Naturalisasi Pemain Timnas Senior

Naturalisasi Pemain Timnas Senior

Sejak tahun 1950, Indonesia sudah melakukan naturalisasi pemain sepak bola. Enam dekade selanjutnya, naturalisasi pemain terulang kembali di tahun 2010 di tubuh timnas senior.

Debut McMenemy di skuat Garuda berujung kemenangan 2-0 atas Myanmar

Jakarta (ANTARA) – Pelatih timnas senior Indonesia Simon McMenemy mengantongi kemenangan di laga debutnya bersama skuat Garuda usai melibas Myanmar 2-0 pada laga persahabatan FIFA di Stadion Mandalar Thiri Stadium, Mandalay, Myanmar, Senin.

Greg Nwokolo membuat gol pertama bagi Indonesia memanfaatkan bola dari umpan back heel Stefano Lilipaly yang mengecoh barisan pertahanan Myanmar lima menit menjelang turun minum, demikian seperti dipantau lewat laman resmi PSSI.
Baca juga: Indonesia sementara unggul 1-0 atas Myanmar di babak pertama

Indonesia yang memainkan skema 3-4-3 memiliki sejumlah peluang emas mencetak gol di babak pertama.

Pada menit ke 20, Stefano Lilipaly, yang menerima umpan lambung jauh, mengontrol bola dengan baik di depan gawang Myanmar, namun bola hasil sontekannya ditahan sundulan kepala bek Myanmar yang berdiri di belakang kiper.

Skuat asuhan Simon McMenemy kembali membuat peluang pada menit 26 ketika Greg meneruskan bola kepada Rico Simanjuntak yang mampu mengecoh dua bek Myanmar. Rico melesakkan bola melewati kiper Myanmar namun masih melebar ke sisi kanan .

Kemudian pada menit ke-28, Lilipaly yang beradu sprint dan badan dengan be Myanmar Hlaing Bo Bo, menyambut bola umpan terobos dengan sepakan keras, namun bola belum juga mampu menjebol gawang kiper Phyo, yang menahan bola dengan kakinya.

Gol Greg terpaksa dianulir ketika Lilipaly terjebak offside pada menit ke-35 ketika menerima umpan terobos Rico pada menit ke-35.

Myanmar mendapat hadiah penalti di menit ke-43 setelah Manahati Lestusen mejegal keras pemain Myanmar di dalam kotak.

Nyein Chang Aung, yang menjadi algojo tendangan penalti, harus menghela nafas panjang setelah Andritany menahan bola sepakan kerasnya yang mengarah ke sisi kanan gawang.

Lewat serangan balik di menit-menit terakhir, Rico meneruskan bola ke sisi kanan kepada Stefano yang mengeksekusi bola lewat tendangan chip namun berhasil ditahan kiper Myanmar.

McMenemy memanfaatkan paruh kedua untuk merotasi sejumlah pemain. M.Syamsuddin Rachmat menggantikan Stefano Lilipaly, kemudian Novri Setiawan menggantikan Ruben Karel Sanadi, Ricky Fajrin menggantikan Hansamu Yama Pranata.

Greg juga harus ditarik keluar lapangan karena mengalami masalah hamstring di awal paruh kedua dan digantikan oleh Ilija Spasojevic.

Dengan ditariknya Stefano dan Greg, serangan lini depan Indonesia sedikit berbeda dan tidak setajam di paruh pertama karena kehilangan pasokan bola dari sisi sayap. Justru giliran Myanmar yang lebih menguasai bola, walaupun belum menemukan peluang emas untuk menyamakan kedudukan.

Lima belas menit menjelang peluit panjang, belum ada gol tambahan bagi Indonesia walaupun sempat ada peluang lewat Novri Setiawan dan Spasojevic di awal paruh kedua.

Myanmar memiliki peluang pada menit ke-81 ketika Mg Mg Lwin dari sayap kiri menyepak bola ke arah gawang Andritany. Kiper Persija itu mampu menjaga gawangnya kebobolan dengan menepis bola ke atas gawang.

Tak lama berselang, Spasojevic mengamankan gol kedua bagi Indonesia lewat tendangan penalti di menit ke-84 usai pelanggaran keras pemain Myanmar kepada Novri Setiawan di dalam kotak penalti.

Sebelum berangkat ke Myanmar, Indonesia telah menjalani tiga kali uji coba saat TC. Dengan hasil menang 3-1 atas Perth Glory, menang 5-1 dengan State League All Stars, dan bermain imbang 1-1 melawan Bali United. Laga uji coba melawan Myanmar menjadi debut laga pertama pelatih Simon McMenemy usai resmi melatih Timnas Indonesia sejak bulan Januari lalu.

Pelatih asal Skotlandia itu menggantikan Bima Sakti yang gagal total menukangi skuat Garuda di Piala AFF 2018.

Timnas Indonesia di Myanmar berkekuatan 22 pemain termasuk pemain yang baru bergabung latihan di Myanmar, Yanto Basna. Setelah menjalani uji coba melawan Myanmar, skuat Garuda akan kembali ke klub masing-masing. Direncanakan pada bulan Juni mendatang akan kembali menjalani uji coba internasional.
Baca juga: Timnas Garuda tak ingin terpeleset di Myanmar
Baca juga: Simon akan buat tradisi timnas menang di laga tandang
Baca juga: Evan Dimas ingatkan timnas tak remehkan kekuatan Myanmar

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

PSSI : roda organisasi tetap berjalan pasca penahanan Joko Driyono

Jakarta (ANTARA) – Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan roda organisasi induk organisasi sepak bola Indonesia itu tetap berjalan pasca penahanan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono oleh Penyidik Satuan Tugas Antimafia Bola Polri, Senin.

“Berkaitan dengan status terbaru Joko Driyono (JD), PSSI menghormati dan menyerahkan penuh proses hukum kepada kepolisian, PSSI sebagai sebuah organisasi selalu menghormati putusan hukum,” kata Anggota Komite Eksekutif PSSI, Gusti Randa di Jakarta dalam keterangan resminya.

Gusti yang juga Ketua Komite Hukum PSSI menambahkan bahwa PSSI berkomitmen terkait penyelesaikan masalah penyuapan, pengaturan skor, match fixing dan lain-lain demi terciptanya sepak bola Indonesia yang sehat.

“Kami tetap bekerja seperti biasanya demi menjaga laju roda organisasi yang kini telah banyak menciptakan banyak inovasi, terutama dalam pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia dalam sepak bola Indonesia,” tambahnya.

Mengenai status Joko Driyono di PSSI, Gusti menegaskan bahwa statusnya masih Plt Ketua Umum PSSI.

“Tugasnya akan dibantu anggota komite eksekutif PSSI lainnya. Pak Joko sendiri sebelumnya juga sudah memberi saya tugas dengan agenda khusus yakni membantu PLT Ketum menjalankan tugas keseharian di organisasi dan mempersiapkan Kongres Luar Biasa,” kata Gusti menambahkan.

Sebelumnya, Penyidik Satuan Tugas Antimafia Bola Polri menahan Plt Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Joko Driyono usai Joko diperiksa di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

“Saudara JD diperiksa tadi pukul 10.00 WIB, lalu kami gelar perkara sekitar pukul 14.00 WIB, setelah itu kami lakukan penahanan terhadap yang bersangkutan,” kata Kepala Satgas Antimafia Bola Polri Brigadir Jenderal Pol Hendro Pandowo di Mabes Polri.

Hendro mengatakan Joko Driyono akan ditahan terhitung hari ini hingga 20 hari ke depan.

Sebelumnya Joko telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang garis polisi oleh penguasaan umum di Kantor Komisi Disiplin PSSI, sejak 14 Februari 2019 silam.

Dalam kasusnya, Joko diduga sengaja merusak sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus dugaan pengaturan skor sepak bola yang sedang ditelisik oleh Satgas Antimafia Bola Polri.

Joko Driyono dikenakan Pasal 363 KUHP terkait pencurian dan pemberatan, kemudian Pasal 232 KUHP tentang perusakan pemberitahuan dan penyegelan. Lalu Pasal 233 KUHP tentang perusakan barang bukti dan yang terakhir adalah Pasal 235 KUHP terkait perintah palsu untuk melakukan tindak pidana yang disebutkan di Pasal 232 KUHP dan 233 KUHP.

Baca juga: Joko Driyono ditahan

Baca juga: Jokdri kembali diperiksa soal barang bukti hingga aliran dana

Baca juga: Polisi pegang janji Jokdri hadiri pemeriksaan Senin

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indra Sjafri rotasi pemain kontra Brunei Darussalam

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri mengatakan ia akan merotasi pemain untuk laga kontra Brunei Darussalam dalam pertandingan terakhir mereka Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Selasa (26/3).

“Pasti banyak rotasi untuk pertandingan besok,” ujar Indra usai memimpin latihan timnya di Kompleks Lapangan VFF, Hanoi, Vietnam, Senin.

Meski demikian, pelatih asal Sumatera Barat itu enggan memberitahukan siapa atau posisi apa saja yang akan diganti.

Yang jelas, Indra yakin semua pemainnya siap untuk menjalani laga yang digelar di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, mulai pukul 20.00 WIB tersebut.

“Mereka yang menjadi cadangan atau pemain pengganti saat melawan Thailand dan Vietnam, dua pertandingan pertama kualifikasi bukan berarti tidak bagus. Hanya saja, saya tidak bisa menurunkan mereka semua dalam satu laga,” tutur dia.

Terkait Brunei Darussalam, Indra Sjafri menilai lawannya itu kerap melakukan taktik pertahanan dalam (deep defending).

Dia pun menyusun rencana untuk membongkar strategi tersebut.

“Mudah-mudahan pertandingan besok berjalan sesuai rencana,” ujar Indra.

Baca juga: Satu gol Vietnam pupuskan harapan Indonesia ke Piala Asia U-23 2020

Timnas U-23 Indonesia dipastikan gagal ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020 setelah kalah dengan skor 0-1 dari Vietnam di laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu (24/3) malam.

Hasil dari pertandingan yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, itu membuat Indonesia belum mengoleksi satu poin pun dari dua laga Grup K.

Pertandingan terakhir Indonesia kontra Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) tidak akan berpengaruh, karena Thailand dan Vietnam di posisi pertama-kedua Grup K telah mendapatkan enam poin dan lolos ke Piala Asia U-23 tahun 2020.

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Southgate: pemain muda siap hadapi suasana bermusuhan di Montenegro

Jakarta (ANTARA) – Setelah mendapat sambutan meriah usai menghantam Republik Ceko 5-0 di Stadion Wembley, pelatih tim nasional Inggris Gareth Southgate berharap para pemain muda siap menghadapi suasana bermusuhan selama 90 menit saat menghadapi tuan rumah Montenegro di penyisihan Piala Eropa 2020, Senin (Selasa WIB).

Aroma permusuhan memang sudah tercium di negara kecil dari Balkan tersebut beberapa hari menjelang pertandingan penyisihan Grup A yang akan berlangsung di Podgorica itu.

Southgate menegaskan bahwa ia percaya bahwa pasukan mudanya bisa mengatasi suasana tersebut dan pertandingan tersebut sangat penting untuk proses pembelajaran.

“Tidak ada keraguan,”  tegas Southgate seperti dikutif Reuters saat jumpa pers ketika ditanya apakah ia yakin untuk menurunkan pemain muda, seperti Jadon Sancho, pemain berusia 18 tahun yang bermain sebagai cadangan saat menghadapi Ceko, serta Declan Rice dan Callum Hudson-Odoi.

“Ini adalah bagian dari edukasi dan untuk menjadi tim papan atas kami harus mampu beradaptasi di setiap keadaan. Pertandingan di Wembley, Jumat menjadi pengalaman berbeda dibanding pertandingan tandang yang selalu lebih sulit,” katanya.

Cedera yang dialami Eric Dier membuat Declan Rice asal West Ham, akan merasakan bermain sebagai starter bersama tim nasional Inggris setelah sebelumnya memiliki kewargaan Irlandia.

“Declan akan mendapat pengalaman sangat bagus di ajang kompetisi internasional. Saya tidak ragu akan kemampuannya sebagai pemain inti,” kata Southgate.

Montenegro sebelumnya pernah menghadapi Inggris pada 2010 dan 2013, dan kali ini pelatih Ljubisa Tumbakovic mengakui bahwa ia tidak mememukan titik lemah dari tim asuhan Southgate itu.

“Saya benar-benar sudah mencoba tapi tidak bisa. Kami dari tim pelatih yang bekerjasama dengan pemain harus realistis,” kata Tumbakovic.

“Hal-hal yang terjadi pada masa lalu memberikan hasil menyenangkan buat Montenegro, besok kami akan bermain dengan pemain yang benar-benar berbeda, pelatih berbeda, kapabilitas berbeda serta ide yang berbeda pula,” katanya.

Hasil statistik memperlihatkan hasil yang menggembirakan bagi tuan rumah Montenegro karena mereka unggul 4-1 dan satu-satunya kekalahan Montenegro terjadi pada 2013 di Wembley dengan skor 1-4.

Baca juga: Henderson, Sancho dan Alli diragukan tampil lawan Montenegro
Baca juga: Southgate ingin tiru Ferguson dalam membimbing pemain muda Inggris
Baca juga: Prediksi Gary Lineker, timnas Inggris bakal berjaya

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indonesia sementara unggul 1-0 atas Myanmar di babak pertama

Jakarta (ANTARA) – Timnas senior Indonesia sementara unggul 1-0 atas tim tuan rumah Myanmar pada babak pertamaBaca juga: Timnas Garuda tak ingin terpeleset di Myanmar laga persahabatan di Stadion Mandalar Thiri Stadium, Mandalay, Myanmar, Senin.

Greg Nwokolo membuat gol pertama bagi Indonesia memanfaatkan bola dari umpan back heel Stefano Lilipaly yang mengecoh barisan pertahanan Myanmar lima menit menjelang turun minum, demikian seperti dipantau lewat laman resmi PSSI pada Senin.

Indonesia yang memainkan skema 3-4-3 memiliki sejumlah peluang emas mencetak gol.

Pada menit ke 20, Stefano Lilipaly, yang menerima umpan lambung jauh, mengontrol bola dengan baik di depan gawang Myanmar, namun bola hasil sontekannya ditahan sundulan kepala bek Myanmar yang berdiri di belakang kiper.

Skuat asuhan Simon McMenemy kembali membuat peluang pada menit 26 ketika Greg meneruskan bola kepada Rico Simanjuntak yang mampu mengecoh dua bek Myanmar. Rico melesakkan bola melewati kiper Myanmar namun masih melebar ke sisi kanan .

Kemudian pada menit ke-28, Lilipaly yang beradu sprint dan badan dengan be Myanmar Hlaing Bo Bo, menyambut bola umpan terobos dengan sepakan keras, namun bola belum juga mampu menjebol gawang kiper Phyo, yang menahan bola dengan kakinya.

Gol Greg terpaksa dianulir ketika Lilipaly terjebak offside pada menit ke-35 ketika menerima umpan terobos Rico pada menit ke-35.

Myanmar mendapat hadiah penalti di menit ke-43 setelah Manahati Lestusen mejegal keras pemain Myanmar di dalam kotak.

Nyein Chang Aung, yang menjadi algojo tendangan penalti, harus menghela nafas panjang setelah Andritany menahan bola sepakan kerasnya yang mengarah ke sisi kanan gawang.

Lewat serangan balik di menit-menit terakhir, Rico meneruskan bola ke sisi kanan kepada Stefano yang mengeksekusi bola lewat tendangan chip namun berhasil ditahan kiper Myanmar.

Skor 1-0 untuk keunggulan sementara Indonesia di paruh pertama.
Baca juga: Timnas Garuda tak ingin terpeleset di Myanmar
Baca juga: Simon akan buat tradisi timnas menang di laga tandang
Baca juga: Evan Dimas ingatkan timnas tak remehkan kekuatan Myanmar

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Latihan timnas U-23 jelang lawan Brunei

Pemain tim nasional U-23 Indonesia Ezra Walian (kedua kiri) menendang bola pada sesi latihan di lapangan Vietnam Footbal Federation (WFF), My Dinh, Hanoi, Vietnam, Senin (25/3/2019). Tim nasional U-23 Indonesia akan menghadapi tim nasional U-23 Brunei pada pertandingan Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Selasa (25/3/2019). ANTARA FOTO/R. Rekotomo/pras.

