Anak Nyaring (bunuh diri, 90′).

Berikutnya, dalam lanjutan pertandingan Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Selasa (26/3), Indonesia akan berhadapan dengan Brunei Darussalam mulai pukul 17.00 WIB.

Setelah itu, mulai pukul 20.00 WIB, Thailand akan bersua Vietnam. Kedua laga tersebut akan digelar di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam.

Klasemen sementara Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020.

(Peringkat, Main, Menang, Seri, Kalah, Memasukkan Gol, Kemasukan Gol, Poin)

  1. Thailand*) 2 2 0 0 12 0 6
  2. Vietnam*) 2 2 0 0 7 0 6
  3. Indonesia 2 0 0 2 0 -5 0
  4. Myanmar 2 0 0 2 0 -14 0

Keterangan: *)lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020 sebagai tuan rumah. 

Baca juga: Gagal ke Piala Asia tak surutkan semangat Garuda Muda
Baca juga: Vietnam pancing emosi Marinus sampai keluar kartu merah
Baca juga: Indra Sjafri bertanggung jawab atas kegagalan IndonesiaBaca juga: Satu gol Vietnam pupuskan harapan Indonesia ke Piala Asia U-23 2020

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jerman tekuk Belanda 3-2 di kualifikasi Piala Eropa 2020

Jakarta (ANTARA) – Sebuah laga sengit terjadi saat timnas Jerman menghadapi Belanda dalam pertandingan Grup C Kualifikasi Piala Eropa 2020. Tim Panser itu keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2.

Bertanding di Johan Cruijff Arena, Amsterdam, pada Senin (25/3) dini hari WIB, Jerman bermain menyerang sejak awal. Tercatat tim asuhan Joachim Loew itu dua kali menciptakan peluang di awal laga lewat Serge Gnaby dan Nico Schulz meski masih belum membuahkan hasil.

Belanda sendiri baru bisa memberikan ancaman pada menit ke-12 melalui tendangan keras Memphis Depay dari sisi kanan luar kotak penalti, tetapi bolanya masih melambung tinggi dari gawang Jerman.

Jerman berhasil unggul pada menit ke-15 saat Nico Schulz melepaskan umpan tarik yang bisa diterima Leroy Sane, pemain Manchester City itu kemudian melepaskan tendangan keras dengan kaki kiri yang membuat bolanya masuk ke gawang Belanda, tanpa bisa dihalau kiper Jasper Cillessen.

Sebuah peluang emas didapat Belanda lewat Ryan Babel pada menit ke-25. Menerima bola sodoran Quincy Promes ke kotak penalti, Babel yang dalam posisi bebas melepaskan tendangan keras ke gawang Jerman, tetapi kiper Manuel Neuer melakukan aksi gemilang dalam menghalau tembakan tersebut.

Dua menit kemudian, Neuer kembali menggagalkan peluang emas Babel. Berawal dari umpan Promes, Babel yang berada di mulut gawang mampu menyontek bolanya, tapi bisa dihalau oleh kiper Bayern Munchen tersebut.

Keunggulan Jerman bertambah pada menit ke-34. Serge Gnabry mendapat umpan lambung Antonio Ruediger, dan melakukan sedikit tusukan ke dalam kotak. Meski dijaga Virgil van Dijk, Gnabry melepaskan tendangan melengkung yang gagal diantisipasi Cillessen. Jerman memimpin 2-0 atas Belanda, yang bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Belanda langsung memperkecil kedudukan tiga menit selepas turun minum. Bek Matthis de Ligt membuat skor menjadi 1-2. Memanfaatkan crossing Depay, tandukan De Ligt tak mampu diamankan Neuer.

Belanda bersemangat usai mampu mencetak gol. Tekanan demi tekanan, sampai akhirnya Depay menyamakan skor pada menit ke-62.

Di kotak penalti Jerman, usai terjadi sedikit kemelut, Depay bekerja sama dengan Giorginio Wijnaldum sebelum melepaskan tendangan kaki kanan, yang mengirim bola bersarang ke pojok bawah kiri gawang Jerman tanpa bisa diamankan Neuer. Skor menjadi 2-2.

Usai skor imbang, Belanda berkali-kali menekan Jerman. Tercatat Promes dan Depay sempat menebar ancaman lagi ke gawang Neuer, namun upayanya belum membuahkan gol ketiga Belanda.

Jerman juga tak tinggal diam. Toni Kroos sempat memberikan ancaman pada menit ke-82, sedangkan Gnabry membuat peluang di menit ke-84. Keduanya masih belum membuahkan hasil. Di menit ke-88, Jerman pun memasukkan Marco Reus menggantikan Gnabry.

Masuknya Reus berdampak terhadap permainan Jerman, dua menit berselang, penyerang Borussia Dortmund tersebut mengkreasi gol kemenangan Jerman. Ia melepaskan umpan tarik ke tengah dari sisi kiri, yang bisa diselesaikan oleh Schulz. Jerman pun menutup laga dengan kemenangan 3-2 atas Belanda.

Hasil ini membuat Jerman meraih tiga poin perdananya di Grup C Kualifikasi Piala Eropa 2020, dan menempati posisi tiga. Sedangkan Belanda, yang di laga sebelumnya menang 4-0 atas Belarusia, menelan kekalahan pertamanya dan tertahan di peringkat dua dengan tiga poin, masih unggul gol dari Jerman.

Grup C sendiri kini dipuncaki Irlandia Utara, yang di saat bersamaan menang 2-1 atas Belarusia. Irlandia Utara mengoleksi 6 poin dari dua laga, usai di laga sebelumnya menang 2-0 atas Estonia.

Susunan Pemain

Belanda (4-3-3): Cillessen, Blind, Van Dijk, De Ligt, Dumfries, De Jong, Wijnaldum, De Roon (Luuk de Jong), Babel (Bergwijn), Promes, Depay

Jerman (3-4-1-2): Neuer, Ginter, Sule, Ruediger, Schulz, Kroos, Kimmich, Kehrer, Sane, Gnabry (Reus), Goretzka (Gundogan)

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hazard cetak sejarah saat Belgia tekuk Siprus 2-0

Hazard membuka skor setelah 10 menit pertandingan berlangsung dengan tendangan melengkung setelah Batshuayi memberikan umpan

Jakarta (ANTARA) – Eden Hazard menandai penampilannya yang ke-100 bersama timnas Belgia dengan mencetak gol awal dan membawa Belgia meraih kemenangan tandang 2-0 atas Siprus dalam pertandingan Kualifikasi Euro 2020, Minggu waktu setempat.

Michy Batshuayi membuat gol lainnya untuk tim teratas dalam peringkat FIFA itu setelah pada laga perdana mereka, Kamis, juga keberhasil mengalahkan Rusia dalam pertandingan kandang dengan skor 3-1, sehingga Belgia sekarang memiliki enam poin dari dua pertandingan pembuka mereka di Grup I.

Hazard membuka skor setelah 10 menit pertandingan berlangsung dengan tendangan melengkung setelah Batshuayi memberikan umpan. Itu adalah gol internasional ke-30 ketika bintang Chelsea berusia 28 tahun itu menjadi pemain Belgia ketiga yang mencapai angka penampilan ke-100 di timnas setelah Jan Vertonghen dan Axel Witsel.

Batshuayi menggandakan skor delapan menit kemudian, berlari menerobos pertahanan tuan rumah setelah menerima umpan Thorgan Hazard, melewati kiper Urko Pardo yang bergerak maju dan menjentik bola ke gawang yang kosong dari sudut sempit.

Belgia yang tanpa diperkuat sejumlah pemain inti yang cedera, yakni Kevin de Bruyne, Romelu Lukaku dan Witsel, memperpanjang rekor kemenangannya menjadi 12 pertandingan tak terkalahkan mereka melawan Siprus, yang telah mengalahkan San Marino 5-0 di kandang pada Kamis saat laga kualifikasi awal mereka.

