Reus berharap Dortmund pertahankan semangat pantang menyerah

Jakarta (ANTARA) – Gelandang serang sekaligus kapten Borussia Dortmund, Marco Reus, berharap timnya mempertahankan semangat pantang menyerah dalam perburuan gelar juara Liga Jerman setelah meraih kemenangan dramatis dengan skor 3-2 di kandang Hertha Berlin pada laga pekan ke-26, Minggu dini hari WIB.

Reus berperan penting atas kemenangan tersebut, sebab ia mencetak gol penentu pada masa injury time di hadapan publik Stadion Olimpiade, Berlin.

“Kemenangan luar biasa yang diraih pada menit ke-93 akan memberi kami dorongan besar,” kata Reus dalam komentar purnalaga sebagaimana dilansir Reuters.

Dortmund tertinggal lebih dulu akibat gol cepat Salomon Kalou yang kemudian disamakan oleh Thomas Delaney.

Hertha kembali unggul lewat penalti Kalou namun Dan-Axel Zagadou menyamakan kedudukan dan Dortmund sepertinya akan pulang hanya dengan mengantongi satu poin, lantaran kedudukan bertahan hingga waktu normal berlalu, sebelum akhirnya tembakan Reus menyambut umpan Jadon Sancho berhasil membawa timnya berbalik meraih kemenangan 3-2.

“Kami terus percaya dan berjuang. Ini kemenangan yang pantas kami raih,” ujarnya.

“Sekarang kami hanya perlu terus mempertahankan mentalitas pantang menyerah ini di pertandingan-pertandingan berikutnya,” kata Reus menambahkan.

Kemenangan di markas Hertha membuat Dortmund untuk sementara kembali ke puncak klasemen dengan koleksi 60 poin, unggul tiga poin dari Bayern Muenchen (57) yang turun ke peringkat kedua dan baru memainkan laga pekan ke-26 pada Senin (18/3) dini hari WIB.

Jika Muenchen menang, otomatis mereka akan kembali merebut posisi puncak berbekal keunggulan selisih gol yang jadi pembeda ketika kedua tim memiliki total poin yang sama.

Baca juga: Gol larut Reus di markas Hertha Berlin jaga asa juara Dortmund
Baca juga: Hasil dan klasemen Liga Jerman, Dortmund kembali ke puncak
Baca juga: Dortmund menang, tapi harus rela turun dari pucuk klasemen

 

Penerjemah: Gilang Galiartha
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019