Indra Sjafri: kami sengaja tidak membawa Todd Ferre ke Vietnam

“Todd itu pemain penting di taktik saya. Saya kehilangan dia khususnya saat kami buntu di babak kedua. Namun, saya tidak bisa memaksakan kehendak pribadi. Dia masih muda dan kami harus mempertimbangkan itu…”

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri mengatakan, pihaknya sengaja tidak membawa pemain sayap Todd Rivaldo Ferre ke Hanoi, Vietnam untuk mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 karena yang bersangkutan didera cedera lutut.

“Itu semua untuk kebaikan Todd,” ujar Indra kepada pewarta di Hanoi, Vietnam, Senin.

Todd, menurut pelatih asal Sumatera Barat itu, menderita cedera yang cukup serius di lututnya sekitar seminggu sebelum penentuan skuat ke Vietnam.

Setelah menjalani pemeriksaan mendalam, tim dokter timnas yang dipimpin Syarief Alwi memutuskan untuk tidak memberikan rekomendasi keberangkatan Todd ke Vietnam.

“Todd itu pemain penting di taktik saya. Saya kehilangan dia khususnya saat kami buntu di babak kedua. Namun, saya tidak bisa memaksakan kehendak pribadi. Dia masih muda dan kami harus mempertimbangkan itu,” tutur Indra.

Baca juga: Dokter timnas U-23 pantau cedera Todd Rivaldo Ferre

Terkait cedera Todd, Syarief Alwi mengatakan bahwa lutut kiri pemain kelahiran Papua, Jayapura, itu mengalami ketegangan (strain) dan memiliki cairan usai berbenturan dengan rekannya dalam sesi pertandingan internal pada Sabtu, 9 Maret 2019 di Jakarta. Kondisi tersebut, lanjut dokter yang kerap disapa Papi itu, butuh waktu penyembuhan selama dua sampai tiga minggu.

“Pelatih Indra Sjafri tidak mau mengambil risiko. Pemain yang berangkat ke Vietnam harus fit 100 persen,” tutur dia.

Kalau dipaksakan, ada kekhawatiran dari tim medis timnas bahwa Todd bisa mengalami hal yang tidak diinginkan seperti putusnya ligamen ACL. Jika demikian, pengobatan harus dilakukan dengan operasi dan penyembuhannya bisa memakan waktu sekitar enam bulan.

Todd Rivaldo Ferre sendiri sudah menjadi bagian dari skuat Indra Sjafri sejak dari timnas U-19 dan pemain berusia 20 tahun itu turut membantu timnas meraih gelar juara Piala AFF U-22 tahun 2019.

Indonesia sendiri sudah dipastikan tidak lolos kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020. ***3***

Baca juga: Todd Rivaldo nyaman jadi “supersub” andalan Indra Sjafri

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Henderson, Sancho dan Alli diragukan tampil lawan Montenegro

Jakarta (ANTARA) – Jordan Henderson, Jadon Sancho dan Dele Alli akan menjalani tes kebugaran pada Senin waktu setempat, yang membuat timnas Inggris diragukan menurunkan ketiganya dalam lanjutan lawatan Kualifikasi Piala Eropa mereka melawan Montenegro.

Ketiganya bermain mengesankan saat tim Tiga Singa menang 5-0 atas Republik Ceko, tetapi diragukan tampil untuk pertandingan Grup A di Stadion Gradski. Penyebab cedera mereka masih belum jelas pada tahap ini.

Laporan Sky Sports News mengetahui bahwa Inggris juga meragukan kondisi kebugaran satu atau dua pemain lainnya menjelang pertandingan pada Selasa dini hari WIB di Stadion Kota Podgorica.

Pelatih Inggris Gareth Southgate belum mengungkapkan susunan pemainnya saat ia masih menunggu untuk mengetahui siapa saja pemain yang bisa diturunkannya.

Southgate memilih untuk tidak memasukkan pemain dari skuat Inggris U-21 ke grup senior, meski banyak pemain utama mengalami cedera usai pertandingan melawan Republik Ceko, pelatih Inggris itu hanya memiliki 17 outfield (selain kiper) yang bisa bertanding.

Kapten Liverpool Henderson akan menjadi pemain Inggris ke-59 yang mencatatkan 50 penampilan internasional bila ia tampil melawan Montenegro.

Baca juga: Menang 2-0 atas Latvia, Polandia puncaki Grup G

Baca juga: Jerman tekuk Belanda 3-2 di kualifikasi Piala Eropa 2020

Baca juga: Hudson-Odoi kaget dipercaya perkuat tim senior Inggris

Baca juga: Prediksi Gary Lineker, timnas Inggris bakal berjaya

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menang 2-0 atas Latvia, Polandia puncaki Grup G

Jakarta (ANTARA) – Polandia mencatatkan dua kemenangan dari dua pertandingan awal kualifikasi Piala Eropa 2020 mereka setelah gol babak kedua oleh Robert Lewandowski dan Kamil Glik memberi mereka kemenangan kandang 2-0 atas Latvia di Grup G pada Senin (25/3) dini hari WIB.

Polandia, yang mengalahkan Austria 1-0 dalam pertandingan pembukaan mereka, memimpin dengan raihan enam poin dari dua pertandingan. Israel dan Makedonia Utara masing-masing mengumpulkan empat dan Slovenia dua sedangkan Austria dan Latvia masih nol.

Upaya Lewandowski masih membentur tiang gawang di babak pertama dan gagal memanfaatkan tiga peluang lainnya ketika kiper Latvia Pavels Steinbors melakukan serangkaian penyelamatan luar biasa sebelum ia akhirnya kebobolan oleh dua gol sundulan.

Bek kiri Polandia Arkadiusz Reca berhasil mengirimkan umpan silang kepada Lewandowski sebelum penyerang Bayern Munchen itu memecah kebuntuan dengan sundulan keras di menit ke-76.

Gol yang hampir serupa dicetak Glik pada menit ke-84, Kamil Grosicki dua kali hampir menambahkan keunggulan bagi tuan rumah yang bermain di National Stadium Warsaw.

Sedangkan Vladislavs Gutkovskis juga memiliki dua peluang bagi tim tamu, tetapi masih gagal untuk membobol gawang Polandia yang dikawal oleh Szczesny.

Baca juga: Rangkuman kualifikasi Euro 2020, Jerman melambung, Rusia menang besar

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kualifikasi Grup G, Polandia gulung Latvia dan Israel tekuk Austria

Jakarta (ANTARA) – Polandia meraih dua kemenangan dari dua laga awal Kualifikasi Euro 2020 mereka setelah gol babak kedua oleh Robert Lewandowski dan Kamil Glik memberi mereka kemenangan kandang 2-0 atas Latvia di Grup G, Minggu.

Di tempat lain dalam pertandingan grup yang sama, hattrick Eran Zahavi memastikan Israel meraih kemenangan kandang 4-2 atas Austria, sementara Slovenia ditahan imbang 1-1 oleh rekannya sesama mantan Yugoslavia, Makedonia Utara.

Polandia, yang mengalahkan Austria 1-0 dalam pertandingan pembukaan mereka, saat ini memimpin Grup G dengan enam poin dari dua pertandingan. Sementara Israel dan Makedonia Utara masing-masing mengemas empat poin, Slovenia memiliki dua poin dan Austria serta Latvia belum mendapat poin.

Sepakan bola Lewandowski masih membentur tiang gawang dengan tembakan terarah di babak pertama dan melewatkan tiga peluang emas lainnya ketika kiper Latvia Pavels Steinbors melakukan serangkaian penyelamatan luar biasa sebelum ia akhirnya takluk dengan sepasang sundulan.

Bek kiri Arkadiusz Reca bergerak cepat dan memberikan umpan silang yang cantik kepada Lewandowski untuk memecah kebuntuan dengan sundulan keras dari jarak enam meter di menit ke-76 sebelum Glik mencetak golnya dengan cara yang serupa di menit ke-84.

Kamil Grosicki dua kali memberikan ancaman kepada lini pertahanan Belgia, sementara Vladislavs Gutkovskis juga memiliki dua peluang empas untuk Latvia, namun semuanya gagal memanfaatkan peluang langka tersebut.

Di tempat terpisah, Israel sempat tertinggal dengan gol Marko Arnautovic di menit kedelapan, tetapi Zahavi lewat sundulan kepalanya mampu membalikkan keadaan dengan tiga gol dan Munas Dabur menjadikannya keunggulan 4-1 sebelum Arnautovic mencetak gol hiburan akhir bagi tim tamu. Pertandingan itu berakhir dengan skor 4-2 untuk keunggulan Israel.

Sementara itu Miha Zajc memberi Slovenia keunggulan pada menit ke-34 di Ljubljana sebelum Enis Bardhi menyamakan kedudukan untuk Makedonia Utara, Makedonia sebelumnya membuat langkah awal yang apik untuk perjalanan mereka di Euro 2020 saat mereka mengalahkan Latvia 3-1 di kandang dalam pertandingan pembuka pada Kamis.

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Klasemen Kualifikasi Piala Asia U-23, Indonesia gagal cetak sejarah

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Indonesia gagal mencetak sejarah untuk pertama kalinya tampil di Piala Asia U-23 karena tidak mampu lolos dari Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020.

Kepastian tersebut didapatkan setelah tim nasional Indonesia dikalahkan oleh Vietnam pada laga kedua mereka di Grup K, Minggu (24/3) malam, dengan skor 1-0.

Satu-satunya gol dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, tersebut dicetak oleh gelandang Trieu Viet Hung di menit ke-90+4.

Hasil itu membuat Indonesia belum mengoleksi satu poin pun dari dua laga Grup K.

Pertandingan terakhir Indonesia kontra Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) tidak akan berpengaruh bagi skuat berjuluk Garuda Muda karena Thailand dan Vietnam sudah mengunci posisi pertama-kedua Grup K.

Vietnam pun lolos ke Piala Asia U-23 tahun 2020 mengikuti Thailand yang berhak langsung tampil di turnamen tersebut sebagai tuan rumah.

Thailand sendiri menaklukkan Brunei Darussalam dengan skor 8-0 di partai Grup B keduanya, Minggu (24/3).

Gol-gol itu dicetak oleh Supachai Chaided (49′, 67′, 72′), Supachok Sarachart (21′), Suphanat Mueanta (58′), Anon Amornlertsak (63′), Saringkan Promsupa (76′), Haime Anak Nyaring (bunuh diri, 90′).

Berikutnya, dalam lanjutan pertandingan Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Selasa (26/3), Indonesia akan berhadapan dengan Brunei Darussalam mulai pukul 17.00 WIB.

Setelah itu, mulai pukul 20.00 WIB, Thailand akan bersua Vietnam. Kedua laga tersebut akan digelar di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam.

Klasemen sementara Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020.

(Peringkat, Main, Menang, Seri, Kalah, Memasukkan Gol, Kemasukan Gol, Poin)

  1. Thailand*) 2 2 0 0 12 0 6
  2. Vietnam*) 2 2 0 0 7 0 6
  3. Indonesia 2 0 0 2 0 -5 0
  4. Myanmar 2 0 0 2 0 -14 0

Keterangan: *)lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020 sebagai tuan rumah. 

Baca juga: Gagal ke Piala Asia tak surutkan semangat Garuda Muda
Baca juga: Vietnam pancing emosi Marinus sampai keluar kartu merah
Baca juga: Indra Sjafri bertanggung jawab atas kegagalan IndonesiaBaca juga: Satu gol Vietnam pupuskan harapan Indonesia ke Piala Asia U-23 2020

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jerman tekuk Belanda 3-2 di kualifikasi Piala Eropa 2020

Jakarta (ANTARA) – Sebuah laga sengit terjadi saat timnas Jerman menghadapi Belanda dalam pertandingan Grup C Kualifikasi Piala Eropa 2020. Tim Panser itu keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2.

Bertanding di Johan Cruijff Arena, Amsterdam, pada Senin (25/3) dini hari WIB, Jerman bermain menyerang sejak awal. Tercatat tim asuhan Joachim Loew itu dua kali menciptakan peluang di awal laga lewat Serge Gnaby dan Nico Schulz meski masih belum membuahkan hasil.

Belanda sendiri baru bisa memberikan ancaman pada menit ke-12 melalui tendangan keras Memphis Depay dari sisi kanan luar kotak penalti, tetapi bolanya masih melambung tinggi dari gawang Jerman.

Jerman berhasil unggul pada menit ke-15 saat Nico Schulz melepaskan umpan tarik yang bisa diterima Leroy Sane, pemain Manchester City itu kemudian melepaskan tendangan keras dengan kaki kiri yang membuat bolanya masuk ke gawang Belanda, tanpa bisa dihalau kiper Jasper Cillessen.

Sebuah peluang emas didapat Belanda lewat Ryan Babel pada menit ke-25. Menerima bola sodoran Quincy Promes ke kotak penalti, Babel yang dalam posisi bebas melepaskan tendangan keras ke gawang Jerman, tetapi kiper Manuel Neuer melakukan aksi gemilang dalam menghalau tembakan tersebut.

Dua menit kemudian, Neuer kembali menggagalkan peluang emas Babel. Berawal dari umpan Promes, Babel yang berada di mulut gawang mampu menyontek bolanya, tapi bisa dihalau oleh kiper Bayern Munchen tersebut.

Keunggulan Jerman bertambah pada menit ke-34. Serge Gnabry mendapat umpan lambung Antonio Ruediger, dan melakukan sedikit tusukan ke dalam kotak. Meski dijaga Virgil van Dijk, Gnabry melepaskan tendangan melengkung yang gagal diantisipasi Cillessen. Jerman memimpin 2-0 atas Belanda, yang bertahan hingga jeda.

Di babak kedua, Belanda langsung memperkecil kedudukan tiga menit selepas turun minum. Bek Matthis de Ligt membuat skor menjadi 1-2. Memanfaatkan crossing Depay, tandukan De Ligt tak mampu diamankan Neuer.

Belanda bersemangat usai mampu mencetak gol. Tekanan demi tekanan, sampai akhirnya Depay menyamakan skor pada menit ke-62.

Di kotak penalti Jerman, usai terjadi sedikit kemelut, Depay bekerja sama dengan Giorginio Wijnaldum sebelum melepaskan tendangan kaki kanan, yang mengirim bola bersarang ke pojok bawah kiri gawang Jerman tanpa bisa diamankan Neuer. Skor menjadi 2-2.

Usai skor imbang, Belanda berkali-kali menekan Jerman. Tercatat Promes dan Depay sempat menebar ancaman lagi ke gawang Neuer, namun upayanya belum membuahkan gol ketiga Belanda.

Jerman juga tak tinggal diam. Toni Kroos sempat memberikan ancaman pada menit ke-82, sedangkan Gnabry membuat peluang di menit ke-84. Keduanya masih belum membuahkan hasil. Di menit ke-88, Jerman pun memasukkan Marco Reus menggantikan Gnabry.

Masuknya Reus berdampak terhadap permainan Jerman, dua menit berselang, penyerang Borussia Dortmund tersebut mengkreasi gol kemenangan Jerman. Ia melepaskan umpan tarik ke tengah dari sisi kiri, yang bisa diselesaikan oleh Schulz. Jerman pun menutup laga dengan kemenangan 3-2 atas Belanda.

Hasil ini membuat Jerman meraih tiga poin perdananya di Grup C Kualifikasi Piala Eropa 2020, dan menempati posisi tiga. Sedangkan Belanda, yang di laga sebelumnya menang 4-0 atas Belarusia, menelan kekalahan pertamanya dan tertahan di peringkat dua dengan tiga poin, masih unggul gol dari Jerman.

Grup C sendiri kini dipuncaki Irlandia Utara, yang di saat bersamaan menang 2-1 atas Belarusia. Irlandia Utara mengoleksi 6 poin dari dua laga, usai di laga sebelumnya menang 2-0 atas Estonia.