Di grup yang sama pada laga hari sebelumnya, Denis Cheryshev mencetak dua gol saat Rusia menang tandang 4-0 di Kazakhstan dan mengemas poin pertama mereka.

Sepasang golnya di babak pertama diikuti oleh dua gol lagi di awal babak kedua di Arana, dari Artem Dzyuba dan gol bunuh diri oleh bek Kazakhstan Abzal Beysebekov.

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kroasia takluk di kandang Hungaria

Pemain Hungaria Botond Barath merayakan kemenangan atas Kroasia pada pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020 grup E di Groupama Arena, Budapest, Senin (25/3/2019) dini hari. Hungaria berhasil mengalahkan tamunya Kroasia 2-1. ANTARA FOTO/Reuters/pras.

Pelatih Vietnam tak puas meski menang atas Indonesia

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pelatih tim nasional U-23 Vietnam Park Hang-Seo mengaku tidak puas dengan performa skuatnya meski menang 1-0 atas Indonesia di laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020.

“Kami memang menang tetapi ada dua alasan yang membuat saya tidak puas,” kata Park usai bertanding kontra Indonesia di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu (24/3) malam.

Alasan pertama, lanjut dia, skuatnya tidak menunjukkan permainan tim yang bagus.

Kedua, Park menilai transisi permainan juga masih tersendat, entah itu bertahan ke menyerang atau sebaliknya.

“Mungkin itu pengaruh dari persiapan kami yang cukup singkat,” kata sosok yang pernah menjadi asisten pelatih Guus Hiddink di Piala Dunia 2002 itu.

Park justru memberikan apresiasi khusus untuk para pemain cadangan yang diturunkannya.

“Saya melakukan beberapa pergantian. Pemain yang masuk membawa pengaruh berbeda untuk tim,” tutur dia.

Timnas U-23 Vietnam lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020 setelah mengalahkan Indonesia dengan skor 1-0 di laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu (24/3) malam.

Hasil dari pertandingan yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, itu membuat Vietnam sudah mengoleksi enam poin dari dua laga Grup K.

Sementara, kekalahan itu membuat Indonesia gagal ke Piala Asia U-23 AFC 2020. Indonesia belum meraih poin di fase grup. Karena itu, pertandingan terakhir Indonesia kontra Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) tidak akan berpengaruh apa-apa di klasemen. 

Baca juga: Satu gol Vietnam pupuskan harapan Indonesia ke Piala Asia U-23 2020
Baca juga: Indra Sjafri: kami kecolongan

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rangkuman kualifikasi Euro 2020, Jerman melambung, Rusia menang besar

Jakarta (ANTARA) – Nico Schulz membawa Jerman mengatasi tuan rumah Belanda 2-3 tepat pada menit ke-90 setelah kedua tim bermain seri 2-2 selama 90 menit pada pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020, sepanjang Minggu malam sampai Senin dini hari WIB ini.

Belgia, Irlandia Utara, Hungaria, Israel, Wales dan Skotlandia juga menang, sedangkan Rusia menang besar 4-0 melawan tuan rumah Kazahkstan. Belanda menelan kekalahan pertamanya pada kampanye mereka dalam Euro 2020, sementara Belarus menelan kekalahan kedua.

Israel secara mengejutkan membabat Austria 4-2, demikian pula Hungaria yang menggasak runner up Piala Dunia 2018 Kroasia dengan 2-1. Slovenia melawan Macedonia menjadi satu-satunya pertandingan yang berakhir seri.

Berikut rangkuman pertandingan kualifikasi Euro 2012 yang dikutip dari laman ESPN.

Belanda vs Jerman; 2-3
Nico Schulz membawa Jerman menang tepat pada menit ke-90 setelah sebelum menit itu kedua tim bermain seri 2-2. Leryo Sane membawa Jerman unggul pada menit 15 untuk digandakan Serge Gnabry pada menit 34. Belanda bangkit pada babak kedua dengan Matthijs de Ligt menciptakan gol pada menit 48 dan disusul Memphis Depay pada menit 63 untuk menyamakan kedudukan.

Siprus vs Belgia; 0-2
Eden Hazard membuka gol tim tamu pada menit 10 yang disusul delapan menit kemudian oleh Michy Batshuayi.

Irlandia Utara vs Belarus; 2-1
Jonny Evans menciptakan gol untuk Irlandia Utara yang dibalas tiga menit kemudian oleh Igor Stasevich. Josh Magennis kemudian menciptakan gol kemenangan pada menit 87 yang membuat Belarus menelan kekalahan kedua dalam kualifikasi Euro 2020.

Polandia vs Latvia; 2-0
Mengurung tim tamu sepanjang laga, Polandia baru bisa menciptakan gol pada menit 76 lewat jagoan mereka, Robert Lewandowski. Delapan menit kemudian Kamil Glik memastikan kemenangan 2-0 tuan rumah.

Slovenia vs Macedonia; 1-1
Miha Zajc menciptakan gol Slovenia pada menit 34, yang baru bisa dibalas pada menit 47 babak kedua oleh Enis Bardhi. Setelah gol ini, kedua tim tak berhasil saling menjebol gawang lagi.

Kazakshtan vs Rusia; 0-4
Denis Cheryshev mencetak dua go pada menit 19 dan 45+2, sedangkan dua gol lainnya diciptakan Artem Dzyuba pada menit 52 dan dari gol bunuh diri Abzal Beysebekov pada menit 62.

Wales vs Slowakia; 1-0
Daniel James menciptakan gol semata wayang dalam pertandingan ini pada menit kelima untuk tuan rumah Wales

Hungaria vs Kroasia; 2-1
Ante Rebic membawa Kroasia unggul lebih dulu pada menit ke-13, namun kemudian disamakan Adam Szalai pada menit 34. Mate Patkai mempersembahkan gol kemenangan Hungaria pada menit 76.

Israel vs Austria; 4-2
Marko Arnautovic sempat membawa tim tamu Austria unggul 1-0 pada menit kedelapan, tetapi disamakan Eran Zahavi pada menit 34. Zahavi lalu menciptakan dua gol lainnya pada menit 45 dan 55 untuk mengemas hatrik, sedangkan Moanes Dabour menciptakan gol keempat Israel pada menit 66. Arnautovic menciptakan gol keduanya dalam laga ini pada menit 75 untuk menipiskan kekalahan mengejutkan Austria dari Israel ini.

San Marino vs Skotlandia; 0-2
Meski menang, Skotlandia dicibir oleh pendukungnya sendiri karena tampil tidak meyakinkan melawan tim paling lemah di dunia ini. Kenny McLean membawa Skotlandia unggul pada menit keempat tapi perlu waktu 70 menit bagi Johnny Russell untuk menggandakannya.

Baca juga: Rusia gulung Kazakhstan 4-0
Baca juga: Skotlandia diejek fans hanya menang 2-0 lawan San Marino
Baca juga: Kroasia takluk 1-2 kepada Hungaria

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kroasia takluk 1-2 kepada Hungaria

Hasil ini membuat persaingan di grup itu makin terbuka setelah Wales menundukkan Slowakia 1-0 di Cardiff beberapa jam sebelumnya

Jakarta (ANTARA) – Gelandang Hungaria Mate Patkai mencetak gol internasional pertamanya untuk mengantarkan negaranya berbalik menang 2-1 setelah ketinggalan melawan runner-up Piala Dunia 2018, Kroasia, dalam laga kualifikasi Grup E Euro 2020, Senin dini hari WIB ini.

Hasil ini membuat persaingan di grup itu makin terbuka setelah Wales menundukkan Slowakia 1-0 di Cardiff beberapa jam sebelumnya.

Slowakia, Wales, Hungaria dan Kroasia sama-sama mengemas tiga poin, sedangkan Azerbaijan nihil, sekalipun Wales dan Azerbaijan baru bermain sekali, sedangkan tiga lainnya sudah dua kali bermain.

Kroasia yang menang 2-1 melawan Azerbaijan, Kamis pekan lalu, sepertinya akan menang mudah setelah Ante Rebic membawa timnya unggul pada menit keenam usai menerima umpan bola rendah dari Andrej Kramaric.