Susunan Pemain

Belanda (4-3-3): Cillessen, Blind, Van Dijk, De Ligt, Dumfries, De Jong, Wijnaldum, De Roon (Luuk de Jong), Babel (Bergwijn), Promes, Depay

Jerman (3-4-1-2): Neuer, Ginter, Sule, Ruediger, Schulz, Kroos, Kimmich, Kehrer, Sane, Gnabry (Reus), Goretzka (Gundogan)

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hazard cetak sejarah saat Belgia tekuk Siprus 2-0

Hazard membuka skor setelah 10 menit pertandingan berlangsung dengan tendangan melengkung setelah Batshuayi memberikan umpan

Jakarta (ANTARA) – Eden Hazard menandai penampilannya yang ke-100 bersama timnas Belgia dengan mencetak gol awal dan membawa Belgia meraih kemenangan tandang 2-0 atas Siprus dalam pertandingan Kualifikasi Euro 2020, Minggu waktu setempat.

Michy Batshuayi membuat gol lainnya untuk tim teratas dalam peringkat FIFA itu setelah pada laga perdana mereka, Kamis, juga keberhasil mengalahkan Rusia dalam pertandingan kandang dengan skor 3-1, sehingga Belgia sekarang memiliki enam poin dari dua pertandingan pembuka mereka di Grup I.

Hazard membuka skor setelah 10 menit pertandingan berlangsung dengan tendangan melengkung setelah Batshuayi memberikan umpan. Itu adalah gol internasional ke-30 ketika bintang Chelsea berusia 28 tahun itu menjadi pemain Belgia ketiga yang mencapai angka penampilan ke-100 di timnas setelah Jan Vertonghen dan Axel Witsel.

Batshuayi menggandakan skor delapan menit kemudian, berlari menerobos pertahanan tuan rumah setelah menerima umpan Thorgan Hazard, melewati kiper Urko Pardo yang bergerak maju dan menjentik bola ke gawang yang kosong dari sudut sempit.

Belgia yang tanpa diperkuat sejumlah pemain inti yang cedera, yakni Kevin de Bruyne, Romelu Lukaku dan Witsel, memperpanjang rekor kemenangannya menjadi 12 pertandingan tak terkalahkan mereka melawan Siprus, yang telah mengalahkan San Marino 5-0 di kandang pada Kamis saat laga kualifikasi awal mereka.

Di grup yang sama pada laga hari sebelumnya, Denis Cheryshev mencetak dua gol saat Rusia menang tandang 4-0 di Kazakhstan dan mengemas poin pertama mereka.

Sepasang golnya di babak pertama diikuti oleh dua gol lagi di awal babak kedua di Arana, dari Artem Dzyuba dan gol bunuh diri oleh bek Kazakhstan Abzal Beysebekov.

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kroasia takluk di kandang Hungaria

Pemain Hungaria Botond Barath merayakan kemenangan atas Kroasia pada pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020 grup E di Groupama Arena, Budapest, Senin (25/3/2019) dini hari. Hungaria berhasil mengalahkan tamunya Kroasia 2-1. ANTARA FOTO/Reuters/pras.

Pelatih Vietnam tak puas meski menang atas Indonesia

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pelatih tim nasional U-23 Vietnam Park Hang-Seo mengaku tidak puas dengan performa skuatnya meski menang 1-0 atas Indonesia di laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020.

“Kami memang menang tetapi ada dua alasan yang membuat saya tidak puas,” kata Park usai bertanding kontra Indonesia di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu (24/3) malam.

Alasan pertama, lanjut dia, skuatnya tidak menunjukkan permainan tim yang bagus.

Kedua, Park menilai transisi permainan juga masih tersendat, entah itu bertahan ke menyerang atau sebaliknya.

“Mungkin itu pengaruh dari persiapan kami yang cukup singkat,” kata sosok yang pernah menjadi asisten pelatih Guus Hiddink di Piala Dunia 2002 itu.

Park justru memberikan apresiasi khusus untuk para pemain cadangan yang diturunkannya.

“Saya melakukan beberapa pergantian. Pemain yang masuk membawa pengaruh berbeda untuk tim,” tutur dia.

Timnas U-23 Vietnam lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020 setelah mengalahkan Indonesia dengan skor 1-0 di laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu (24/3) malam.

Hasil dari pertandingan yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, itu membuat Vietnam sudah mengoleksi enam poin dari dua laga Grup K.

Sementara, kekalahan itu membuat Indonesia gagal ke Piala Asia U-23 AFC 2020. Indonesia belum meraih poin di fase grup. Karena itu, pertandingan terakhir Indonesia kontra Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) tidak akan berpengaruh apa-apa di klasemen. 

Baca juga: Satu gol Vietnam pupuskan harapan Indonesia ke Piala Asia U-23 2020
Baca juga: Indra Sjafri: kami kecolongan

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rangkuman kualifikasi Euro 2020, Jerman melambung, Rusia menang besar

Jakarta (ANTARA) – Nico Schulz membawa Jerman mengatasi tuan rumah Belanda 2-3 tepat pada menit ke-90 setelah kedua tim bermain seri 2-2 selama 90 menit pada pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020, sepanjang Minggu malam sampai Senin dini hari WIB ini.

Belgia, Irlandia Utara, Hungaria, Israel, Wales dan Skotlandia juga menang, sedangkan Rusia menang besar 4-0 melawan tuan rumah Kazahkstan. Belanda menelan kekalahan pertamanya pada kampanye mereka dalam Euro 2020, sementara Belarus menelan kekalahan kedua.

Israel secara mengejutkan membabat Austria 4-2, demikian pula Hungaria yang menggasak runner up Piala Dunia 2018 Kroasia dengan 2-1. Slovenia melawan Macedonia menjadi satu-satunya pertandingan yang berakhir seri.

Berikut rangkuman pertandingan kualifikasi Euro 2012 yang dikutip dari laman ESPN.

Belanda vs Jerman; 2-3
Nico Schulz membawa Jerman menang tepat pada menit ke-90 setelah sebelum menit itu kedua tim bermain seri 2-2. Leryo Sane membawa Jerman unggul pada menit 15 untuk digandakan Serge Gnabry pada menit 34. Belanda bangkit pada babak kedua dengan Matthijs de Ligt menciptakan gol pada menit 48 dan disusul Memphis Depay pada menit 63 untuk menyamakan kedudukan.

Siprus vs Belgia; 0-2
Eden Hazard membuka gol tim tamu pada menit 10 yang disusul delapan menit kemudian oleh Michy Batshuayi.

Irlandia Utara vs Belarus; 2-1
Jonny Evans menciptakan gol untuk Irlandia Utara yang dibalas tiga menit kemudian oleh Igor Stasevich. Josh Magennis kemudian menciptakan gol kemenangan pada menit 87 yang membuat Belarus menelan kekalahan kedua dalam kualifikasi Euro 2020.

Polandia vs Latvia; 2-0
Mengurung tim tamu sepanjang laga, Polandia baru bisa menciptakan gol pada menit 76 lewat jagoan mereka, Robert Lewandowski. Delapan menit kemudian Kamil Glik memastikan kemenangan 2-0 tuan rumah.

Slovenia vs Macedonia; 1-1
Miha Zajc menciptakan gol Slovenia pada menit 34, yang baru bisa dibalas pada menit 47 babak kedua oleh Enis Bardhi. Setelah gol ini, kedua tim tak berhasil saling menjebol gawang lagi.

Kazakshtan vs Rusia; 0-4
Denis Cheryshev mencetak dua go pada menit 19 dan 45+2, sedangkan dua gol lainnya diciptakan Artem Dzyuba pada menit 52 dan dari gol bunuh diri Abzal Beysebekov pada menit 62.

Wales vs Slowakia; 1-0
Daniel James menciptakan gol semata wayang dalam pertandingan ini pada menit kelima untuk tuan rumah Wales

Hungaria vs Kroasia; 2-1
Ante Rebic membawa Kroasia unggul lebih dulu pada menit ke-13, namun kemudian disamakan Adam Szalai pada menit 34. Mate Patkai mempersembahkan gol kemenangan Hungaria pada menit 76.

Israel vs Austria; 4-2
Marko Arnautovic sempat membawa tim tamu Austria unggul 1-0 pada menit kedelapan, tetapi disamakan Eran Zahavi pada menit 34. Zahavi lalu menciptakan dua gol lainnya pada menit 45 dan 55 untuk mengemas hatrik, sedangkan Moanes Dabour menciptakan gol keempat Israel pada menit 66. Arnautovic menciptakan gol keduanya dalam laga ini pada menit 75 untuk menipiskan kekalahan mengejutkan Austria dari Israel ini.

San Marino vs Skotlandia; 0-2
Meski menang, Skotlandia dicibir oleh pendukungnya sendiri karena tampil tidak meyakinkan melawan tim paling lemah di dunia ini. Kenny McLean membawa Skotlandia unggul pada menit keempat tapi perlu waktu 70 menit bagi Johnny Russell untuk menggandakannya.

Baca juga: Rusia gulung Kazakhstan 4-0
Baca juga: Skotlandia diejek fans hanya menang 2-0 lawan San Marino
Baca juga: Kroasia takluk 1-2 kepada Hungaria

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kroasia takluk 1-2 kepada Hungaria

Hasil ini membuat persaingan di grup itu makin terbuka setelah Wales menundukkan Slowakia 1-0 di Cardiff beberapa jam sebelumnya

Jakarta (ANTARA) – Gelandang Hungaria Mate Patkai mencetak gol internasional pertamanya untuk mengantarkan negaranya berbalik menang 2-1 setelah ketinggalan melawan runner-up Piala Dunia 2018, Kroasia, dalam laga kualifikasi Grup E Euro 2020, Senin dini hari WIB ini.

Hasil ini membuat persaingan di grup itu makin terbuka setelah Wales menundukkan Slowakia 1-0 di Cardiff beberapa jam sebelumnya.

Slowakia, Wales, Hungaria dan Kroasia sama-sama mengemas tiga poin, sedangkan Azerbaijan nihil, sekalipun Wales dan Azerbaijan baru bermain sekali, sedangkan tiga lainnya sudah dua kali bermain.

Kroasia yang menang 2-1 melawan Azerbaijan, Kamis pekan lalu, sepertinya akan menang mudah setelah Ante Rebic membawa timnya unggul pada menit keenam usai menerima umpan bola rendah dari Andrej Kramaric.

Tetapi Hungaria yang mendapat semangat dari dukungan membahana penonton tuan rumah di Groupama Arena, menyamakan kedudukan pada menit ke-34 lewat striker Adam Szalai yang menyambut umpan cantik Balazs Dzsudzsak yang meneruskannya dengan tendangan yang memperdaya kiper Lovre Kalinic dari sudut sempit.

Baca juga: Skotlandia diejek fans hanya menang 2-0 lawan San Marino

Kapten Dzsudzsak yang merayakan penampilan ke-100 dia untuk timnas Hungaria, menjadi jantung penampilan bersemangat Hungaria. Patkai mencetak gol penentu kemenangan Hungaria pada menit 76 setelah Kroasia gagal menghalau tendangan bebas lawannya.

Pemain pengganti Kroasia, Marin Leovac, gagal menciptakan gol dari set piece. Patkai membawa bola untuk melewati Kalinic dari jarak dua meter untuk makin mempertebal kepercayaan diri tuan rumah dan sekaligus membungkam penonton tim tamu yang bising.

Hungaria yang kalah 0-2 melawan tuan rumah Slowakia pada laga perdana, nyaris menciptakan lagi gol beberapa menit kemudian ketika Kroasia dipaksa menghalau tiga peluang gol dalam kemelut di mulut gawang.

Sebelum pertandingan ini, gelandang Wales Daniel James mencetak gol kemenangan pada menit kelima melawan Slowakia yang merupakan gol internasionalnya pada debut kompetitif bersama Wales yang akan bertandang ke Kroasia pasa 8 Juni, sedangkan Hungaria bertandang ke Azerbaijan.

Baca juga: Rusia gulung Kazakhstan 4-0

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gagal ke Piala Asia tak surutkan semangat Garuda Muda

Saya diberikan tugas oleh PSSI untuk memimpin tim menuntaskan target di Piala AFF, Piala Asia dan SEA Games 2019 dan saya akan konsisten dengan itu, tutur Indra

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020 setelah kalah 0-1 dari Vietnam di fase kualifikasi tidak menyurutkan semangat skuat tim nasional U-23 Indonesia, yang berjulukan resmi Garuda Muda, untuk meraih hasil terbaik di turnamen lain yang mereka ikuti.

“Sepak bola Indonesia tidak akan mati akibat kekalahan itu,” ujar pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu (24/3) malam.

Indra menegaskan, timnya saat ini fokus untuk menunaikan satu target lain yang dibebankan oleh PSSI kepada mereka, yaitu meraih medali emas sepak bola SEA Games 2019 yang berlangsung akhir tahun 2019.

PSSI sendiri memberikan tiga target untuk timnas U-23 Indonesia asuhan Indra Sjafri di tahun 2019. Ketiga bidikan itu adalah juara Piala AFF U-22, lolos ke Piala Asia U-23 2020 dan merebut medali emas cabang olahraga sepak bola putra SEA Games 2019.

Dari target itu, baru satu yang memenuhi harapan, yaitu juara Piala AFF U-19 tahun 2019.

“Saya diberikan tugas oleh PSSI untuk memimpin tim menuntaskan target di Piala AFF, Piala Asia dan SEA Games 2019 dan saya akan konsisten dengan itu,” tutur Indra.

Timnas U-23 Indonesia gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020 setelah kalah dengan skor 0-1 dari Vietnam di laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu (24/3) malam.

Hasil dari pertandingan yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, itu membuat Indonesia belum mengoleksi satu poin pun dari dua laga Grup K.

Pertandingan terakhir Indonesia kontra Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) tidak akan berpengaruh karena sampai hari ini, Minggu, Thailand dan Vietnam di posisi pertama-kedua Grup K telah mendapatkan enam poin dari dua pertandingan yang memastikan mereka lolos ke Piala Asia U-23 tahun 2020.

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Vietnam pancing emosi Marinus sampai keluar kartu merah

Sebelum kejadian itu pemain Vietnam beberapa kali mencoba untuk memprovokasinya, tetapi dia bisa meredam. Marinus ini pemain yang bagus

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri mengomentari kartu merah yang diberikan kepada Marinus Wanewar beberapa saat setelah pertandingan kontra Vietnam di Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu malam (24/3), selesai.

“Yang memancing emosi Marinus adalah pemain Vietnam, tetapi wasit tidak melihatnya,” ujar Indra di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu malam tadi.

Marinus Wanewar dikartu merah oleh wasit asal Qatar Saoud Ali sesaat setelah pertandingan timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berakhir.

Penyerang Persipura Jayapura itu mendapatkan kartu kuning kedua setelah dianggap sengaja mengasari pemain lawan.

“Sebelum kejadian itu pemain Vietnam beberapa kali mencoba untuk memprovokasinya, tetapi dia bisa meredam. Marinus ini pemain yang bagus,” kata Indra.

Baca juga: Indra Sjafri akui skuatnya bermasalah antisipasi ‘set piece’

Masih tentang Marinus, pelatih asal Sumatera Barat itu juga mengkritik media Vietnam yang kerap mempertanyakan usia pesepak bola bertinggi badan 1,83 meter itu.

Pertanyaan itu bahkan terdengar kembali dalam konferensi pers pasca laga Indonesia melawan Vietnam.

“Media Vietnam jangan sebentar-sebentar mempermasalahkan umur Marinus. Di negara kami ada orang yang berkulit hitam. Namun jangan kira wajah tua usianya juga tua. Semua pemain kami tidak ada yang melanggar regulasi,” tutur Indra.

Timnas U-23 Indonesia gagal lolos ke putaran final Piala Asia U-23 setelah kalah 0-1 melawan Vietnam, Minggu malam tadi itu.

Hasil dari pertandingan yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh itu membuat Indonesia belum memperoleh satu poin pun dari dua laga Grup K.

Pertandingan terakhir Indonesia melawan Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) tidak akan berpengaruh karena Thailand dan Vietnam yang berada pada posisi pertama dan kedua Grup K telah mendapatkan enam poin dari dua pertandingan yang memastikan mereka lolos ke Piala Asia U-23 tahun depan.

Baca juga: Indra Sjafri bertanggung jawab atas kegagalan Indonesia
 

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indra Sjafri bertanggung jawab atas kegagalan Indonesia

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri menyatakan bertanggung jawab atas kegagalan skuatnya melaju ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020.

“Jangan salahkan individu pemain. Semua tanggung jawab ada di tangan saya,” ujar Indra di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Senin.

Menurut pria asal Sumatera Barat itu, semua pemainnya sudah berjuang keras sepanjang Kualifikasi Piala Asia U-23 sampai akhirnya tidak lolos ke putaran final setelah ditaklukkan Vietnam 0-1 dalam laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Hanoi, Minggu malam tadi (24/3).