Tetapi Hungaria yang mendapat semangat dari dukungan membahana penonton tuan rumah di Groupama Arena, menyamakan kedudukan pada menit ke-34 lewat striker Adam Szalai yang menyambut umpan cantik Balazs Dzsudzsak yang meneruskannya dengan tendangan yang memperdaya kiper Lovre Kalinic dari sudut sempit.

Baca juga: Skotlandia diejek fans hanya menang 2-0 lawan San Marino

Kapten Dzsudzsak yang merayakan penampilan ke-100 dia untuk timnas Hungaria, menjadi jantung penampilan bersemangat Hungaria. Patkai mencetak gol penentu kemenangan Hungaria pada menit 76 setelah Kroasia gagal menghalau tendangan bebas lawannya.

Pemain pengganti Kroasia, Marin Leovac, gagal menciptakan gol dari set piece. Patkai membawa bola untuk melewati Kalinic dari jarak dua meter untuk makin mempertebal kepercayaan diri tuan rumah dan sekaligus membungkam penonton tim tamu yang bising.

Hungaria yang kalah 0-2 melawan tuan rumah Slowakia pada laga perdana, nyaris menciptakan lagi gol beberapa menit kemudian ketika Kroasia dipaksa menghalau tiga peluang gol dalam kemelut di mulut gawang.

Sebelum pertandingan ini, gelandang Wales Daniel James mencetak gol kemenangan pada menit kelima melawan Slowakia yang merupakan gol internasionalnya pada debut kompetitif bersama Wales yang akan bertandang ke Kroasia pasa 8 Juni, sedangkan Hungaria bertandang ke Azerbaijan.

Baca juga: Rusia gulung Kazakhstan 4-0

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gagal ke Piala Asia tak surutkan semangat Garuda Muda

Saya diberikan tugas oleh PSSI untuk memimpin tim menuntaskan target di Piala AFF, Piala Asia dan SEA Games 2019 dan saya akan konsisten dengan itu, tutur Indra

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020 setelah kalah 0-1 dari Vietnam di fase kualifikasi tidak menyurutkan semangat skuat tim nasional U-23 Indonesia, yang berjulukan resmi Garuda Muda, untuk meraih hasil terbaik di turnamen lain yang mereka ikuti.

“Sepak bola Indonesia tidak akan mati akibat kekalahan itu,” ujar pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu (24/3) malam.

Indra menegaskan, timnya saat ini fokus untuk menunaikan satu target lain yang dibebankan oleh PSSI kepada mereka, yaitu meraih medali emas sepak bola SEA Games 2019 yang berlangsung akhir tahun 2019.

PSSI sendiri memberikan tiga target untuk timnas U-23 Indonesia asuhan Indra Sjafri di tahun 2019. Ketiga bidikan itu adalah juara Piala AFF U-22, lolos ke Piala Asia U-23 2020 dan merebut medali emas cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2019.

Dari target itu, baru satu yang memenuhi harapan, yaitu juara Piala AFF U-19 tahun 2019.

“Saya diberikan tugas oleh PSSI untuk memimpin tim menuntaskan target di Piala AFF, Piala Asia dan SEA Games 2019 dan saya akan konsisten dengan itu,” tutur Indra.

Timnas U-23 Indonesia gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020 setelah kalah dengan skor 0-1 dari Vietnam di laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu (24/3) malam.

Hasil dari pertandingan yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, itu membuat Indonesia belum mengoleksi satu poin pun dari dua laga Grup K.

Pertandingan terakhir Indonesia kontra Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) tidak akan berpengaruh karena sampai hari ini, Minggu, Thailand dan Vietnam di posisi pertama-kedua Grup K telah mendapatkan enam poin dari dua pertandingan yang memastikan mereka lolos ke Piala Asia U-23 tahun 2020.

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vietnam pancing emosi Marinus sampai keluar kartu merah

Sebelum kejadian itu pemain Vietnam beberapa kali mencoba untuk memprovokasinya, tetapi dia bisa meredam. Marinus ini pemain yang bagus

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri mengomentari kartu merah yang diberikan kepada Marinus Wanewar beberapa saat setelah pertandingan kontra Vietnam di Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu malam (24/3), selesai.

“Yang memancing emosi Marinus adalah pemain Vietnam, tetapi wasit tidak melihatnya,” ujar Indra di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu malam tadi.

Marinus Wanewar dikartu merah oleh wasit asal Qatar Saoud Ali sesaat setelah pertandingan timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berakhir.

Penyerang Persipura Jayapura itu mendapatkan kartu kuning kedua setelah dianggap sengaja mengasari pemain lawan.

“Sebelum kejadian itu pemain Vietnam beberapa kali mencoba untuk memprovokasinya, tetapi dia bisa meredam. Marinus ini pemain yang bagus,” kata Indra.

Baca juga: Indra Sjafri akui skuatnya bermasalah antisipasi ‘set piece’

Masih tentang Marinus, pelatih asal Sumatera Barat itu juga mengkritik media Vietnam yang kerap mempertanyakan usia pesepak bola bertinggi badan 1,83 meter itu.

Pertanyaan itu bahkan terdengar kembali dalam konferensi pers pasca laga Indonesia melawan Vietnam.

“Media Vietnam jangan sebentar-sebentar mempermasalahkan umur Marinus. Di negara kami ada orang yang berkulit hitam. Namun jangan kira wajah tua usianya juga tua. Semua pemain kami tidak ada yang melanggar regulasi,” tutur Indra.

Timnas U-23 Indonesia gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-23 setelah kalah 0-1 melawan Vietnam, Minggu malam tadi itu.

Hasil dari pertandingan yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh itu membuat Indonesia belum memperoleh satu poin pun dari dua laga Grup K.

Pertandingan terakhir Indonesia melawan Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) tidak akan berpengaruh karena Thailand dan Vietnam yang berada pada posisi pertama dan kedua Grup K telah mendapatkan enam poin dari dua pertandingan yang memastikan mereka lolos ke Piala Asia U-23 tahun depan.

Baca juga: Indra Sjafri bertanggung jawab atas kegagalan Indonesia
 

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indra Sjafri bertanggung jawab atas kegagalan Indonesia

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri menyatakan bertanggung jawab atas kegagalan skuatnya melaju ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020.

“Jangan salahkan individu pemain. Semua tanggung jawab ada di tangan saya,” ujar Indra di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Senin.

Menurut pria asal Sumatera Barat itu, semua pemainnya sudah berjuang keras sepanjang Kualifikasi Piala Asia U-23 sampai akhirnya tidak lolos ke putaran final setelah ditaklukkan Vietnam 0-1 dalam laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Hanoi, Minggu malam tadi (24/3).

Oleh karena itu, dia mengharapkan pemainnya mendapatkan penilaian seimbang dari masyarakat, khususnya pencinta sepak bola nasional.

“Selalu ada menang kalah dalam sepak bola,” tutur Indra.

Satu gol dari sundulan gelandang tim nasional U-23 Vietnam Trieu Viet Hung pada menit 90+3 memupuskan harapan Indonesia untuk lolos ke putaran final turnamen ini.

Hasil dari laga yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh itu membuat Indonesia belum mengoleksi satu poin pun dari dua laga Grup K.

Pertandingan terakhir Indonesia melawan Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) tidak akan berpengaruh karena sampai Minggu, Thailand dan Vietnam yang menempati posisi pertama dan kedua Grup K telah mendapatkan enam poin dari dua pertandingan yang memastikan mereka lolos ke Piala Asia U-23 edisi 2020.

Baca juga: Indra Sjafri akui skuatnya bermasalah antisipasi ‘set piece’

Pewarta: Miizhaw3Siahaan
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Skotlandia diejek fans hanya menang 2-0 lawan San Marino

Jakarta (ANTARA) – Skotlandia kembali tampil tidak meyakinkan setelah hanya mampu menang 2-0 melawan tim paling lemah di dunia, San Marino, dalam laga kualifikasi Euro 2020 kedua mereka, Senin dini hari WIB.

Pada laga pertamanya Kamis pekan lalu, Skotlandia menyerah 0-3 kepada Kazakshtan.

Tim asuhan Alex McLeish ini gagal untuk segera membangun fondasi setelah sundulan Kenny McLean membuka kemenangan Skotlandia pada menit keempat.

Para pendukung Skotlandia yang datang ke San Marino menumpahkan ketidakpuasannya kepada manajeman Asosiasi Sepak Bola Skotlandia dan McLean, meskipun Johnny Russell menggandakan keunggulan pada menit ke-74.

Kapten timnas Andy Robertson mengakui Skotlandia sulit melupakan kekalahan memalukan 0-3 dari Kazakhstan, Kamis lalu.

Kekalahan pada laga pertama kualifikasi Skotlandia itu membuat negeri ini terlihat kian buruk setelah rival mereka di Grup I, Rusia, justru menang mudah 4-0 melawan Kazakhstan sebelum pertandingan melawan San Marino berlangsung.

Skotlandia hanya mampu menang 2-0 dalam tiga kali ke San Marino, yang dua lainnya dicetak saat mencapai putaran final Pial Eropa 1990-an, demikian scotsman.com.

Baca juga: Rusia gulung Kazakhstan 4-0

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Southgate ingin Grealish main di Liga Premier agar masuk timnas

Saya tidak bilang kami tidak ingin memilih pemain dari liga Championship karena bisa saja itu terjadi, tetapi jadi lebih sulit menaksir level dia

Jakarta (ANTARA) – Manajer Timnas Inggris Gareth Southgate menyatakan gelandang Aston Villa Jack Grealish yang sedang bermain pada divisi dua Championship, mesti membuktikan diri dengan bermain di Liga Premier agar bisa mengalami debut tim nasional seniornya.

Grealish (23) pindah kewarganegaraan dari Irlandia menjadi Inggris pada 2015 dan sudah tujuh kali bermain untuk Inggris U-21. Tetapi Southgate malah memberikan kesempatan kepada dua pemain muda Declan Rice (20) dan Callum Hudson-Odoi (18) untuk melakukan debut bersama Timnas Inggris.

“Jack pernah sebentar bersama kami di U-21,” kata Southgate kepada wartawan. “Meskipun kami bisa menyaksikan kualitasnya, ketika bukti lawan ada level berbeda, maka sulit menghubungkan secara langsung apa yang dilihat pada satu level di atasnya.”

“Sebaliknya dengan Callum (Hudson-Odoi), dia bermain di Liga Europa, dia bermain di Liga Premier, itu bedanya. Saya tidak bilang kami tidak ingin memilih pemain dari liga Championship karena bisa saja itu terjadi, tetapi jadi lebih sulit menaksir level dia.”

Grealish menempati peran krusial untuk Villa yang saat menempati urutan enam Championship guna bisa promosi ke liga utama, dengan empat gol dan lima assist selama musim ini.

Terakhir kali dia main di Liga Premier adalah pada 2016 ketika Villa terdegradasi setelah finis di dasar klasemen.

“Anda melihat bagian-bagian tertentu pertandingan tetapi bukan yang lain (di Championship). Bukan soal fisik, bukan pula soal disiplin taktik,” kata Southgate. “Ada level lain di Liga Premier (yang tidak ada di Championship): kecakapan, kecepatan.”

“Dia pemain yang kami semua sudah kenal, dia pemain yang kami jejak, tetapi itu sedikit bukti yang bisa memberimu keyakinan untuk memilih dia yang saat ini tidak ingin kami lihat. Tetapi sebagai bekas pemain Villa, saya berharap kami tidak terlalu lama lagi untuk melihatnya.”

Baca juga: Inggris, Prancis sempurna di pembukaan Kualifikasi Euro 2020

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gareth Southgate ingin teladani Sir Alex Ferguson

Saya kira itu mewariskan banyak hal, seberapa besar kita mengekspos mereka kepada publik, seberapa besar kita menempatkan mereka pada situasi komersial, kata Southgate

Jakarta (ANTARA) – Manajer Timnas Inggris Gareth Southgate mengaku ingin meneladani Sir Alex Ferguson dalam memancing kemampuan terbaik dari pemain-pemain muda.

Southgate, mantan kepala pengembangan Football Association dan manajer Inggris U-21, sukses mengantarkan timnya menang 5-0 melawan Republik Ceko pada pertandingan pertama mereka dalam kualifikasi Euro 2020, Jumat lalu.

Di tengah persiapannya menghadapi laga berikutnya melawan Montenegro, Southgate menyebut mantan bos Manchester United itu sebagai sumber inspirasi.

“Saya kira itu mewariskan banyak hal,  seberapa besar kita mengekspos mereka kepada publik, seberapa besar kita menempatkan mereka pada situasi komersial,” kata Southgate ketika ditanya tanggung jawab Inggris kepada pemain muda.

“Kita mesti memikirkan semua itu sepanjang waktu karena mudah sekali untuk mereka dalam menikmati momen-momen ini, dan mereka memang mesti menikmati momen-momen ini, tetapi untuk adilnya harus seimbang.”

“Saya selalu terkenang kepada Sir Alex dalam menangani Ryan (Giggs) dan betapa dia telah melakukannya dengan baik sekali. Mereka menopang sukses karena hal itu. Makanya, meskipun mereka bukan pemain kita dalam sehari-harinya, saya kira kita punya tanggung jawab untuk melakukan hal itu semampu yang kita bisa,” kata Southgate.

Baca juga: Van Dijk suka gaya blak-blakan Juergen Klopp
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Van Dijk suka gaya blak-blakan Juergen Klopp

Dia sangat bergairah, dia akan bilang sejujur-jujurnya kepada anda setiap waktu

Jakarta (ANTARA) – Gairah dan kebiasaan Manajer Liverpool Juergen Klopp untuk berbicara langsung ke pokok masalah diterima dengan baik oleh para pemain klub ini, kata bek Virgil van Dijk.

Liverpool yang tengah berada pada puncak klasemen sedang memburu gelar juara liga pertamanya sejak 1990 dan Van Dijk menyatakan Klopp bisa sangat terus terang ketika menilai performa pemain.

“Dia sangat bergairah, dia akan bilang sejujur-jujurnya kepada anda setiap waktu,” kata Van Dijk kepada The Premier League Show. “Dia tidak suka basa basi, itu hal yang secara pribadi sangat saya sukai dan sebagian besar pemain juga senangi.”

“Kami banyak bertemu sepanjang musim di mana dia jelas tidak menyukai beberapa hal. Itu pertanda bagus, bahkan ketika kami cuma kalah dalam satu pertandingan (liga) sepanjang musim selalu ada momen di mana kami bisa bermain jauh lebih baik.”

Baca juga: Klopp sarankan Salah tiru Mane

Liverpool memiliki catatan pertahanan terbaik di liga musim ini setelah hanya kemasukkan 18 gol dari 31 pertandingan, tetapi City bisa menyalip lawannya ini jika memenangkan pertandingan tersisa mereka. Van Dijk menyatakan perburuan gelar akan berlangsung sampai pertandingan terakhir.

“Agak sedikit tidak beruntung bagi kami, bahwa mereka (City) tampil fantastis sepanjang musim. Kami juga telah bermain fantastis di liga,” sambung Van Dijk.

“Itu hal bagus untuk dilihat oleh orang yang mencintai sepak bola. Saya merasakan itu berlangsung baik sampai akhir, kami akan memberikan segala hal yang kami punya dan mereka juga begitu.”

Liverpool menjamu Tottenham Hotspur yang menempati urutan ketiga dalam klasemen liga, Minggu pekan depan.

Baca juga: Van Dijk tak mau remehkan Jerman

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rusia gulung Kazakhstan 4-0

Penderitaan Kazakhstan makin menjadi ketika Abzal Beysebekov menciptakan gol bunuh diri

Jakarta (ANTARA) – Denis Cheryshev mencetak dua gol ketika Rusia menggulung Kazakhstan dengan skor 4-0 untuk memastikan kemenangan pertama Rusia dalam kualifikasi Euro 2020.