Oleh karena itu, dia mengharapkan pemainnya mendapatkan penilaian seimbang dari masyarakat, khususnya pencinta sepak bola nasional.

“Selalu ada menang kalah dalam sepak bola,” tutur Indra.

Satu gol dari sundulan gelandang tim nasional U-23 Vietnam Trieu Viet Hung pada menit 90+3 memupuskan harapan Indonesia untuk lolos ke putaran final turnamen ini.

Hasil dari laga yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh itu membuat Indonesia belum mengoleksi satu poin pun dari dua laga Grup K.

Pertandingan terakhir Indonesia melawan Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) tidak akan berpengaruh karena sampai Minggu, Thailand dan Vietnam yang menempati posisi pertama dan kedua Grup K telah mendapatkan enam poin dari dua pertandingan yang memastikan mereka lolos ke Piala Asia U-23 edisi 2020.

Baca juga: Indra Sjafri akui skuatnya bermasalah antisipasi ‘set piece’

Pewarta: Miizhaw3Siahaan
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Skotlandia diejek fans hanya menang 2-0 lawan San Marino

Jakarta (ANTARA) – Skotlandia kembali tampil tidak meyakinkan setelah hanya mampu menang 2-0 melawan tim paling lemah di dunia, San Marino, dalam laga kualifikasi Euro 2020 kedua mereka, Senin dini hari WIB.

Pada laga pertamanya Kamis pekan lalu, Skotlandia menyerah 0-3 kepada Kazakshtan.

Tim asuhan Alex McLeish ini gagal untuk segera membangun fondasi setelah sundulan Kenny McLean membuka kemenangan Skotlandia pada menit keempat.

Para pendukung Skotlandia yang datang ke San Marino menumpahkan ketidakpuasannya kepada manajeman Asosiasi Sepak Bola Skotlandia dan McLean, meskipun Johnny Russell menggandakan keunggulan pada menit ke-74.

Kapten timnas Andy Robertson mengakui Skotlandia sulit melupakan kekalahan memalukan 0-3 dari Kazakhstan, Kamis lalu.

Kekalahan pada laga pertama kualifikasi Skotlandia itu membuat negeri ini terlihat kian buruk setelah rival mereka di Grup I, Rusia, justru menang mudah 4-0 melawan Kazakhstan sebelum pertandingan melawan San Marino berlangsung.

Skotlandia hanya mampu menang 2-0 dalam tiga kali ke San Marino, yang dua lainnya dicetak saat mencapai putaran final Pial Eropa 1990-an, demikian scotsman.com.

Baca juga: Rusia gulung Kazakhstan 4-0

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Southgate ingin Grealish main di Liga Premier agar masuk timnas

Saya tidak bilang kami tidak ingin memilih pemain dari liga Championship karena bisa saja itu terjadi, tetapi jadi lebih sulit menaksir level dia

Jakarta (ANTARA) – Manajer Timnas Inggris Gareth Southgate menyatakan gelandang Aston Villa Jack Grealish yang sedang bermain pada divisi dua Championship, mesti membuktikan diri dengan bermain di Liga Premier agar bisa mengalami debut tim nasional seniornya.

Grealish (23) pindah kewarganegaraan dari Irlandia menjadi Inggris pada 2015 dan sudah tujuh kali bermain untuk Inggris U-21. Tetapi Southgate malah memberikan kesempatan kepada dua pemain muda Declan Rice (20) dan Callum Hudson-Odoi (18) untuk melakukan debut bersama Timnas Inggris.

“Jack pernah sebentar bersama kami di U-21,” kata Southgate kepada wartawan. “Meskipun kami bisa menyaksikan kualitasnya, ketika bukti lawan ada level berbeda, maka sulit menghubungkan secara langsung apa yang dilihat pada satu level di atasnya.”

“Sebaliknya dengan Callum (Hudson-Odoi), dia bermain di Liga Europa, dia bermain di Liga Premier, itu bedanya. Saya tidak bilang kami tidak ingin memilih pemain dari liga Championship karena bisa saja itu terjadi, tetapi jadi lebih sulit menaksir level dia.”

Grealish menempati peran krusial untuk Villa yang saat menempati urutan enam Championship guna bisa promosi ke liga utama, dengan empat gol dan lima assist selama musim ini.

Terakhir kali dia main di Liga Premier adalah pada 2016 ketika Villa terdegradasi setelah finis di dasar klasemen.

“Anda melihat bagian-bagian tertentu pertandingan tetapi bukan yang lain (di Championship). Bukan soal fisik, bukan pula soal disiplin taktik,” kata Southgate. “Ada level lain di Liga Premier (yang tidak ada di Championship): kecakapan, kecepatan.”

“Dia pemain yang kami semua sudah kenal, dia pemain yang kami jejak, tetapi itu sedikit bukti yang bisa memberimu keyakinan untuk memilih dia yang saat ini tidak ingin kami lihat. Tetapi sebagai bekas pemain Villa, saya berharap kami tidak terlalu lama lagi untuk melihatnya.”

Baca juga: Inggris, Prancis sempurna di pembukaan Kualifikasi Euro 2020

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gareth Southgate ingin teladani Sir Alex Ferguson

Saya kira itu mewariskan banyak hal, seberapa besar kita mengekspos mereka kepada publik, seberapa besar kita menempatkan mereka pada situasi komersial, kata Southgate

Jakarta (ANTARA) – Manajer Timnas Inggris Gareth Southgate mengaku ingin meneladani Sir Alex Ferguson dalam memancing kemampuan terbaik dari pemain-pemain muda.

Southgate, mantan kepala pengembangan Football Association dan manajer Inggris U-21, sukses mengantarkan timnya menang 5-0 melawan Republik Ceko pada pertandingan pertama mereka dalam kualifikasi Euro 2020, Jumat lalu.

Di tengah persiapannya menghadapi laga berikutnya melawan Montenegro, Southgate menyebut mantan bos Manchester United itu sebagai sumber inspirasi.

“Saya kira itu mewariskan banyak hal,  seberapa besar kita mengekspos mereka kepada publik, seberapa besar kita menempatkan mereka pada situasi komersial,” kata Southgate ketika ditanya tanggung jawab Inggris kepada pemain muda.

“Kita mesti memikirkan semua itu sepanjang waktu karena mudah sekali untuk mereka dalam menikmati momen-momen ini, dan mereka memang mesti menikmati momen-momen ini, tetapi untuk adilnya harus seimbang.”

“Saya selalu terkenang kepada Sir Alex dalam menangani Ryan (Giggs) dan betapa dia telah melakukannya dengan baik sekali. Mereka menopang sukses karena hal itu. Makanya, meskipun mereka bukan pemain kita dalam sehari-harinya, saya kira kita punya tanggung jawab untuk melakukan hal itu semampu yang kita bisa,” kata Southgate.

Baca juga: Van Dijk suka gaya blak-blakan Juergen Klopp
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Van Dijk suka gaya blak-blakan Juergen Klopp

Dia sangat bergairah, dia akan bilang sejujur-jujurnya kepada anda setiap waktu

Jakarta (ANTARA) – Gairah dan kebiasaan Manajer Liverpool Juergen Klopp untuk berbicara langsung ke pokok masalah diterima dengan baik oleh para pemain klub ini, kata bek Virgil van Dijk.

Liverpool yang tengah berada pada puncak klasemen sedang memburu gelar juara liga pertamanya sejak 1990 dan Van Dijk menyatakan Klopp bisa sangat terus terang ketika menilai performa pemain.

“Dia sangat bergairah, dia akan bilang sejujur-jujurnya kepada anda setiap waktu,” kata Van Dijk kepada The Premier League Show. “Dia tidak suka basa basi, itu hal yang secara pribadi sangat saya sukai dan sebagian besar pemain juga senangi.”

“Kami banyak bertemu sepanjang musim di mana dia jelas tidak menyukai beberapa hal. Itu pertanda bagus, bahkan ketika kami cuma kalah dalam satu pertandingan (liga) sepanjang musim selalu ada momen di mana kami bisa bermain jauh lebih baik.”

Baca juga: Klopp sarankan Salah tiru Mane

Liverpool memiliki catatan pertahanan terbaik di liga musim ini setelah hanya kemasukkan 18 gol dari 31 pertandingan, tetapi City bisa menyalip lawannya ini jika memenangkan pertandingan tersisa mereka. Van Dijk menyatakan perburuan gelar akan berlangsung sampai pertandingan terakhir.

“Agak sedikit tidak beruntung bagi kami, bahwa mereka (City) tampil fantastis sepanjang musim. Kami juga telah bermain fantastis di liga,” sambung Van Dijk.

“Itu hal bagus untuk dilihat oleh orang yang mencintai sepak bola. Saya merasakan itu berlangsung baik sampai akhir, kami akan memberikan segala hal yang kami punya dan mereka juga begitu.”

Liverpool menjamu Tottenham Hotspur yang menempati urutan ketiga dalam klasemen liga, Minggu pekan depan.

Baca juga: Van Dijk tak mau remehkan Jerman

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Rusia gulung Kazakhstan 4-0

Penderitaan Kazakhstan makin menjadi ketika Abzal Beysebekov menciptakan gol bunuh diri

Jakarta (ANTARA) – Denis Cheryshev mencetak dua gol ketika Rusia menggulung Kazakhstan dengan skor 4-0 untuk memastikan kemenangan pertama Rusia dalam kualifikasi Euro 2020.

Cheryshev membuka pesta gol pada menit ke-19 dan menggandakannya sebelum babak pertama usai.

Artem Dyzuba mengubah kedudukan menjadi 3-0 untuk Rusia pada babak kedua dalam pertandingan yang penguasaan bola didominasi Rusia yang menjadi tim tamu.

Penderitaan Kazakhstan makin menjadi ketika Abzal Beysebekov menciptakan gol bunuh diri.

Rusia tampil sangat dominan pada laga ini sehingga membuat Kazakhstan hanya bisa melepaskan dua tendangan menyasar target.

Kazakhstan telah memetik kemenangan 3-0 melawan Skotlandia pada pertandingan kualifikasi Euro 2020 pertama. Sebaliknya, Rusia bangkit setelah dikalahkan Belgia pada laga kualifikasi pertama mereka pada Euro 2020.

Susunan pemain
Kazakhstan
: Nepogodov; Beysebekov, Akhmetov, Maliy, Logvinenko (Vorogovskiy 29), Suyumbayev; Pertsukh (Zhukov 85), Kuat, Merkel; Murtazayev (Turysbek 59), Zainutdinov
Rusia: Guilherme; Fernandes, Semenov, Dzhikiya, Kudryashov; Ozdoev, Gazinskiy; Ionov (Ignatyev 61), Akhmetov (Aleksey Miranchuk 72), Cheryshev; Dyzuba (Chalov 82)

Baca juga: Gol semata wayang James bawa Wales bungkam Slovakia 1-0

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indra Sjafri akui skuatnya bermasalah antisipasi ‘set piece’

Membenahi itu menjadi pekerjaan rumah kami

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri mengakui skuatnya bermasalah dalam mengantisipasi situasi bola mati (set piece) yang pada prosesnya kerap menjadi awal terciptanya gol lawan.

“Membenahi itu menjadi pekerjaan rumah kami,” ujar Indra usai berlaga kontra Vietnam di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu (24/3) malam.

Pelatih asal Sumatera Barat itu pun berjanji akan memperbaiki hal tersebut agar kondisi serupa tidak terus menerus terjadi.

Timnas U-23 Indonesia memang memiliki catatan buruk terkait set piece khususnya di tiga laga beruntun terakhirnya, termasuk final Piala AFF U-22 2019.

Dari tiga pertandingan itu, skuat berjuluk Garuda Muda kebobolan empat kali dari situasi bola mati.

Satu terjadi saat menghadapi Thailand di final Piala AFF U-22, dua kali ketika menghadapi Thailand di laga perdana Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 dan, terkini, saat menghadapi Vietnam.

Bahkan, satu gol hasil umpan tendangan sudut di laga versus Vietnam membuat Indonesia kalah 0-1 dan tidak dapat lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020 di Thailand.

Lebih menyesakkan lagi, gol Vietnam itu dicetak di menit ke-90+4 atau beberapa detik sebelum laga terakhir.

“Kami kecolongan,” kata Indra Sjafri.

Satu gol dari sundulan gelandang tim nasional U-23 Vietnam Trieu Viet Hung di menit ke-90+3 memupuskan harapan Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020 setelah kalah dengan skor 1-0 di laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu (24/3) malam.

Hasil dari laga yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, itu membuat Indonesia belum mengoleksi satu poin pun dari dua laga Grup K.

Pertandingan terakhir Indonesia kontra Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) tidak akan berpengaruh karena sampai hari ini, Minggu, Thailand dan Vietnam di posisi pertama-kedua Grup K telah mendapatkan enam poin dari dua pertandingan yang memastikan mereka lolos ke Piala Asia U-23 tahun 2020.

Baca juga: Indra Sjafri: kami kecolongan

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Gol semata wayang James bawa Wales bungkam Slovakia 1-0

Jakarta (ANTARA) – Daniel James mencetak gol internasional pertamanya di pertandingan debut dan membawa Wales meraih kemenangan di laga pertama mereka di Grup E kualifikasi Piala Eropa 2020, dengan mengalahkan Slovakia 1-0.

Gelandang klub Swansea itu membuat pendukung tuan rumah bersorak di Stadion Cardiff City ketika dia mencuri bola dari bek Peter Pekarik dan melesakkan bola ke gawang lewat tendangan bawah melewati kiper Martin Dubravka di menit kelima, demikian Reuters pada Minggu.
Baca juga: Tiga pemain Wales absen pada kualifikasi Euro 2020 lawan Slovakia

Slovakia yang menang 2-0 atas Hungaria di pertandingan pembuka pada Kamis (21/3), hampir menyamakan kedudukan di paruh kedua, namun kiper Wayne Hennessey membuat sejumlah penyelamatan yang gemilang.

Kiper Wales itu menahan tembakan jarak dekat Albert Rusnak di menit ke-54 dan menjaga gawangnya dengan penyelamatan akrobatik dari bola sundulan Michal Duris di menit ke-74.

Di antara kedua peluang itu, Dubravka juga menyelamatkan gawang tim tamu dari tendangan voli Harry Wilson, sementara Pekarik hampir membuat gol bunuh diri jika saja bola sundulan kepalanya tidak melebar ke sisi luar gawang.

Pada pertandingan lainnya di hari yang sama, Hungaria akan menjamu Kroasia, yang sebelumnya mampu bangkit dari ketinggalan untuk menang 2-1 atas Azerbaijan pada pertandingan pembuka, Kamis (21/3).
Baca juga: Cetak gol larut, Kramaric antar Kroasia tekuk Azerbaijan 2-1

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indra Sjafri: kami kecolongan

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pelatih timnas U-23 Indonesia Indra Sjafri menyebut, gol tunggal Vietnam di laga lanjutan Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu, yang membuat skuat tak bisa melaju ke Piala Asia U-23 2020, terjadi karena skuatnya kecolongan.

“Sebenarnya rencana permainan kami sebagian besar berjalan dengan baik, pergantian pemain juga bagus. Namun kami kecolongan dari set piece. Itulah sepak bola,” ujar Indra usai laga kontra Vietnam di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu malam.

Menurut pelatih asal Sumatera Barat itu, sejatinya laga kontra Vietnam berjalan menarik.

Timnas U-23 Indonesia yang mengincar kemenangan untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020 bermain menyerang.

“Tidak ada pilihan, kami harus menyerang. Dan bersamaan dengan itu, harus waspada pula dengan serangan balik Vietnam,” kata Indra.

Baca juga: Satu gol Vietnam pupuskan harapan Indonesia ke Piala Asia U-23 2020
Baca juga: Suporter Vietnam: terima kasih Indonesia

Pelatih yang membawa Indonesia juara Piala AFF U-19 tahun 2013 dan Piala AFF U-22 tahun 2019 ini pun mengucapkan selamat kepada Vietnam.

“Selamat untuk Vietnam atas kelolosannya,” tutur Indra.

Satu gol dari sundulan gelandang tim nasional U-23 Vietnam Trieu Viet Hung di menit ke-90+3 memupuskan harapan Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020 setelah kalah dengan skor 0-1 di laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu malam.