Cheryshev membuka pesta gol pada menit ke-19 dan menggandakannya sebelum babak pertama usai.

Artem Dyzuba mengubah kedudukan menjadi 3-0 untuk Rusia pada babak kedua dalam pertandingan yang penguasaan bola didominasi Rusia yang menjadi tim tamu.

Penderitaan Kazakhstan makin menjadi ketika Abzal Beysebekov menciptakan gol bunuh diri.

Rusia tampil sangat dominan pada laga ini sehingga membuat Kazakhstan hanya bisa melepaskan dua tendangan menyasar target.

Kazakhstan telah memetik kemenangan 3-0 melawan Skotlandia pada pertandingan kualifikasi Euro 2020 pertama. Sebaliknya, Rusia bangkit setelah dikalahkan Belgia pada laga kualifikasi pertama mereka pada Euro 2020.

Susunan pemain
Kazakhstan
: Nepogodov; Beysebekov, Akhmetov, Maliy, Logvinenko (Vorogovskiy 29), Suyumbayev; Pertsukh (Zhukov 85), Kuat, Merkel; Murtazayev (Turysbek 59), Zainutdinov
Rusia: Guilherme; Fernandes, Semenov, Dzhikiya, Kudryashov; Ozdoev, Gazinskiy; Ionov (Ignatyev 61), Akhmetov (Aleksey Miranchuk 72), Cheryshev; Dyzuba (Chalov 82)

Baca juga: Gol semata wayang James bawa Wales bungkam Slovakia 1-0

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indra Sjafri akui skuatnya bermasalah antisipasi ‘set piece’

Membenahi itu menjadi pekerjaan rumah kami

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri mengakui skuatnya bermasalah dalam mengantisipasi situasi bola mati (set piece) yang pada prosesnya kerap menjadi awal terciptanya gol lawan.

“Membenahi itu menjadi pekerjaan rumah kami,” ujar Indra usai berlaga kontra Vietnam di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu (24/3) malam.

Pelatih asal Sumatera Barat itu pun berjanji akan memperbaiki hal tersebut agar kondisi serupa tidak terus menerus terjadi.

Timnas U-23 Indonesia memang memiliki catatan buruk terkait set piece khususnya di tiga laga beruntun terakhirnya, termasuk final Piala AFF U-22 2019.

Dari tiga pertandingan itu, skuat berjuluk Garuda Muda kebobolan empat kali dari situasi bola mati.

Satu terjadi saat menghadapi Thailand di final Piala AFF U-22, dua kali ketika menghadapi Thailand di laga perdana Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 dan, terkini, saat menghadapi Vietnam.

Bahkan, satu gol hasil umpan tendangan sudut di laga versus Vietnam membuat Indonesia kalah 0-1 dan tidak dapat lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020 di Thailand.

Lebih menyesakkan lagi, gol Vietnam itu dicetak di menit ke-90+4 atau beberapa detik sebelum laga terakhir.

“Kami kecolongan,” kata Indra Sjafri.

Satu gol dari sundulan gelandang tim nasional U-23 Vietnam Trieu Viet Hung di menit ke-90+3 memupuskan harapan Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020 setelah kalah dengan skor 1-0 di laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu (24/3) malam.

Hasil dari laga yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, itu membuat Indonesia belum mengoleksi satu poin pun dari dua laga Grup K.

Pertandingan terakhir Indonesia kontra Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) tidak akan berpengaruh karena sampai hari ini, Minggu, Thailand dan Vietnam di posisi pertama-kedua Grup K telah mendapatkan enam poin dari dua pertandingan yang memastikan mereka lolos ke Piala Asia U-23 tahun 2020.

Baca juga: Indra Sjafri: kami kecolongan

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gol semata wayang James bawa Wales bungkam Slovakia 1-0

Jakarta (ANTARA) – Daniel James mencetak gol internasional pertamanya di pertandingan debut dan membawa Wales meraih kemenangan di laga pertama mereka di Grup E kualifikasi Piala Eropa 2020, dengan mengalahkan Slovakia 1-0.

Gelandang klub Swansea itu membuat pendukung tuan rumah bersorak di Stadion Cardiff City ketika dia mencuri bola dari bek Peter Pekarik dan melesakkan bola ke gawang lewat tendangan bawah melewati kiper Martin Dubravka di menit kelima, demikian Reuters pada Minggu.
Baca juga: Tiga pemain Wales absen pada kualifikasi Euro 2020 lawan Slovakia

Slovakia yang menang 2-0 atas Hungaria di pertandingan pembuka pada Kamis (21/3), hampir menyamakan kedudukan di paruh kedua, namun kiper Wayne Hennessey membuat sejumlah penyelamatan yang gemilang.

Kiper Wales itu menahan tembakan jarak dekat Albert Rusnak di menit ke-54 dan menjaga gawangnya dengan penyelamatan akrobatik dari bola sundulan Michal Duris di menit ke-74.

Di antara kedua peluang itu, Dubravka juga menyelamatkan gawang tim tamu dari tendangan voli Harry Wilson, sementara Pekarik hampir membuat gol bunuh diri jika saja bola sundulan kepalanya tidak melebar ke sisi luar gawang.

Pada pertandingan lainnya di hari yang sama, Hungaria akan menjamu Kroasia, yang sebelumnya mampu bangkit dari ketinggalan untuk menang 2-1 atas Azerbaijan pada pertandingan pembuka, Kamis (21/3).
Baca juga: Cetak gol larut, Kramaric antar Kroasia tekuk Azerbaijan 2-1

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indra Sjafri: kami kecolongan

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pelatih timnas U-23 Indonesia Indra Sjafri menyebut, gol tunggal Vietnam di laga lanjutan Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu, yang membuat skuat tak bisa melaju ke Piala Asia U-23 2020, terjadi karena skuatnya kecolongan.

“Sebenarnya rencana permainan kami sebagian besar berjalan dengan baik, pergantian pemain juga bagus. Namun kami kecolongan dari set piece. Itulah sepak bola,” ujar Indra usai laga kontra Vietnam di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu malam.

Menurut pelatih asal Sumatera Barat itu, sejatinya laga kontra Vietnam berjalan menarik.

Timnas U-23 Indonesia yang mengincar kemenangan untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020 bermain menyerang.

“Tidak ada pilihan, kami harus menyerang. Dan bersamaan dengan itu, harus waspada pula dengan serangan balik Vietnam,” kata Indra.

Baca juga: Satu gol Vietnam pupuskan harapan Indonesia ke Piala Asia U-23 2020
Baca juga: Suporter Vietnam: terima kasih Indonesia

Pelatih yang membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 tahun 2013 dan Piala AFF U-22 tahun 2019 ini pun mengucapkan selamat kepada Vietnam.

“Selamat untuk Vietnam atas kelolosannya,” tutur Indra.

Satu gol dari sundulan gelandang tim nasional U-23 Vietnam Trieu Viet Hung di menit ke-90+3 memupuskan harapan Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020 setelah kalah dengan skor 0-1 di laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu malam.

Hasil dari laga yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, itu membuat Indonesia belum mengoleksi satu poin pun dari dua laga Grup K. Pada pertandingan pertama Indonesia kalah 0-4 dari Thailand.

Baca juga: Indonesia telan kekalahan 0-4 dari Thailand
Baca juga: Alexandre Gama: penampilan Thailand kejutkan Indonesia

Pertandingan terakhir Indonesia kontra Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) tidak akan berpengaruh karena sampai hari ini, Minggu, Thailand dan Vietnam di posisi pertama-kedua Grup K telah mendapatkan enam poin dari dua pertandingan yang memastikan mereka lolos ke Piala Asia U-23 tahun 2020. ***3***

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Satu gol Vietnam pupuskan harapan Indonesia ke Piala Asia U-23 2020

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Satu gol dari sundulan gelandang tim nasional U-23 Vietnam Trieu Viet Hung di menit ke-90+3 memupuskan harapan Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020 setelah kalah dengan skor 1-0 di laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu malam.

Hasil dari laga yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, itu membuat Indonesia belum mengoleksi satu poin pun dari dua laga Grup K.

Pertandingan terakhir Indonesia kontra Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) tidak akan berpengaruh karena sampai hari ini, Minggu, Thailand dan Vietnam di posisi pertama-kedua Grup K telah mendapatkan enam poin dari dua pertandingan yang memastikan mereka lolos ke Piala Asia U-23 tahun 2020.

Dalam pertandingan versus Vietnam, pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri merotasi posisi kiper, bek hingga gelandang.

Tak ada lagi nama kiper Awan Setho, Rachmat Irianto, kapten Andy Setyo, Saddil Ramdani dan Gian Zola yang bermain saat Indonesia kalah 0-4 dari Thailand, Jumat (22/3).

Mereka digantikan oleh Satria Tama, Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho (kapten), Witan Sulaeman dan Sani Riski.

Sementara Vietnam, yang juga mengincar kemenangan dari laga ini demi lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020, pun menurunkan pemain andalannya seperti kiper Bui Tien Dung, bek Nguyen Thanh Chung dan gelandang sekaligus Nguyen Quang Hai.

Baca juga: Indra Sjafri rotasi kiper hingga gelandang timnas U-23 kontra Vietnam

Indonesia tertekan sejak menit pertama oleh serangan-serangan Vietnam.

Namun, solidnya lini belakang membuat Vietnam gagal membuat gol meski setidak-tidaknya mereka memiliki dua peluang emas.

Indonesia pun demikian. Skuat berjuluk Garuda Muda itu praktis hanya membuat satu sepakan tepat sasaran sepanjang babak pertama yaitu melalui tendangan bebas Muhammad Luthfi Kamal di menit ke-31.

Bola sepakannya berhasil diblok oleh kiper Vietnam yang juga bermain di Piala Dunia U-20 pada tahun 2017, Bui Tien Dung.

Setelah itu, bola banyak berkutat di lini tengah. Itu membuat skor 0-0 tetap bertahan sampai pertandingan memasuki masa jeda.

Di babak kedua, baik Indonesia maupun Vietnam semakin menggencarkan serangan untuk menghadirkan gol. Namun, kedua tim kesulitan untuk melakukannya.

Garuda Muda tercatat hanya membuat dua sepakan tepat ke gawang di 45 menit kedua yaitu melalui percobaan Egy Maulana (54′) dan Marinus Wanewar (61′).

Di menit akhir pertandingan, pada menit ke-90+3, Vietnam akhirnya berhasil mencetak gol melalui sundulan gelandang Trieu Viet Hung memanfaatkan umpan tendangan sudut.

Skor 1-0 bertahan sampai laga usai.

Berikut susunan pemain kedua tim.

Timnas U-23 Indonesia: Satria Tama-pg, Asnawi Mangkualam Bahar, Bagas Adi Nugroho (kapten), Nurhidayat Haji Haris, Firza Andika, Muhammad Luthfi Kamal, Sani Riski, Osvaldo Haay (75′, Gian Zola), Egy Maulana Vikri (82′, Dimas Drajad), Witan Sulaeman (57′, Saddil Ramdani), Marinus Wanewar.

Timnas U-23 Vietnam: Bui Tien Dung-kiper, Do Thinh Thanh (55′, Tran Dinh Trong), Do, Sinh Huynh Tan, Ho Tan Tai, Doan Van Hau, Trieu Viet Hung, Truong Van Thai (40′, Dinh Thanh Binh, 80′ Tranh Danh Trung), Nguyen Huang Duc, Nguyen Thanh Chung, Ha Duc Chinh, Nguyen Quang Hai (kapten).

Baca juga: Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam 0-0 babak pertama

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam 0-0 babak pertama

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pertandingan tim nasional U-23 Indonesia versus Vietnam imbang dengan skor 0-0 di babak pertama laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu malam.

Dalam pertandingan tersebut, pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri merotasi posisi kiper, bek hingga gelandang.

Tak ada lagi nama kiper Awan Setho, Rachmat Irianto, kapten Andy Setyo, Saddil Ramdani dan Gian Zola yang bermain saat Indonesia kalah 0-4 dari Thailand, Jumat (22/3).

Mereka digantikan oleh penjaga gawang Satria Tama, Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho (kapten), Witan Sulaeman dan Sani Riski.

Sementara Vietnam, yang juga mengincar kemenangan dari laga ini demi lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020, pun menurunkan pemain andalannya seperti kiper Bui Tien Dung, bek Nguyen Thanh Chung dan gelandang sekaligus Nguyen Quang Hai.

Dalam pertandingan itu, timnas U-23 Indonesia yang berseragam merah tertekan sejak menit pertama oleh serangan-serangan Vietnam.

Namun, solidnya lini belakang membuat Vietnam gagal membuat gol meski setidak-tidaknya mereka memiliki dua peluang emas.

Indonesia pun demikian. Skuat berjuluk Garuda Muda itu praktis hanya membuat satu sepakan tepat sasaran sepanjang babak pertama yaitu melalui tendangan bebas Muhammad Luthfi Kamal di menit ke-31.

Bola sepakannya berhasil diblok oleh kiper Vietnam yang juga bermain di Piala Dunia U-20 pada tahun 2017, Bui Tien Dung.

Timnas U-23 Indonesia cukup sering membuat pelanggaran di paruh perdana. Tercatat dua kartu kuning yang diberikan wasit Saoud Ali kepada pemain timnas Indonesia yaitu Marinus Wanewar dan Muhammad Luthfi Kamal.

Setelah itu, bola banyak berkutat di lini tengah. Itu membuat skor 0-0 tetap bertahan sampai pertandingan memasuki masa jeda.

Berikut susunan pemain kedua tim.

Timnas U-23 Indonesia: Satria Tama-pg, Asnawi Mangkualam Bahar, Bagas Adi Nugroho (kapten), Nurhidayat Haji Haris, Firza Andika, Muhammad Luthfi Kamal, Sani Riski, Osvaldo Haay, Egy Maulana Vikri, Marinus Wanewar.

Timnas U-23 Vietnam: Bui Tien Dung-kiper, Do Thinh Thanh Do, Sinh Huynh Tan, Ho Tan Tai, Doan Van Hau, Trieu Viet Hung, Truong Van Thai (40′, Dinh Thanh Binh), Nguyen Huang Duc, Nguyen Thanh Chung, Ha Duc Chinh, Nguyen Quang Hai (kapten). 

Baca juga: Suporter Vietnam: terima kasih Indonesia
Baca juga: Indra Sjafri rotasi kiper hingga gelandang timnas U-23 kontra Vietnam
Baca juga: Suporter Vietnam sambut laga kontra Indonesia dengan “flare”
Baca juga: Pratinjau Indonesia versus Vietnam, Garuda Muda harus fokus sejak awal

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Inilah penampakan stadion baru Tottenham Hotspur

Penonton melintas di depan gambar Harry Kane di salah satu bagian stadion Tottenham Hotspur, London, Minggu (24/3/2019). Stadion baru milik Spurs itu akan digunakan perdana pada 3 April 2019 saat melawan Crystal Palace di lanjutan Liga Inggris. ANTARA FOTO/Action Images via Reuters/PAUL CHILDS/pras.

Timnas Garuda tak ingin terpeleset di Myanmar

Calon lawan Andik Vermansah dan kawan-kawan bukan lawan yang enteng. Apalagi Myanmar bertanding di kandang sendiri. Untuk itu pihaknya meminta seluruh pemain menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Jakarta (ANTARA) – Timnas senior Indonesia siap menghadapi tuan rumah Myanmar pada pertandingan persahabatan internasional di Stadion Mandalarthiri, Mandalay, Myanmar, Senin (25/3) dan timnas Garuda ini tak ingin terpeleset di kandang lawan.