Hasil dari laga yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, itu membuat Indonesia belum mengoleksi satu poin pun dari dua laga Grup K. Pada pertandingan pertama Indonesia kalah 0-4 dari Thailand.

Baca juga: Indonesia telan kekalahan 0-4 dari Thailand
Baca juga: Alexandre Gama: penampilan Thailand kejutkan Indonesia

Pertandingan terakhir Indonesia kontra Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) tidak akan berpengaruh karena sampai hari ini, Minggu, Thailand dan Vietnam di posisi pertama-kedua Grup K telah mendapatkan enam poin dari dua pertandingan yang memastikan mereka lolos ke Piala Asia U-23 tahun 2020. ***3***

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Satu gol Vietnam pupuskan harapan Indonesia ke Piala Asia U-23 2020

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Satu gol dari sundulan gelandang tim nasional U-23 Vietnam Trieu Viet Hung di menit ke-90+3 memupuskan harapan Indonesia untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020 setelah kalah dengan skor 1-0 di laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu malam.

Hasil dari laga yang berlangsung di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, itu membuat Indonesia belum mengoleksi satu poin pun dari dua laga Grup K.

Pertandingan terakhir Indonesia kontra Brunei Darussalam pada Selasa (26/3) tidak akan berpengaruh karena sampai hari ini, Minggu, Thailand dan Vietnam di posisi pertama-kedua Grup K telah mendapatkan enam poin dari dua pertandingan yang memastikan mereka lolos ke Piala Asia U-23 tahun 2020.

Dalam pertandingan versus Vietnam, pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri merotasi posisi kiper, bek hingga gelandang.

Tak ada lagi nama kiper Awan Setho, Rachmat Irianto, kapten Andy Setyo, Saddil Ramdani dan Gian Zola yang bermain saat Indonesia kalah 0-4 dari Thailand, Jumat (22/3).

Mereka digantikan oleh Satria Tama, Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho (kapten), Witan Sulaeman dan Sani Riski.

Sementara Vietnam, yang juga mengincar kemenangan dari laga ini demi lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020, pun menurunkan pemain andalannya seperti kiper Bui Tien Dung, bek Nguyen Thanh Chung dan gelandang sekaligus Nguyen Quang Hai.

Baca juga: Indra Sjafri rotasi kiper hingga gelandang timnas U-23 kontra Vietnam

Indonesia tertekan sejak menit pertama oleh serangan-serangan Vietnam.

Namun, solidnya lini belakang membuat Vietnam gagal membuat gol meski setidak-tidaknya mereka memiliki dua peluang emas.

Indonesia pun demikian. Skuat berjuluk Garuda Muda itu praktis hanya membuat satu sepakan tepat sasaran sepanjang babak pertama yaitu melalui tendangan bebas Muhammad Luthfi Kamal di menit ke-31.

Bola sepakannya berhasil diblok oleh kiper Vietnam yang juga bermain di Piala Dunia U-20 pada tahun 2017, Bui Tien Dung.

Setelah itu, bola banyak berkutat di lini tengah. Itu membuat skor 0-0 tetap bertahan sampai pertandingan memasuki masa jeda.

Di babak kedua, baik Indonesia maupun Vietnam semakin menggencarkan serangan untuk menghadirkan gol. Namun, kedua tim kesulitan untuk melakukannya.

Garuda Muda tercatat hanya membuat dua sepakan tepat ke gawang di 45 menit kedua yaitu melalui percobaan Egy Maulana (54′) dan Marinus Wanewar (61′).

Di menit akhir pertandingan, pada menit ke-90+3, Vietnam akhirnya berhasil mencetak gol melalui sundulan gelandang Trieu Viet Hung memanfaatkan umpan tendangan sudut.

Skor 1-0 bertahan sampai laga usai.

Berikut susunan pemain kedua tim.

Timnas U-23 Indonesia: Satria Tama-pg, Asnawi Mangkualam Bahar, Bagas Adi Nugroho (kapten), Nurhidayat Haji Haris, Firza Andika, Muhammad Luthfi Kamal, Sani Riski, Osvaldo Haay (75′, Gian Zola), Egy Maulana Vikri (82′, Dimas Drajad), Witan Sulaeman (57′, Saddil Ramdani), Marinus Wanewar.

Timnas U-23 Vietnam: Bui Tien Dung-kiper, Do Thinh Thanh (55′, Tran Dinh Trong), Do, Sinh Huynh Tan, Ho Tan Tai, Doan Van Hau, Trieu Viet Hung, Truong Van Thai (40′, Dinh Thanh Binh, 80′ Tranh Danh Trung), Nguyen Huang Duc, Nguyen Thanh Chung, Ha Duc Chinh, Nguyen Quang Hai (kapten).

Baca juga: Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam 0-0 babak pertama

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam 0-0 babak pertama

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pertandingan tim nasional U-23 Indonesia versus Vietnam imbang dengan skor 0-0 di babak pertama laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu malam.

Dalam pertandingan tersebut, pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri merotasi posisi kiper, bek hingga gelandang.

Tak ada lagi nama kiper Awan Setho, Rachmat Irianto, kapten Andy Setyo, Saddil Ramdani dan Gian Zola yang bermain saat Indonesia kalah 0-4 dari Thailand, Jumat (22/3).

Mereka digantikan oleh penjaga gawang Satria Tama, Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho (kapten), Witan Sulaeman dan Sani Riski.

Sementara Vietnam, yang juga mengincar kemenangan dari laga ini demi lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020, pun menurunkan pemain andalannya seperti kiper Bui Tien Dung, bek Nguyen Thanh Chung dan gelandang sekaligus Nguyen Quang Hai.

Dalam pertandingan itu, timnas U-23 Indonesia yang berseragam merah tertekan sejak menit pertama oleh serangan-serangan Vietnam.

Namun, solidnya lini belakang membuat Vietnam gagal membuat gol meski setidak-tidaknya mereka memiliki dua peluang emas.

Indonesia pun demikian. Skuat berjuluk Garuda Muda itu praktis hanya membuat satu sepakan tepat sasaran sepanjang babak pertama yaitu melalui tendangan bebas Muhammad Luthfi Kamal di menit ke-31.

Bola sepakannya berhasil diblok oleh kiper Vietnam yang juga bermain di Piala Dunia U-20 pada tahun 2017, Bui Tien Dung.

Timnas U-23 Indonesia cukup sering membuat pelanggaran di paruh perdana. Tercatat dua kartu kuning yang diberikan wasit Saoud Ali kepada pemain timnas Indonesia yaitu Marinus Wanewar dan Muhammad Luthfi Kamal.

Setelah itu, bola banyak berkutat di lini tengah. Itu membuat skor 0-0 tetap bertahan sampai pertandingan memasuki masa jeda.

Berikut susunan pemain kedua tim.

Timnas U-23 Indonesia: Satria Tama-pg, Asnawi Mangkualam Bahar, Bagas Adi Nugroho (kapten), Nurhidayat Haji Haris, Firza Andika, Muhammad Luthfi Kamal, Sani Riski, Osvaldo Haay, Egy Maulana Vikri, Marinus Wanewar.

Timnas U-23 Vietnam: Bui Tien Dung-kiper, Do Thinh Thanh Do, Sinh Huynh Tan, Ho Tan Tai, Doan Van Hau, Trieu Viet Hung, Truong Van Thai (40′, Dinh Thanh Binh), Nguyen Huang Duc, Nguyen Thanh Chung, Ha Duc Chinh, Nguyen Quang Hai (kapten). 

Baca juga: Suporter Vietnam: terima kasih Indonesia
Baca juga: Indra Sjafri rotasi kiper hingga gelandang timnas U-23 kontra Vietnam
Baca juga: Suporter Vietnam sambut laga kontra Indonesia dengan “flare”
Baca juga: Pratinjau Indonesia versus Vietnam, Garuda Muda harus fokus sejak awal

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Inilah penampakan stadion baru Tottenham Hotspur

Penonton melintas di depan gambar Harry Kane di salah satu bagian stadion Tottenham Hotspur, London, Minggu (24/3/2019). Stadion baru milik Spurs itu akan digunakan perdana pada 3 April 2019 saat melawan Crystal Palace di lanjutan Liga Inggris. ANTARA FOTO/Action Images via Reuters/PAUL CHILDS/pras.

Timnas Garuda tak ingin terpeleset di Myanmar

Calon lawan Andik Vermansah dan kawan-kawan bukan lawan yang enteng. Apalagi Myanmar bertanding di kandang sendiri. Untuk itu pihaknya meminta seluruh pemain menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Jakarta (ANTARA) – Timnas senior Indonesia siap menghadapi tuan rumah Myanmar pada pertandingan persahabatan internasional di Stadion Mandalarthiri, Mandalay, Myanmar, Senin (25/3) dan timnas Garuda ini tak ingin terpeleset di kandang lawan.

“Saya menantikan laga esok, saya pikir akan menjadi suatu ujian yang bagus untuk kami melihat hasil dari latihan kami sejauh ini.” kata pelatih timnas Simon McMenemy seperti yang dilansir pssi.org yang dipantau dari Jakarta, Minggu.

Laga melawan Myanmar menjadi laga pertama bagi pelatih asal Skotlandia itu. Untuk itu mantan pelatih Bhayangkara FC ini bertekad meraih hasil yang terbaik sesuai dengan harapan pecinta sepak bola Indonesia. Persiapan pun sudah dilakukan secara maksimal dengan menjalani pemusatan latihan (TC) di Australia dan Bali sejak awal Maret.

Simon menegaskan calon lawan Andik Vermansah dan kawan-kawan bukan lawan yang enteng. Apalagi Myanmar bertanding di kandang sendiri. Untuk itu pihaknya meminta seluruh pemain menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Hasil laga nanti sangat penting, tetapi lebih penting tentang proses membangun tim saat ini, dan proses menuju kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia pada akhir tahun ini. Maka, lebih baik kami menghadapi laga ini dengan bijak. Karena yang terpenting adalah bagaimana kami bermain dan apakah kami melakukan hal yang benar untuk kualifikasi akhir tahun ini,” kata Simon.

Sementara itu, kiper timnas Indonesia, Andritany Ardhiyasa mengaku pertandingan melawan Myanmar sangat penting untuk Indonesia. Apalagi mereka saat ini dengan pelatih baru, dan ingin memberikan yang terbaik untuk negara, dan juga pelatih.

“Kami datang ke sini dengan perjalanan yang cukup jauh, dan datang ke sini kami ingin bermain semaksimal mungkin, mendapatkan hasil kemenangan. Kami sudah melakukan persiapan dengan baik,” kata Andritany.

“Saya sudah kedua kalinya main di Myanmar, dan keduanya main di Yangon. Ini pertama kalinya saya datang ke Mandalay, bedanya adalah Yangon mungkin karena ibu kota, kota besar, dan saya belum pernah bermain di sini, semoga di sini tidak berbeda dengan di Yangon,” tambah kiper asal klub Persija Jakarta ini.

Timnas Indonesia di Myanmar berkekuatan 22 pemain termasuk pemain yang baru bergabung latihan di Myanmar, Yanto Basna. Setelah menjalani uji coba melawan Myanmar, skuat Garuda akan kembali ke klub masing-masing. Direncanakan pada Juni mendatang akan kembali menjalani uji coba internasional.

Pewarta: Bayu Kuncahyo
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Suporter Vietnam: terima kasih Indonesia

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Suporter tim nasional Vietnam mengucapkan terima kasih dalam Bahasa Indonesia kepada pendukung timnas Indonesia sebagai tanda persahabatan kedua negara saat menyambut laga timnas U-23 kedua negara di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu malam.

“Vietnam dan Indonesia selalu memiliki hubungan baik,” ujar salah satu suporter Nguyen Gia Luong kepada Antara di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu malam.

Timnas U-23 Indonesia dan Vietnam berjumpa di laga lanjutan Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 di Hanoi, Vietnam, Minggu malam.

Tensi pertandingan ini diperkirakan cukup tinggi karena kedua kesebelasan mengincar kemenangan demi lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020. Akan tetapi, kondisi tersebut tidak mempengaruhi hubungan baik suporter kedua negara.

Sebelum pertandingan dimulai, di halaman Stadion Nasional My Dinh, puluhan orang suporter Indonesia dan Vietnam berkumpul untuk bernyanyi bersama-sama.

Mereka saling melontarkan yel-yel dukungan yang kerap diperdengarkan di stadion. Hal itu dilakukan bergantian sambil mengibarkan bendera kedua negara.

Uniknya, yang menjadi pengiring yel-yel Vietnam adalah para suporter Indonesia dengan bass drumnya. Semuanya bernyanyi, melompat-lompat dan membuat suasana gembira.

Sesi terakhir ramah-tamah tersebut ditandai dengan ucapan “Cám n, Cám n Vietnam” dari suporter Indonesia yang dibawakan sambil bernyanyi. Itu merupakan Bahasa Vietnam yang artinya terima kasih.

Sebagai balasan, suporter Vietnam mengucapkan terima kasih kepada pendukung timnas U-23 Indonesia dalam Bahasa Indonesia, juga dengan lantun yel-yel persahabatan.

“Terima kasih. Terima kasih Indonesia,” kata mereka.

Suporter Indonesia menyambut gembira suasana kekeluargaan tersebut.

“Ini menjadi contoh yang baik untuk suporter-suporter di dunia, khususnya Asia Tenggara juga Indonesia. Semua suporter sepak bola harus bersahabat,” kata seorang suporter Indonesia Hazim Kurniawan.

Baca juga: Indonesia sementara di peringkat tiga kualifikasi Piala Asia U-23

Tim nasional U-23 Indonesia menghadapi Vietnam dalam lanjutan laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu, mulai pukul 20.00 WIB.

Kedua tim harus memenangkan pertandingan agar membuka peluang lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020.

Di laga Grup K sebelumnya, Jumat (22/3), Indonesia takluk 0-4 dari Thailand, sementara Vietnam mengalahkan Brunei Darussalam dengan skor 6-0.

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berahino pulang kampung bantu Burundi lolos ke Piala Afrika

Jakarta (ANTARA) – Keputusan Saido Berahino pulang kampung ke negara yang ditinggalkan keluarganya ketika dia masih kecil berbuah manis ketika pemain sayap Stoke City itu membantu Burundi lolos ke putaran final Piala Afrika.

Hasil imbang 1-1 ketika menjamu Gabon di Bujumbura pada Sabtu memastikan tempat kedua bagi Burundi di grup C setelah Mali di puncak klasemen.

“Sangat luar biasa, aku tidak bisa berkata-kata,” kata Berahino kepada Radio France International seperti dikutip Reuters, Minggu.

“Dari awal hingga finis sangat lah hebat, dari momen ketika kami tiba di stadion hingga kami meninggalkannya. Sangat tak terbayangkan,” kata Berahino.

Penyerang berusia 25 tahun itu meninggalkan negara asalnya ketika dia berumur 10 tahun bersama ibunya, karena sang ayah terbunuh akibat perang saudara.

“Aku hanya bisa berterima kasih ke Tuhan bahwa aku selalu ingin membela tim di turnamen yang besar, aku bisa melakukan itu bersama tanah kelahiranku. Ini sempurna. Suatu mimpi yang terwujud.”

Baca juga: Berahino diberi waktu untuk pertimbangkan masa depannya

Berahino diberi status pengungsi oleh Inggris Raya ketika dia memulai karir sepakbolanya di West Bromwich Albion. Dia bahkan pernah membela timnas Inggris U-21 dan juga dipanggil untuk membela skuat senior Inggris.

Tahun lalu, FIFA menyetujui permintaan Berahino untuk beralih membela negara asalnya. Sejak itu pula dia telah rutin membela Burundi di kualifikasi Piala Afrika sejak pertama kali melakoni debut melawan Gabon pada September lalu.

Masuknya Berahino menjadi pemicu semangat tim yang tidak banyak memiliki pemain berpengalaman itu di turnamen yang kali ini meloloskan 24 tim ke putaran final.

“Keputusan itu membuat kami semakin termotivasi dan itu memberi kami determinasi lebih yang kami butuhkan untuk menorehkan nama kami di Piala Afrika,” imbuhnya.

“Bukan perkara mudah, tapi kami adalah skuat yang sangat bersatu. Kami sukses karena kesatuan kami.”