“Saya menantikan laga esok, saya pikir akan menjadi suatu ujian yang bagus untuk kami melihat hasil dari latihan kami sejauh ini.” kata pelatih timnas Simon McMenemy seperti yang dilansir pssi.org yang dipantau dari Jakarta, Minggu.

Laga melawan Myanmar menjadi laga pertama bagi pelatih asal Skotlandia itu. Untuk itu mantan pelatih Bhayangkara FC ini bertekad meraih hasil yang terbaik sesuai dengan harapan pecinta sepak bola Indonesia. Persiapan pun sudah dilakukan secara maksimal dengan menjalani pemusatan latihan (TC) di Australia dan Bali sejak awal Maret.

Simon menegaskan calon lawan Andik Vermansah dan kawan-kawan bukan lawan yang enteng. Apalagi Myanmar bertanding di kandang sendiri. Untuk itu pihaknya meminta seluruh pemain menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Hasil laga nanti sangat penting, tetapi lebih penting tentang proses membangun tim saat ini, dan proses menuju kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia pada akhir tahun ini. Maka, lebih baik kami menghadapi laga ini dengan bijak. Karena yang terpenting adalah bagaimana kami bermain dan apakah kami melakukan hal yang benar untuk kualifikasi akhir tahun ini,” kata Simon.

Sementara itu, kiper timnas Indonesia, Andritany Ardhiyasa mengaku pertandingan melawan Myanmar sangat penting untuk Indonesia. Apalagi mereka saat ini dengan pelatih baru, dan ingin memberikan yang terbaik untuk negara, dan juga pelatih.

“Kami datang ke sini dengan perjalanan yang cukup jauh, dan datang ke sini kami ingin bermain semaksimal mungkin, mendapatkan hasil kemenangan. Kami sudah melakukan persiapan dengan baik,” kata Andritany.

“Saya sudah kedua kalinya main di Myanmar, dan keduanya main di Yangon. Ini pertama kalinya saya datang ke Mandalay, bedanya adalah Yangon mungkin karena ibu kota, kota besar, dan saya belum pernah bermain di sini, semoga di sini tidak berbeda dengan di Yangon,” tambah kiper asal klub Persija Jakarta ini.

Timnas Indonesia di Myanmar berkekuatan 22 pemain termasuk pemain yang baru bergabung latihan di Myanmar, Yanto Basna. Setelah menjalani uji coba melawan Myanmar, skuat Garuda akan kembali ke klub masing-masing. Direncanakan pada Juni mendatang akan kembali menjalani uji coba internasional.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Suporter Vietnam: terima kasih Indonesia

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Suporter tim nasional Vietnam mengucapkan terima kasih dalam Bahasa Indonesia kepada pendukung timnas Indonesia sebagai tanda persahabatan kedua negara saat menyambut laga timnas U-23 kedua negara di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu malam.

“Vietnam dan Indonesia selalu memiliki hubungan baik,” ujar salah satu suporter Nguyen Gia Luong kepada Antara di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu malam.

Timnas U-23 Indonesia dan Vietnam berjumpa di laga lanjutan Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 di Hanoi, Vietnam, Minggu malam.

Tensi pertandingan ini diperkirakan cukup tinggi karena kedua kesebelasan mengincar kemenangan demi lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak mempengaruhi hubungan baik suporter kedua negara.

Sebelum pertandingan dimulai, di halaman Stadion Nasional My Dinh, puluhan orang suporter Indonesia dan Vietnam berkumpul untuk bernyanyi bersama-sama.

Mereka saling melontarkan yel-yel dukungan yang kerap diperdengarkan di stadion. Hal itu dilakukan bergantian sambil mengibarkan bendera kedua negara.

Uniknya, yang menjadi pengiring yel-yel Vietnam adalah para suporter Indonesia dengan bass drumnya. Semuanya bernyanyi, melompat-lompat dan membuat suasana gembira.

Sesi terakhir ramah-tamah tersebut ditandai dengan ucapan “Cám n, Cám n Vietnam” dari suporter Indonesia yang dibawakan sambil bernyanyi. Itu merupakan Bahasa Vietnam yang artinya terima kasih.

Sebagai balasan, suporter Vietnam mengucapkan terima kasih kepada pendukung timnas U-23 Indonesia dalam Bahasa Indonesia, juga dengan lantun yel-yel persahabatan.

“Terima kasih. Terima kasih Indonesia,” kata mereka.

Suporter Indonesia menyambut gembira suasana kekeluargaan tersebut.

“Ini menjadi contoh yang baik untuk suporter-suporter di dunia, khususnya Asia Tenggara juga Indonesia. Semua suporter sepak bola harus bersahabat,” kata seorang suporter Indonesia Hazim Kurniawan.

Baca juga: Indonesia sementara di peringkat tiga kualifikasi Piala Asia U-23

Tim nasional U-23 Indonesia menghadapi Vietnam dalam lanjutan laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu, mulai pukul 20.00 WIB.

Kedua tim harus memenangkan pertandingan agar membuka peluang lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020.

Di laga Grup K sebelumnya, Jumat (22/3), Indonesia takluk 0-4 dari Thailand, sementara Vietnam mengalahkan Brunei Darussalam dengan skor 6-0.

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berahino pulang kampung bantu Burundi lolos ke Piala Afrika

Jakarta (ANTARA) – Keputusan Saido Berahino pulang kampung ke negara yang ditinggalkan keluarganya ketika dia masih kecil berbuah manis ketika pemain sayap Stoke City itu membantu Burundi lolos ke putaran final Piala Afrika.

Hasil imbang 1-1 ketika menjamu Gabon di Bujumbura pada Sabtu memastikan tempat kedua bagi Burundi di grup C setelah Mali di puncak klasemen.

“Sangat luar biasa, aku tidak bisa berkata-kata,” kata Berahino kepada Radio France International seperti dikutip Reuters, Minggu.

“Dari awal hingga finis sangat lah hebat, dari momen ketika kami tiba di stadion hingga kami meninggalkannya. Sangat tak terbayangkan,” kata Berahino.

Penyerang berusia 25 tahun itu meninggalkan negara asalnya ketika dia berumur 10 tahun bersama ibunya, karena sang ayah terbunuh akibat perang saudara.

“Aku hanya bisa berterima kasih ke Tuhan bahwa aku selalu ingin membela tim di turnamen yang besar, aku bisa melakukan itu bersama tanah kelahiranku. Ini sempurna. Suatu mimpi yang terwujud.”

Baca juga: Berahino diberi waktu untuk pertimbangkan masa depannya

Berahino diberi status pengungsi oleh Inggris Raya ketika dia memulai karir sepakbolanya di West Bromwich Albion. Dia bahkan pernah membela timnas Inggris U-21 dan juga dipanggil untuk membela skuat senior Inggris.

Tahun lalu, FIFA menyetujui permintaan Berahino untuk beralih membela negara asalnya. Sejak itu pula dia telah rutin membela Burundi di kualifikasi Piala Afrika sejak pertama kali melakoni debut melawan Gabon pada September lalu.

Masuknya Berahino menjadi pemicu semangat tim yang tidak banyak memiliki pemain berpengalaman itu di turnamen yang kali ini meloloskan 24 tim ke putaran final.

“Keputusan itu membuat kami semakin termotivasi dan itu memberi kami determinasi lebih yang kami butuhkan untuk menorehkan nama kami di Piala Afrika,” imbuhnya.

“Bukan perkara mudah, tapi kami adalah skuat yang sangat bersatu. Kami sukses karena kesatuan kami.”

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indra Sjafri rotasi kiper hingga gelandang timnas U-23 kontra Vietnam

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri merotasi posisi kiper, bek hingga gelandang saat berhadapan dengan Vietnam dalam lanjutan laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu malam.

Di bawah mistar gawang, kiper Awan Setho yang bermain saat Indonesia kalah 0-4 dari Thailand, Jumat (22/3), dibangkucadangkan.

Palang pintu terakhir pertahanan Indonesia dipercayakan kepada Satria Tama Hardiyanto.

Nama bek tengah Rachmat Irianto dan kapten Andy Setyo jug tidak diturunkan saat menghadapi Vietnam.

Pengganti mereka adalah Bagas Adi Nugroho, yang juga diplot sebagai kapten dan Nurhidayat Haji Haris.

Sementara di sektor gelandang, tak ada nama Saddil Ramdani dan Gian Zola. Indra Sjafri kali ini lebih memilih Witan Sulaeman dan Sani Riski Fauzi.

Untuk penyerang tengah, sosok Marinus Wanewar belum tergantikan. Tugas utama Marinus untuk menggedor pertahanan lawan dibantu Egy Maulana Vikri dan Osvaldo Haay.

Vietnam, yang juga mengincar kemenangan dari laga ini demi lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020, pun menurunkan pemain andalannya seperti kiper Bui Tien Dung, bek Nguyen Thanh Chung dan gelandang sekaligus Nguyen Quang Hai.

Berikut susunan pemain kedua tim.

Timnas U-23 Indonesia: Satria Tama-pg, Asnawi Mangkualam Bahar, Bagas Adi Nugroho (kapten), Nurhidayat Haji Haris, Firza Andika, Muhammad Luthfi Kamal, Sani Riski, Osvaldo Haay, Egy Maulana Vikri, Marinus Wanewar.

Timnas U-23 Vietnam: Bui Tien Dung-kiper, Do Thinh Thanh Do, Sinh Huynh Tan, Ho Tan Tai, Doan Van Hau, Trieu Viet Hung, Truong Van Thai, Nguyen Huang Duc, Nguyen Thanh Chung, Ha Duc Chinh, Nguyen Quang Hai (kapten). ***3***

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Suporter Vietnam sambut laga kontra Indonesia dengan “flare”

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Suporter tim nasional U-23 Vietnam menyambut laga tim kesayangannya kontra Indonesia dalam lanjutan pertandingan Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu, dengan menyalakan suar (flare) di luar Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam.

“Ini bentuk dukungan kami kepada tim nasional U-23 Vietnam,” ujar salah seorang suporter bernama Pham Van Cuong kepada Antara di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu.

Menurut Pham, bagi Vietnam, laga melawan Indonesia selalu spesial. Sebab, skuat Merah Putih dianggap salah satu rival kuat di Asia Tenggara.

Meski demikian, para pendukung loyal Vietnam yakin mereka dapat menaklukkan Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan. “Kami yakin menang dan lolos ke Piala Asia U-23,” kata Pham.

Para pendukung Vietnam menyalakan flare berwarna merah dari atas tiga mobil berbeda.

Mereka melakukannya sambil menari diiringi musik disko yang diputar melalui pengeras suara.

Suporter tersebut mengenakan pernak-pernik Vietnam, mulai dari pakaian, topi, pengikat kepala hingga tempelan corak bendera di pipi.

Tim nasional U-23 Indonesia menghadapi Vietnam dalam lanjutan laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu, mulai pukul 20.00 WIB.

Kedua tim harus memenangkan pertandingan agar membuka peluang lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020.

Di laga Grup K sebelumnya, Jumat (22/3), Indonesia takluk 0-4 dari Thailand, sementara Vietnam mengalahkan Brunei Darussalam dengan skor 6-0.

Baca juga: Ladeni Vietnam, timnas U-23 benahi mental

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mourinho: filosofi tidak ada gunanya bila belum sekali pun juara

Jakarta (ANTARA) – Jose Mourinho memang masih belum menangani sebuah klub saat ini, tetapi ia sedikit pun tidak kehilangan kemampuannya dalam mengeluarkan komentar pedas yang menjadi ciri khasnya.

Pelatih asal Portugal tersebut telah “menganggur” sejak Desember 2018 ketika ia dipecat dari Manchester United menyusul kekalahan 3-1 di kandang rival mereka, Liverpool. Sebelum kehilangan pekerjaannya, Mourinho menjalani kariernya selama 18 bulan tanpa gelar.

Namun, pemecatan tersebut tidak memengaruhi keyakinan Mourinho dengan metode-metodenya, yang telah menghasilkan 25 trofi di sepanjang kariernya.

Berbicara di beIN sports, Mourinho mengkritik para pelatih yang lebih menekankan ‘filosofi’, tetapi tidak sekali pun berhasil memenangkan gelar juara.

“Beberapa pelatih suka menjual ide filosofi, tetapi Anda harus menjual filosofi setelah Anda menang. Bila Anda tidak memenangkan apa pun apa gunanya? Bila tim Anda bermain dengan sangat baik, tim Anda menang, jadi saya tidak suka kontradiksi yang kita miliki di sepak bola saat ini,” katanya.

Sebelumnya, Mourinho pernah mengkritik beberapa pelatih termasuk bos Liverpool, Jurgen Klopp, yang banyak mempublikasikan pendekatan ‘heavy metal football’ tetapi belum sekali pun meraih gelar di klubnya saat ini.

Mourinho juga mengatakan bahwa ia telah menolak tiga atau empat tawaran melatih klub. “Saya tahu apa yang tidak saya inginkan dan itulah alasan mengapa saya harus menolak tiga atau empat penawaran berbeda.”

“Saya tahu apa yang saya inginkan, bukan menunggu satu klub tertentu, tetapi sifat pekerjaannya dan saya akan menunggu,” katanya, sebelum mengungkapkan bahwa ia ingin kembali melatih klub pada Juni 2019.

Baca juga: Jose Mourinho ingin kembali melatih

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Southgate ingin tiru Ferguson dalam membimbing pemain muda Inggris

Jakarta (ANTARA) – Gareth Southgate mengambil contoh dari Sir Alex Ferguson saat mencoba menangani dan membimbing pemain muda Inggris seperti Jadon Sancho dan Callum Hudson-Odoi.

Setelah mencapai semifinal Piala Dunia tahun lalu dan posisi sama di Liga Negara UEFA perdana yang digelar musim panas ini, tim Tiga Singa menjalani musim 2019 dengan baik setelah melumat Republik Ceko 5-0 di kualifikasi Euro 2020 pada Sebut dini hari WIB.

Pemain sayap Borussia Dortmund Sancho tampil brilian di pertandingan perdananya bersama Inggris, begitu juga sesama pemenang Piala Dunia U17 Hudson-Odoi dan Declan Rice dalam debut mereka.

“Kami memiliki kompetisi untuk memperebutkan tempat dan setidaknya di posisi depan, mereka sudah dewasa dalam usia sangat muda,” kata Southgate yang dikutip Sky Sports menjelang pertandingan Grup A Selasa di Montenegro.

Baca juga: Southgate sebut Belanda punya karakter serupa Inggris

Southgate telah menunjukkan bahwa ia tidak ragu untuk memberi kesempatan kepada para pemain muda dan berusaha mengikuti cara mantan pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson dalam mendidik para pemainnya, contohnya seperti Ryan Giggs.

“Saya rasa kami bertanggung jawab dengan segalanya: seberapa banyak kami mengekspos mereka kepada publik, seberapa banyak kami menempatkan mereka dalam situasi komersial,” kata Southgate terkait tanggung jawab manajemen timnas kepada para pemain muda.

“Kita harus memikirkan semua itu sepanjang waktu karena sangat mudah bagi mereka untuk menikmati saat-saat ini, dan mereka harus menikmatinya tetapi harus ada keseimbangan yang baik.”

Baca juga: Southgate: pemain muda inggris bukan untuk bereksperimen

“Saya selalu melihat cara Sir Alex (Ferguson) dengan Ryan (Giggs) dan bagaimana ia melakukannya dengan sangat baik. Mereka mampu mempertahankan kesuksesan sangat lama.”

“Jadi, meski mereka bukan pemain kami sehari-hari, saya rasa kami memiliki tanggung jawab untuk melakukan itu sebanyak yang kita bisa, karena kami juga menempatkan mereka ke tingkat yang lebih tinggi dan kami harus memastikan kami mendapatkan keseimbangan yang tepat untuk klub, tetapi yang paling penting bagi pemain,” tambah Southgate.

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019