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Indra Sjafri rotasi kiper hingga gelandang timnas U-23 kontra Vietnam

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Pelatih tim nasional U-23 Indonesia Indra Sjafri merotasi posisi kiper, bek hingga gelandang saat berhadapan dengan Vietnam dalam lanjutan laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu malam.

Di bawah mistar gawang, kiper Awan Setho yang bermain saat Indonesia kalah 0-4 dari Thailand, Jumat (22/3), dibangkucadangkan.

Palang pintu terakhir pertahanan Indonesia dipercayakan kepada Satria Tama Hardiyanto.

Nama bek tengah Rachmat Irianto dan kapten Andy Setyo jug tidak diturunkan saat menghadapi Vietnam.

Pengganti mereka adalah Bagas Adi Nugroho, yang juga diplot sebagai kapten dan Nurhidayat Haji Haris.

Sementara di sektor gelandang, tak ada nama Saddil Ramdani dan Gian Zola. Indra Sjafri kali ini lebih memilih Witan Sulaeman dan Sani Riski Fauzi.

Untuk penyerang tengah, sosok Marinus Wanewar belum tergantikan. Tugas utama Marinus untuk menggedor pertahanan lawan dibantu Egy Maulana Vikri dan Osvaldo Haay.

Vietnam, yang juga mengincar kemenangan dari laga ini demi lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2020, pun menurunkan pemain andalannya seperti kiper Bui Tien Dung, bek Nguyen Thanh Chung dan gelandang sekaligus Nguyen Quang Hai.

Berikut susunan pemain kedua tim.

Timnas U-23 Indonesia: Satria Tama-pg, Asnawi Mangkualam Bahar, Bagas Adi Nugroho (kapten), Nurhidayat Haji Haris, Firza Andika, Muhammad Luthfi Kamal, Sani Riski, Osvaldo Haay, Egy Maulana Vikri, Marinus Wanewar.

Timnas U-23 Vietnam: Bui Tien Dung-kiper, Do Thinh Thanh Do, Sinh Huynh Tan, Ho Tan Tai, Doan Van Hau, Trieu Viet Hung, Truong Van Thai, Nguyen Huang Duc, Nguyen Thanh Chung, Ha Duc Chinh, Nguyen Quang Hai (kapten). ***3***

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Suporter Vietnam sambut laga kontra Indonesia dengan “flare”

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Suporter tim nasional U-23 Vietnam menyambut laga tim kesayangannya kontra Indonesia dalam lanjutan pertandingan Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Minggu, dengan menyalakan suar (flare) di luar Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam.

“Ini bentuk dukungan kami kepada tim nasional U-23 Vietnam,” ujar salah seorang suporter bernama Pham Van Cuong kepada Antara di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu.

Menurut Pham, bagi Vietnam, laga melawan Indonesia selalu spesial. Sebab, skuat Merah Putih dianggap salah satu rival kuat di Asia Tenggara.

Meski demikian, para pendukung loyal Vietnam yakin mereka dapat menaklukkan Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan. “Kami yakin menang dan lolos ke Piala Asia U-23,” kata Pham.

Para pendukung Vietnam menyalakan flare berwarna merah dari atas tiga mobil berbeda.

Mereka melakukannya sambil menari diiringi musik disko yang diputar melalui pengeras suara.

Suporter tersebut mengenakan pernak-pernik Vietnam, mulai dari pakaian, topi, pengikat kepala hingga tempelan corak bendera di pipi.

Tim nasional U-23 Indonesia menghadapi Vietnam dalam lanjutan laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu, mulai pukul 20.00 WIB.

Kedua tim harus memenangkan pertandingan agar membuka peluang lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020.

Di laga Grup K sebelumnya, Jumat (22/3), Indonesia takluk 0-4 dari Thailand, sementara Vietnam mengalahkan Brunei Darussalam dengan skor 6-0.

Baca juga: Ladeni Vietnam, timnas U-23 benahi mental

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mourinho: filosofi tidak ada gunanya bila belum sekali pun juara

Jakarta (ANTARA) – Jose Mourinho memang masih belum menangani sebuah klub saat ini, tetapi ia sedikit pun tidak kehilangan kemampuannya dalam mengeluarkan komentar pedas yang menjadi ciri khasnya.

Pelatih asal Portugal tersebut telah “menganggur” sejak Desember 2018 ketika ia dipecat dari Manchester United menyusul kekalahan 3-1 di kandang rival mereka, Liverpool. Sebelum kehilangan pekerjaannya, Mourinho menjalani kariernya selama 18 bulan tanpa gelar.

Namun, pemecatan tersebut tidak memengaruhi keyakinan Mourinho dengan metode-metodenya, yang telah menghasilkan 25 trofi di sepanjang kariernya.

Berbicara di beIN sports, Mourinho mengkritik para pelatih yang lebih menekankan ‘filosofi’, tetapi tidak sekali pun berhasil memenangkan gelar juara.

“Beberapa pelatih suka menjual ide filosofi, tetapi Anda harus menjual filosofi setelah Anda menang. Bila Anda tidak memenangkan apa pun apa gunanya? Bila tim Anda bermain dengan sangat baik, tim Anda menang, jadi saya tidak suka kontradiksi yang kita miliki di sepak bola saat ini,” katanya.

Sebelumnya, Mourinho pernah mengkritik beberapa pelatih termasuk bos Liverpool, Jurgen Klopp, yang banyak mempublikasikan pendekatan ‘heavy metal football’ tetapi belum sekali pun meraih gelar di klubnya saat ini.

Mourinho juga mengatakan bahwa ia telah menolak tiga atau empat tawaran melatih klub. “Saya tahu apa yang tidak saya inginkan dan itulah alasan mengapa saya harus menolak tiga atau empat penawaran berbeda.”

“Saya tahu apa yang saya inginkan, bukan menunggu satu klub tertentu, tetapi sifat pekerjaannya dan saya akan menunggu,” katanya, sebelum mengungkapkan bahwa ia ingin kembali melatih klub pada Juni 2019.

Baca juga: Jose Mourinho ingin kembali melatih

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Southgate ingin tiru Ferguson dalam membimbing pemain muda Inggris

Jakarta (ANTARA) – Gareth Southgate mengambil contoh dari Sir Alex Ferguson saat mencoba menangani dan membimbing pemain muda Inggris seperti Jadon Sancho dan Callum Hudson-Odoi.

Setelah mencapai semifinal Piala Dunia tahun lalu dan posisi sama di Liga Negara UEFA perdana yang digelar musim panas ini, tim Tiga Singa menjalani musim 2019 dengan baik setelah melumat Republik Ceko 5-0 di kualifikasi Euro 2020 pada Sebut dini hari WIB.

Pemain sayap Borussia Dortmund Sancho tampil brilian di pertandingan perdananya bersama Inggris, begitu juga sesama pemenang Piala Dunia U17 Hudson-Odoi dan Declan Rice dalam debut mereka.

“Kami memiliki kompetisi untuk memperebutkan tempat dan setidaknya di posisi depan, mereka sudah dewasa dalam usia sangat muda,” kata Southgate yang dikutip Sky Sports menjelang pertandingan Grup A Selasa di Montenegro.

Baca juga: Southgate sebut Belanda punya karakter serupa Inggris

Southgate telah menunjukkan bahwa ia tidak ragu untuk memberi kesempatan kepada para pemain muda dan berusaha mengikuti cara mantan pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson dalam mendidik para pemainnya, contohnya seperti Ryan Giggs.

“Saya rasa kami bertanggung jawab dengan segalanya: seberapa banyak kami mengekspos mereka kepada publik, seberapa banyak kami menempatkan mereka dalam situasi komersial,” kata Southgate terkait tanggung jawab manajemen timnas kepada para pemain muda.

“Kita harus memikirkan semua itu sepanjang waktu karena sangat mudah bagi mereka untuk menikmati saat-saat ini, dan mereka harus menikmatinya tetapi harus ada keseimbangan yang baik.”

Baca juga: Southgate: pemain muda inggris bukan untuk bereksperimen

“Saya selalu melihat cara Sir Alex (Ferguson) dengan Ryan (Giggs) dan bagaimana ia melakukannya dengan sangat baik. Mereka mampu mempertahankan kesuksesan sangat lama.”

“Jadi, meski mereka bukan pemain kami sehari-hari, saya rasa kami memiliki tanggung jawab untuk melakukan itu sebanyak yang kita bisa, karena kami juga menempatkan mereka ke tingkat yang lebih tinggi dan kami harus memastikan kami mendapatkan keseimbangan yang tepat untuk klub, tetapi yang paling penting bagi pemain,” tambah Southgate.

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Aris Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Alami cedera, Messi tinggalkan kamp Argentina dan kembali ke Barcelona

Jakarta (ANTARA) – Lionel Messi meninggalkan kamp pelatihan timnas Argentina dan kembali ke Barcelona untuk menjalani perawatan medis setelah mengalami cedera panggul saat negaranya kalah 1-3 melawan Venezuela.

Pemain berusia 31 tahun, bersama dengan penyerang Inter Lautaro Martínez, adalah salah satu dari pemain yang bersinar untuk La Albiceleste tetapi gol dari Salomón Rondón, Jhon Murillo dan Josef Martínez memberi Venezuela kemenangan di Wanda Metropolitano.

Messi adalah satu-satunya penyerang yang tidak digantikan oleh pelatih Lionel Scaloni, tetapi Barcelona telah mengonfirmasi bahwa ia akan kembali ke klub untuk memulihkan diri selama sisa jeda internasional.

“Lionel Messi tidak perlu kembali ke kamp timnas meski ia sangat menginginkannya, dan cedera pada Sabtu dipastikan membuatnya absen dalam pertandingan Argentina melawan Maroko pada Rabu,” ungkap Barcelona dalam pernyataan mereka di situs resmi yang dikutip Marca pada Minggu waktu setempat (23/3).

Pemain Juventus, Paulo Dybala kemungkinan langsung mengisi posisi yang ditinggalkan sang kapten di tim saat Argentina menghadapi Maroko di Tangier pada Selasa.

Pertandingan Argentina melawan Maroko akan menjadi salah satu kesempatan tim Tango mempersiapkan diri sebelum Copa América musim panas ini.

Baca juga: Messi kembali, Argentina justru kalah dari Venezuela

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Manchester United bergabung dalam persaingan mendapatkan Hudson-Odoi

Jakarta (ANTARA) – Manchester United turut bergabung dalam persaingan mendapatkan pemain Chelsea Callum Hudson-Odoi saat Ole Gunnar Solskjaer ingin klubnya menjadi penantang gelar musim depan.

Hudson-Odoi telah menjadi rebutan sejumlah klub elite Eropa, dengan Liverpool, Bayern Munchen dan Borussia Dortmund sudah menyatakan minat kepada pemain berusia 18 tahun itu yang melakukan penampilan perdananya bersama Inggris dalam kemenangan 5-0 atas Republik Ceko pada Sabtu.

Baca juga: Sarri: terlalu banyak tekanan bisa berbahaya bagi Hudson-Odoi

Juara Bundesliga, Bayern bahkan sudah mengajukan tawaran 35 juta poundsterling (sekitar Rp661,8 miliar) yang ditolak pada bursa transfer musim dingin.

Chelsea juga menekankan bahwa mereka tidak siap untuk melepaskan lulusan akademinya tersebut. Hudson-Odoi sendiri tidak merahasiakan keinginannya untuk bergabung dengan Bayern Munchen pada Januari, terutama mengingat keengganan pelatih Maurizio Sarri untuk memainkannya di liga domestik.

Sejauh ini sang pemain belum diturunkan dalam pertandingan Liga Premier Inggris untuk Chelsea musim ini, dan hanya tampil di Piala FA dan Liga Europa, dalam kompetisi itu ia sudah mencetak beberapa gol dan assist.

Baca juga: Hudson-Odoi masuk timnas senior Inggris untuk pertama kalinya

Menurut laporan Daily Mail, United tampaknya siap untuk menawarkan jalan keluar dari Stamford Bridge. Kontrak Hudson-Odoi akan habis pada musim panas 2020.

United juga tertarik pada pemain sayap Dortmund asal Inggris Jadon Sancho, yang juga berumur 18 tahun, yang tampil untuk timnas Inggris pada Sabtu.

Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Stadion Untuk Persija

Stadion Untuk Persija

Persija Jakarta adalah tim ibu kota yang selama ini dianggap sebagai tim musafir karena tidak memiliki stadion tetap untuk menjalani laga kandang. Penantian tersebut tampaknya segera berakhir. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) pada Kamis 14 Maret 2019.

Dua singa terluka bertarung di Amsterdam, siapa menang?

Jakarta (ANTARA) – Senin dini hari esok pukul 02.45 WIB di Johan Cruijff Arena di Amsterdam, jagat raya sepak bola bakal dipanaskan oleh salah satu pertemuan klasik yang paling dibumbui romantisme, emosi, dan patriotisme dalam sejarah sepak bola ketika wajah revolusioner Belanda ditantang wajah baru Jerman dalam pertandingan kualifikasi Euro 2020.

Keduanya tak sekadar memburu catatan kemenangan yang akan memudahkan mereka lolos ke putaran final tahun depan.

Bagi Jerman, kemenangan melawan Belanda bakal memberi fondasi untuk menyatakan mereka telah sembuh dari luka menyakitkan yang sampai kini masih menganga ketika menyelami pengalaman terburuk sejak 1938 setelah terpental dari fase grup Piala Dunia 2018.

Bagi Belanda, kemenangan akan menunjukkan siapa mereka kini setelah pesona mereka memudar akibat gagal tampil pada Piala Eropa 2016 dan Piala Dunia 2018.

Joachim Loew masih menangani Jerman kendati dia menjadi orang yang paling bertanggung jawab di balik tersingkirnya Jerman pada fase grup Piala Dunia tahun lalu. Tetapi dia pula yang mengantarkan Jerman menjuarai Piala Dunia keempat kalinya sekitar lima tahun silam.

Sebaliknya, setelah bongkar pasang pelatih, Belanda menemukan lagi pijakan sejak Ronald Koeman melatih pada 6 Februari 2018. Koeman pernah mengantarkan Belanda menjuarai Piala Eropa 1988 ketika Belanda di bawah Rinus Michel mengaransemen dengan sempurna Total Football yang berusaha dihidupkan lagi oleh Koeman.

Tak terkalahkan

Jika perjalanan Belanda mulus sampai ke putaran final tahun depan, maka Koeman berpeluang mengulangi apa yang pernah dia lakukan sewaktu menjadi pemain, mengantarkan Belanda ke aras tertinggi setelah gagal lolos ke putaran final Piala Eropa 1984 dan Piala Dunia 1986.

Sejak ditangani Koeman, Belanda hanya dua kali menelan kekalahan dari 11 pertandingann. Di bawah Koeman pula Belanda menggasak tiga raksasa.

Baca juga: Enam pertemuan Belanda vs Jerman yang paling dikenang

Menghancurkan juara bertahan Portugal 3-0 dalam laga persahabatan 27 Maret 2018 di Swiss. Menelan Jerman 3-0 dalam pertandingan Liga Negara UEFA, 14 Oktober tahun yang sama. Menghancurkan juara dunia Prancis 2-0 dalam turnamen sama 17 November 2018 yang membalaskan kekalahan 1-2 pada 10 September 2018 dalam turnamen itu.

Setelah kalah dari Prancis itu, Belanda tak lagi bisa dikalahkan, sampai sukses mencapai semifinal Liga Negara UEFA bersama Portugal, Swiss dan Inggris, Juni nanti.

Padahal pada periode 2014-2018 sepak bola Belanda berada pada titik nadir karena tak pernah bisa bangkit lagi setelah kalah adu penalti pada semifinal Piala Dunia 2014. Industri sepak bola Belanda bahkan tak pernah lagi menghasilkan bintang sehingga predikat gudang talenta sepak bola Eropa terenggut dari Belanda.

Namun kini, dinasti bola Belanda hidup kembali. Bintang-bintang lapangan hijau lahir satu per satu, termasuk Virgil van Dijk yang merupakan bek tengah terbaik di dunia saat ini. Kemudian Frenkie de Jong si gelandang terbaik Eropa masa depan. Bersama rekannya dari Ajax Amsterdam, Donny van de Beek dan Matthijs de Ligt, de Jong menjadi pusat gravitasi timnas yang dibangun Koeman.

Uniknya, sukses Belanda acap bertautan dengan sukses Ajax yang musim ini telah menawan dunia setelah mengusir juara bertahan Real Madrid dari Liga Champions di kandangnya di Santiago Bernabue dengan skor telak 4-1 yang kemudian disanjung tinggi-tinggi oleh Lionel Messi.

Nathan Ake dan Denzel Dumfries membuat Belanda kian spesial pada era ini. Belum lagi, Memphis Depay dan Georginio Wijnaldum yang tengah kembali ke puncak permainannya. Tak heran, Belanda berpeluang besar menjadi tim bertabur superstar pada Euro 2020.

Para superstar ini pula yang menciptakan fundamental yang kuat bagi Oranye pada Euro 2020 setelah menggebuk Belarus 4-0 dalam pertandingan pertama kualifikasi mereka di Grup C tiga hari lalu.

Perjalanan spektakuler itu tak membuat Belanda menganggap remeh Jerman. “Saat ini mereka memang sedang tidak pada masa terbaiknya, tetapi kita tak boleh lupa bahwa mereka memiliki pemain-pemain hebat,” kata Van Dijk seperti dikutip Sky Sports.

Masih kurang tajam

Sebaliknya dengan Koeman, Loew yang melatih Jerman sejak 2006, masih terus mencari formula terbaik setelah de Mannschaft mengalami malapetaka terbesar dalam delapan dekade terakhir pada Piala Dunia tahun lalu.

Sejak itu dia terus diragukan publik yang makin menjadi-jadi setelah Jerman tersingkir dari Liga Negara UEFA dan keputusan kontroversialnya mencampakkan Thomas Muller, Jerome Boateng dan Mats Hummels.

Baca juga: Van Dijk tak mau remehkan Jerman

Keputusan ini membuat marah dua petinggi Bayern Muenchen, Karl-Heinz Rummenigge dan Uli Hoeness, bahkan bos asosiasi sepak bola Jerman, Reinhard Grindel, diam-diam tak suka dengan cara Loew mencampakkan tiga pemain yang berandil besar mengantarkan Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 itu.

Ketiga pemain berasal dari Bayern. Dan seperti Belanda dengan Ajax, sukses Jerman kerap bertautan dengan sukses Bayern. Namun berseberangan dengan Ajax, Bayern kini sedang terpuruk di tingkat Eropa karena terlempar dari Liga Champions.

Oleh karena itu Loew sekarang membangun timnas dengan tak lagi didominasi Bayern. Dia memanggil Matthias Ginter dari Borussia Monchengladbach, Antonio Rudiger dari Chelsea dan Thilo Kehrer dari Paris Saint-Germain, untuk dipasangkan dengan Niklas Sule dari Bayern di belakang. Namun kerja mereka belum selevel dengan duo Hummels – Boateng.

Itu terlihat saat Serbia menahan Jerman 1-1 dalam laga persahabatan tiga hari lalu. Sedangkan, talenta-talenta muda seperti Jonathan Tah dari Bayern Leverkusen dan duo sayap dari RB Leipzig –Lukas Klostermann dan Marcel Halstenberg– mesti bermain lebih apik lagi setelah melakukan kekeliruan mengisi ruang sewaktu Luka Jovic menciptakan gol untuk Serbia.

Tetapi Loew masih bisa mengandalkan Marco Reus dari Dortmund dan Leon Goretzka dari Bayern yang membuat barisan depan Jerman punya daya sengat. Leroy Sane dan Ilkay Gundogan terus bermain cemerlang dan pantang menyerah, tapi sayang mereka kerap terganggu oleh prilaku rasis pendukung Jerman.

Yang juga menghantui Jerman adalah mereka tak pernah lagi memenangkan pertandingan kompetitif sejak menundukkan Swedia 2-1 di Sochi pada Piala Dunia 2018. Jerman juga harus hati-hati terhadap Belanda karena dalam tiga pertemuan terakhir mereka, Oranye tak pernah bisa dikalahkan Jerman.

Tapi itu tak membuat Jerman berkecil hati. “Kami sungguh akan termotivasi. Ini akan menjadi pertandingan yang sengit,” kata Leon Goretzka dalam laman france24.com.

Pertandingan Senin dini hari nanti itu juga menjadi laga perdana Jerman dalam kualifikasi Euro 2020, sebaliknya merupakan pertandingan kedua Belanda.

Belanda boleh menepuk dada karena tak pernah bisa dikalahkan Jerman dalam tiga pertemuan terakhir, tapi Die Mannschaft memiliki rekor lebih baik selama 42 kali bertemu dengan Belanda. Jerman menang 15 kali, Belanda baru menang 11 kali.

Tetapi statistik kadang tak jadi ukuran. Yang jelas, menang atau kalah, Jerman atau Belanda, pertemuan mereka selalu membuat dunia asyik menontoninya.

Baca juga: Marco Reus yakin Jerman kalahkan Belanda
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Marco Reus yakin Jerman kalahkan Belanda

Jakarta (ANTARA) – Marco Reus yakin Jerman mampu mengakhiri berbagai kesialan belakangan ini untuk mengawali perjalanan kualifikasi Piala Eropa 2020 dengan menang melawan Belanda.

‘Jika kami punya pola pikir yang benar dan kompak sebagai tim, maka kami punya peluang membawa hasil di sana (Amsterdam),” kata pemain Borussia Dortmund dan timnas Jerman itu kepada dfb.de.

Menghadapi Belanda dalam turnamen dengan format baru ini, Jerman sudah kalah satu kali dan seri satu kali dalam dua pertemuan terakhir dengan Belanda sepanjang tahun lalu.

“Kami perlu cepat dalam serangan balik, kompak di pertahanan dan kami harus ingin menang. Jika kami melakukan itu malam nanti, maka siapa pun akan sulit menghadapi kami dan saya yakin kami akan memenangkan pertandingan itu, Kami akan memberikan segala yang kami bisa guna mendapatkan tiga poin,” ” kata Reus. 

Thomas Muller, Jerome Boateng dan Mats Hummels tidak dipilih Loew dalam timnas era baru Jerman ini. Dalam laga persahabatan melawan Serbia, Kamis dini hari lalu, sepuluh pemain Jerman baru pernah maksimal lima kali memperkuat timnas.

Reus, bersama dengan penjaga gawang Manuel Neuer dan gelandang Toni Kroos, yang ketiganya total sudah sekitar 200 kali memperkuat Jerman, akan menjadi para pemimpin dalam skuat wajah baru Jerman.

“Adalah tugas saya memikul tanggung jawab di level klub dan saya akan berusaha melakukan yang sama di sini,” kata Reus yang kini berusia 29 tahun.

Belanda memiliki bekal bagus menang 4-0 melawan Belarus dalam laga awal kualifikasi Euro 2020 mereka di Grup C. Sebaliknya pertandingan Senin dini hari WIB nanti akan menjadi laga perdana Jerman dalam kualifikasi Euro 2020.

Baca juga: Reus akan akhiri karir di Dortmund
Baca juga: Dwigol Depay bawa Belanda menang mudah atas Belarus
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Van Dijk tak mau remehkan Jerman

Untuk saat ini mereka memang tak berada dalam periode terbaiknya, tapi kami tak boleh lupa bahwa mereka memiliki pemain-pemain hebat,

Jakarta (ANTARA) – Virgil van Dijk memperingatkan rekan-rekan satu timnya di Timnas Belanda untuk tidak cepat berpuas diri menjelang pertemuan mereka dengan Jerman pada laga kualifikasi Euro 2020 di Amsterdam, Senin dini hari WIB nanti.

Belanda tidak lolos ke Euro 2016 dan Piala Dunia 2018 di Rusia, tetapi penampilan mereka meningkat sejak ditangani pelatih Ronald Koeman, dengan pernah mengalahkan Jerman, Prancis dan Portugal.

Oranye telah mengawali kualifikasi Euro 2020 dengan menang 4-0 melawan Belarus di Grup C. Van Dijk memperkirakan Belanda akan mengalami ujian terberat Senin dini hari itu kendati Jerman tampil buruk sejak gagal total pada Piala Dunia 2018.

“Untuk saat ini mereka memang tak berada dalam periode terbaiknya, tapi kami tak boleh lupa bahwa mereka memiliki pemain-pemain hebat,” kata Van Dijk dalam jumpa pers seperti dikutip Sky Sports.

“Mereka tim dengan kualitas dan kualitas individual yang tinggi, dan itu tak boleh kami sepelekan.”

Van Dijk menyanjung kekompakan dan kebersamaan skuat yang berada di balik kemajuan timnas di bawah Ronald Koeman dan telah membawa negeri ini maju ke semifinal Liga Negara UEFA melawan Portugal, Juni mendatang.

“Saya kira kami kompak sepanjang waktu. Kami semua bekerja keras dan saya kira itulah hal terbesar yang ada di tim ini. Kami saling memberikan segalanya. Sudah tentu kami memiliki tim berkualitas tinggi, pemain-pemain yang fantastis.”

“Kami bisa bersama-sama bertahan, kami bisa bersama-sama menyerang, dan saya kira pada akhirnya, itu semua menyangkut hasil, dan kami memiliki masa yang sangat tepat di mana kami bermain sangat bagus dan meraih kemenangan. Harapannya kami bisa melakukan itu lagi besok,” tutup van Dijk.

Baca juga: Inggris, Prancis sempurna di pembukaan Kualifikasi Euro 2020
Baca juga: Dwigol Depay bawa Belanda menang mudah atas Belarus

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Enam pertemuan Belanda vs Jerman yang paling dikenang

Jakarta (ANTARA) – Jerman akan ditantang tuan rumah Belanda di Amsterdam, Senin dini hari 02.45 WIB esok, dalam pertandingan kualifikasi Grup C Euro 2020. Pertemuan kedua negara selalu menjadi pertandingan klasik. Berikut enam pertemuan mereka yang paling dikenang orang versi The Guardian.

Final Piala Dunia 1974: Jerman Barat menang 2-1 di Muenchen
Lima tahun diduduki Jerman selama Perang Dunia Kedua adalah babak paling kelam dalam sejarah Belanda yang sulit dilupakan orang Belanda. Perasaan itu terbawa ke sepak bola ketika pertemuan pertama mereka sejak 1945 terjadi pada final Piala Dunia 1974. Belanda dan Johan Cruyff saat itu masih berkembang sehingga tak begitu yakin bisa mengalahkan lawannya yang jauh lebih tangguh. Belanda yakin wasit asal Inggris, Jack Taylor, telah ditipu pemain Jerman Bernd Holzenbein sehingga menghadiahkan penalti sebelum Gerd Muller mencetak gol penentu kemenangan Jerman.

Babak kedua Piala Dunia 1978: seri 2-2 di Cordoba
Pemain Belanda Dick Nanninga diusir ke luar lapangan karena mendorong Bern Holzenbein yang sebelumnya dituduh menonjok perut Nanninga. Tanpa Cruyff yang menolak memperkuat timnas, Belanda lolos kedua kalinya ke final Piala Dunia untuk dikalahkan Argentina. Banyak yang berpendapat Belanda adalah tim terbaik dalam turnamen edisi ini.

Grup Satu Euro 1980: Jerman Barat menang 3-2 di Naples
Klaus Allofs mencetak hatrik yang membuat Belanda angkat koper lebih cepat pada fase grup di Italia. Pada pertandingan ini Lothar Matthaus melakukan debut sebagai pemain pengganti. Timbul lagi insiden ketika Rene van der Kerkhof meninju wajah Bernd Schuster, sedangkan penjaga gawang Jerman Toni Schumacher berkelahi dengan bek Belanda Huub Stevens.

Baca juga: Marco Reus yakin Jerman kalahkan Belanda

Semifinal Euro 1988: Belanda menang 2-1 di Hamburg
Belanda mempermalukan Jerman di negerinya sendiri yang sekaligus pembalasan atas kekalahan pada 1974. Ruud Gullit, Frank Rijkaard dan Marco van Basten dkk sukses membawa Belanda menjuarai turnamen ini. Setelah mengalahkan Uni Soviet di final, pelatih Rinus Michels berkata, “Kita menjuarai turnamen ini tetapi kita semua tahu  pertandingan semifinal adalah final yang sesungguhnya.”

Babak kedua Piala Dunia 1990: Jerman Barat menang 2-1 di Milan
Pada laga ini terjadi insiden yang tak terlupakan dalam sejarah ketika Rijkaard meludahi muka Rudi Voller. Jerman Barat yang kemudian menjadi juara Piala Dunia edisi ini, menciptakan gol dari Andreas Brehme dan Jurgen Klinsmann, sedangkan Belanda mendapatkan satu gol dari tendangan penalti Ronald Koeman.

Liga Negara UEFA 2018: Belanda menang 3-0 di Amsterdam
Tim asuhan Koeman menjadi tim Oranye pertama yang menang tiga gol tanpa balas melawan musuh bebuyutannya yang sekaligus menandai kesialan Jerman pasca-Piala Dunia 2018. Belanda pernah gagal lolos ke Piala Dunia 2018, sebaliknya tim asuhan Joachim Loew melenggang ke turnamen itu dengan menyandang status juara bertahan, tetapi kini para pemain Belanda berada di atas Jerman, termasuk Virgil van Dijk, Georginio Wijnaldum, dan Frenkie de Jong. Kompetisi seperti Liga Negara UEFA tidak sampai membawa antipati di antara kedua negara karena perasaan anti-Jerman di Belanda biasanya menguat manakala Jerman tidak terkalahkan.

Baca juga: Van Dijk tak mau remehkan Jerman
Baca juga: Tekuk Finlandia 2-0, Barella-Kean antar kemenangan perdana Italia

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kualifikasi Piala Eropa: Spanyol menang tipis atas Norwegia

Kapten tim nasional Spanyol Sergio Ramos menendang bola dari titik penalti dan membuat gol kedua untuk timnya saat melawan Norwegia dalam pertandingan babak kualifikasi Piala Eropa 2020 Group F, di Stadion Mestalla, Valencia, Spanyol, Sabtu (23/3/2019). Spanyol akhirnya menang 2-1 atas Norwegia. ANTARA FOTO/Reuters-Heino Kalis/hp.

Eden Hazard bantah isu bakal hengkang ke Real Madrid

Jakarta (ANTARA) – Penyerang Chelsea Eden Hazard membantah laporan media bahwa dirinya telah menyetujui kontrak yang menguntungkan berdurasi lima tahun bersama Real Madrid.

Kontrak Hazard di Chelsea akan berakhir setelah musim depan dan laporan tentang kepindahan ke Real Madrid itu muncul pada pekan ini, demikian dilansir dari Skysports pada Minggu.

Laporan tersebut menyatakan bahwa dia telah setuju untuk bergabung dengan Real Madrid setelah berbicara langsung dengan pelatih kepala mereka Zinedine Zidane.

Baca juga: Eden Hazard semakin dekat ke Real Madrid

Hazard saat ini sedang dalam tugas internasionalnya bersama timnas Belgia dan saat ditanya tentang kepindahan ke Real pada Sabtu, ia hanya tersenyum dan berkata: “Tidak benar laporan itu”.

“Saya hanya fokus pada pertandingan besok melawan Siprus. Hanya itu saja yang saya pikirkan.”

Sebelumnya pada awal bulan ini Chelsea telah menolak tawaran sekitar 60 juta pound untuk Hazard.

Pemain asal Belgia itu juga menolak tawaran kesepakatan baru di Chelsea sejauh ini, tetapi ia dibayang-bayangi larangan transfer pemain yang bergantung pada klub London, mereka mungkin enggan untuk menjual aset berharga mereka.

Jika tidak dapat mendapatkan Hazard, Real merencanakan langkah lainnya untuk mendatangkan Felipe Anderson dari West Ham.

Baca juga: Mourinho: Hazard punya modal untuk sukses bersama Madrid

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kualifikasi Piala Eropa: Italia tundukkan Finlandia

Pesepakbola Italia Moise Kean melakukan selebrasi setelah berhasil membobol gawang lawannya Finlandia dalam pertandingan babak kualfikasi Piala Eropa 2020 Group J, di Stadion Friuli, Udinese, Italia, Sabtu (23/3/2019). Italia berhasil memetik kemenangan 2-0 saat menjamu Finlandia. ANTARA FOTO/Reuters-Jennifer Lorenzini/hp.

Pratinjau Indonesia versus Vietnam, Garuda Muda harus fokus sejak awal

Hanoi, Vietnam (ANTARA) – Kalah dengan skor telak 0-4 dari Thailand di laga perdana Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, Jumat (22/3), membuat tim nasional U-23 Indonesia dalam kondisi tertekan.

Oleh karena itu, demi menjaga peluang lolos ke putaran final Piala U-23 Asia 2020, mau tidak mau skuat berjuluk Garuda Muda harus memenangkan laga keduanya di fase grup kualifikasi, dimana Vietnam menjadi lawan.

Laga yang akan berlangsung di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu (24/3) mulai pukul 20.00 WIB itu cukup berat bagi Indonesia setidaknya karena dua hal.

Pertama, skuat timnas U-23 Vietnam yang dilatih Park Hang-Seo terdiri dari pemain-pemain yang berpengalaman.

Mereka merupakan jebolan turnamen prestisius Piala Dunia U-20 tahun 2017 dan Piala Asia U-23 tahun 2018, dimana Vietnam menjadi ‘runner up’ turnamen. Beberapa nama, seperti kiper Bui Tien Dung bek Huynh Tan Sinh, bek Bui Tien Dung dan gelandang Nguyen Quang Hai.

Sebagai catatan, semua nama yang disebutkan di atas tidak dibawa ke Piala AFF U-22 tahun 2019 di Kamboja. Saat itu, Vietnam gagal melaju ke final usai ditaklukkan Indonesia di babak empat besar dengan skor 1-0.

Dengan komposisi seperti ini, Vietnam sukses menghancurkan Brunei Darussalam dengan skor 6-0 di pertandingan perdana mereka di kualifikasi Piala Asia U-23 2020, Jumat.

Hal kedua yang bisa menyulitkan, timnas U-23 Indonesia asuhan pelatih Indra Sjafri akan bermain di bawah tekanan para pendukung tuan rumah.

Agar kondisi tersebut tidak membawa hasil negatif, tim Garuda Muda harus fokus sejak pertandingan dimulai.

Saat melawan Thailand di laga kualifikasi, Indonesia kerap hilang konsentrasi sehingga beberapa kali melakukan kesalahan yang berujung pada terciptanya kesempatan lawan mencetak gol melalui bola mati.

Dua dari empat gol Thailand ke gawang Indonesia ditorehkan melalui skema bola mati ini. Di menit ke-21 Shinnaphat Leeaoh menyundul masuk bola tendangan bebas dan di menit ke-51 dari sepakan penalti Supachai Chaided.

“Kami kurang fokus dari menit awal,” ujar gelandang timnas U-23 Indonesia Witan Sulaeman usai berlaga kontra Thailand.

Baca juga: Hadapi Vietnam, Menpora optimistis timnas U-23 bisa menang

Pelatih Indra Sjafri tentu juga tidak ingin kesalahan seperti kala menghadapi Thailand terulang saat melawan Vietnam.

Pria asal Sumatera Barat ini mengaku sudah menyiapkan taktik khusus untuk menahan gempuran tim Vietnam sekaligus mencetak gol ke gawang mereka.

“Kami akan menanggapi taktik mereka dengan taktik kami,” kata Indra Sjafri.

Vietnam mengandalkan serangan dari sisi sayap. Saat menghadapi Brunei Darussalam, dua dari enam golnya berawal dari umpan silang dan setidak-tidaknya ada tiga peluang emas lain yang bersumber dari lebar lapangan.

Hal ini tentu harus diwaspadai Indonesia. Apalagi, Vietnam memiliki pemain yang bisa melakukan variasi serangan.

Baca juga: Pemain timnas U-23 Indonesia targetkan menang atas Vietnam

Sebagai informasi, untuk melaju ke putaran final Piala Asia U-23 tahun 2020, Indonesia memang harus mengalahkan Vietnam dan Brunei Darussalam di dua laga terakhirnya.

Indonesia akan lolos ke putaran final di Thailand jika menjadi juara grup. Skenario kedua, Garuda Muda bisa lolos ke Thailand dengan menjadi peringkat kedua atau ‘runner up’, dengan catatan Thailand yang sudah pasti lolos Piala U-23 Asia 2020 sebagai tuan rumah berada di posisi satu Grup K.

Pewarta: Michael Siahaan
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ramsey cedera, absen di laga Wales versus Slovakia

Jakarta (ANTARA) – Aaron Ramsey tidak dapat tampil untuk memperkuat Wales pada pertandingan babak kualifikasi Piala Eropa 2020 melawan Slovakia Minggu (Senin pagi WIB), karena harus menjalani pemulihan cedera pahanya, kata pelatih Wales Ryan Giggs, Sabtu (Minggu WIB).

Pemain tengah Arsenal berusia 28 tahun itu absen saat Wales mengalahkan Trinidad and Tobago 1-0 dalam laga persahabatan Selasa lalu.

Ia sebelumnya diharapkan bisa bugar untuk pertandingan kualifikasi Euro 2020 grup E di Cardiff, namun akhirnya mundur dan kembali ke Arsenal untuk perawatan.

“Aaron kembali ke Arsenal, ia tidak bisa tampil besok. Cederanya belum pulih pada saatnya, jadi ini menjadi masalah bagi kami,” kata Giggs, Sabtu, seperti dikutip Reuters.

“Kami punya rencana B, dan kami harus berkerja keras dalam pekan ini,” tambahnya.

Wales juga dipastikan tidak dapat diperkuat sejumlah pemain andalan seperti Ethan Ampadu, Sam Vokes dan Tom Lawrence karena masih cedera.

Ramsey,yang kontraknya dengan Arsenal berakhir tahun ini, akan pindah ke klub Italia Juventus setelah Februari lalu menandatangani kontrak dengan juara Seri A tersebut.

Baca juga: Gabung Juventus, Ramsey akan terima gaji Rp7 miliar sepekan

Pewarta: Teguh Handoko
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tekuk Finlandia 2-0, Barella-Kean antar kemenangan perdana Italia

Jakarta (ANTARA) – Gelandang Nicolo Barella dan pemain depan Moise Kean mencetak gol internasional pertama mereka untuk memberi Italia kemenangan 2-0 dalam laga pembuka kualifikasi Euro 2020 atas Finlandia, Sabtu waktu setempat.

Dilansir dari Reuters, Minggu, Barella, 22, memberi Italia awal yang sempurna dengan mencetak gol lewat tendangan pisang setelah tujuh menit pertandingan berjalan. Sementara Kean, pemain pertama yang lahir setelah tahun 2000 dan bermain untuk timnas Italia, menambahkan gol kedua di menit ke-74.

Kemenangan kandang pertama Italia yang dicetak sejak mereka mengalahkan Israel dalam kualifikasi Piala Dunia pada bulan September 2017, merupakan awal yang ideal tatkala mereka berusaha untuk menghapus kegagalan lolos ke Piala Dunia di Rusia tahun lalu.

Finlandia sempat membuat frustasi Italia, tetapi tekanan serangan mereka menurun ketika Italia mencetak keunggulannya melalui Barella yang menerobos pertahanan Finlandia dan melepas tembakan dari tepi area penalti dan arah bola yang melengkung gagal diantisipasi kiper Lukas Hradecky.

Tim tamu nyaris menyamakan kedudukan setelah terjadi pelanggaran beberapa saat sebelum turun minum, tetapi protes pemain Italia Federico Bernardeschi ke wasit menggagalkan terjadinya hukuman penalti.

Italia selamat dari kekhawatiran besar di menit ke-65 saat Robin Lod menggiring bola dari sisi kanan dan selanjutnya mengumpan bola ke Teemu Pukki yang melepas tendangannya dari jarak enam meter tetapi melebar dari mistar.

Setelah melakukan serangan dari banyak posisi bagus tetapi dikecewakan dengan penyelesaian akhir mereka yang buruk, Italia akhirnya berhasil ketika Ciro Immobile mengumpan bola ke Kean dan pemain berusia 19 tahun itu melepaskan tembakan percaya diri melewati Hradecky.

Peluang lainnya diciptakan pencetak gol terbanyak Serie A Fabio Quagliarella yang sebelumnya menjadi pemain cadangan, tetapi tembakan kaki kanan pemain berusia 36 tahun itu itu masih membentur mistar gawang.

Baca juga: Tanpa Shaqiri dan Seferovic, Swiss kalahkan tuan rumah Georgia 2-0
Baca juga: Taklukkan Norwegia 2-1, Ramos sumbang gol kemenangan Spanyol
Baca juga: Prancis mulai kualifikasi Euro dengan menggulung Moldova 4-1

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Taklukkan Norwegia 2-1, Ramos sumbang gol kemenangan Spanyol

Jakarta (ANTARA) – Kapten timnas Spanyol Sergio Ramos menyumbang gol melalui titik penalti untuk memberikan timnya kemenangan kandang 2-1 atas Norwegia pada  pertandingan pembuka kualifikasi Euro 2020 mereka, Sabtu waktu setempat.

Meskipun memetik kemenangan, tetapi penampilan tim Luis Enrique itu dinilai masih jauh dari meyakinkan, demikian dikutip dari Reuters, Minggu.

Spanyol melakukan awal yang apik dan unggul lebih awal di stadion Mestalla Valencia ketika Rodrigo Moreno melakukan tendangan voli ke gawang Jordi Alba dari jarak dekat pada menit ke-16 dan selanjutnya Spanyol terus mendominasi jalannya pertandingan tanpa mengukir banyak peluang yang jelas.

Norwegia, yang hanya melakukan sedikit serangan, justru menyamakan kedudukan pada menit ke-65 melalui penalti yang dieksekusi dengan sempurna oleh striker Joshua King, yang menggiring bola melewati David de Gea setelah Inigo Martinez menjatuhkan Bjorn Johnsen di kotak penalti.

Spanyol mendapat tendangan penalti enam menit kemudian ketika Alvaro Morata dijegal kiper Norwegia Rune Jarstein, yang dengan mudah diperdaya Ramos dengan menembak bola di tengah gawang untuk mencetak “Panenka” kelima kalinya musim ini dan yang kedelapan sepanjang karirnya.

Baca juga: Hadapi Norwegia, Gaya sebut Spanyol harus berjuang ekstra

Pewarta: Junaydi Suswanto
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Brazil tampil buruk, ditahan Panama 1-1

Jakarta (ANTARA) – Juara Piala Dunia lima kali Brazil menunjukkan penampilan buruk ketika ditahan Panama 1-1 pada pertandingan sepak bola persahabatan di Porto, Portugal, Sabtu malam (Minggu dinihari WIB)

Sebaliknya, bagi Panama hasil tersebut menjadi sejarah baru. Gol yang dicetak Adolfo Machado pada menit ke-36 merupakan gol pertama tim Amerika Tengah itu ke gawang Brazil.

Pada empat pertemuan sebelumnya, Panama selalu kalah dari Brazil dan kebobolan total 16 gol.

Machado yang semula sempat dikira offside, menyambar bola dengan sundulannya untuk menghasilkan gol, empat menit setelah Brazil sempat unggul melalui gol Lucas Paqueta.

Seperti dilaporkan Reuters, Brazil mencoba terus menekan pada babak kedua dan tercatat 78 persen menguasai bola. Namun Panama, yang tampak cukup puas dengan hasil seri, dapat mempertahankan skor 1-1 hingga pertandingan usai.

Pelatih Brazil Tite, yang sedang mempersiapkan tim untuk Copa America Juni mendatang, memberi kesempatan tampil bagi sejumlah pemain muda di antaranya Paqueta yang baru tiga kali memperkuat tim nasional, Eder Militao dan bek Porto Alez Telles yang melakukan debutnya untuk tim Samba tersebut.

Namun tanpa Neymar, yang sedang perawatan cedera kaki, tim Brazil tampak kehilangan inspirator seperti yang banyak diperankan oleh striker Paris St Germain itu.

Selanjutnya Brazil akan melakukan laga persahabatan melawan tuan rumah Republik Ceko di Praha, Selasa (26/3).

Pewarta: Teguh Handoko
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kualifikasi Piala Eropa: Swedia kalahkan Rumania

Pesepakbola Swedia Viktor Claesson (kanan) dan pesepakbola Rumania Nicusor Banc (kedua kanan) berebut bola saat pertandingan Group F babak Kualfikasi Piala Eropa 2020, di Stadion Friends Arena, Stockholm, Swedia, Sabtu (23/3/2019). Swedia mengalahkan Rumania 2-1. ANTARA FOTO/Reuters-Christine Olsson/hp.

Tanpa Shaqiri dan Seferovic, Swiss kalahkan tuan rumah Georgia 2-0

Jakarta (ANTARA) – Tim tamu Swiss yang bermain tanpa dua pemain andalan Xherdan Shaqiri dan Haris Seferovic berhasil mengatasi kebuntuan pada babak pertama untuk mengalahkan tuan rumah Georgia 2-0 pada pertandingan pertama kualifikasi Euro 2020, Sabtu.

Seperti dikutip Reuters, dua gol pada babak kedua oleh Steven Zuber dan Denis Zakaria, mengakhiri laju kemenangan Georgia di kandang sebanyak delapan kali beruntun.

Kemenangan tersebut membuat Swiss untuk sementara berada di puncak klasemen Grup D.

Swiss, yang bertanding untuk pertama kali sejak kemenangan mengejutkan dengan skor 5-2 atas Belgia di pertandingan Nations League pada November lalu, sempat menghadapi kebuntuan untuk mencetak gol pada babak pertama.

Georgia hampir saja mencetak gol beberapa menit menjelang babak pertama usai ketika Valeri Qazaishvili berada dalam posisi sempurna saat melepas tendangan. Tapi, usaha pemain asal San Jose Earthquakes tersebut berhasil digagalkan oleh Yann Sommer.

Hanya saja, kondisi berubah pada babak kedua ketika Swiss mulai mengambil alih kendali dan akhirnya mencetak gol pertama pada menit ke-57 ketika Breel Embolo memberikan umpan matang kepada Zuber.

Gol kedua Swiss tercipta pada menit ke-80 ketika tendangan pemain pengganti Albian Ajeti berhasil diblok kiper Giorgi Loria, tapi bola muntah langsung disambar Zakaria.

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Rahmad Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Hudson-Odoi kaget dipercaya perkuat tim senior Inggris

Jakarta (ANTARA) – Callum Hudson-Odoi mengaku kaget saat diberi kesempatan diturunkan sebagai pemain pengganti ketika tim nasional Inggris mengalahkan Republik Ceko dengan skor telak 5-0 di penyisihan Piala Eropa 2020 di Stadion Wembley, London, Jumat.

Seperti dikutip Reuters, pemain sayap asal klub Chelsea berusia 18 tahun itu seharusnya bergabung dengan tim Inggris U-21 tahun minggu ini, tapi ia dipanggil pelatih Gareth Southgate setelah empat pemain mundur akibat cedera.

Hudson-Odoi masuk ke lapangan menggantikan Raheem Sterling pada 20 menit terakhir dan menorehkan sejarah baru dalam tim nasional Inggris sebagai pemain termuda dalam tim senior, yaitu 18 tahun 135 hari.

“Saya tidak bisa mempercayainya (ketika ditanya apakah saya siap). Saya tidak menyangka ini nyata. Saya menyaksikan penonton dan mereka semua gembira,” kata Hudson-Odoi.

“Saya tidak tahu harus berbuat apa. Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada siapa saja yang membantu saya berada di sini,” katanya.

Inilah untuk pertama kalinya dalam 130 tahun, tim nasional senior Inggris menurunkan pemain berusia 18 tahun atau kurang. Selain Hudson-Odoi, pemain muda lainnya adalah Jadon Sancho.

“Mendapat kesempatan bermain hari ini memberikan perasaan luar biasa di depan penonton tuan rumah. Saya berharap bisa banyak bermain di masa datang,” katanya menambahkan.

Pada pertandingan berikutnya di penyisihan Grup A, Inggris akan berhadapan dengan Montenegro di Podgorica, Senin (25/3).
 

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Rahmad Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Latihan Timnas U-23 jelang lawan Vietnam

Pemain tim nasional U-23 Indonesia melakukan saat melakukan latihan di lapangan Vietnam Footbal Federation (WFF), My Dinh, Hanoi, Vietnam, Sabtu (23/3/2019). Tim nasional U-23 Indonesia  akan menghadapi tim nasional U-23 Vietnam pada pertandingan Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu (24/3/2019). ANTARA FOTO/R. Rekotomo/foc.